Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
Foto 2


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


.


"Maksutnya apa ini mas?" Tanyaku pada Gerry yang masih sibuk menekuni pekerjaannya.


Dia melihat apa yang ku tunjukkan dan terkejut "Mas bisa jelasin" Ujarnya sambil beranjak menghampiriku.


Aku yang masih kaget dengan apa yang ku temukan malam ini hanya bisa pasrah saat dia merangkulku dan mengajak ku duduk di sofa.


Ku tatap wajahnya yang terlihat khawatir "Kenapa ada foto aku waktu aku masih gendut mas?"


"Mas minta maaf.." Ucapnya lirih "Kamu jangan salah paham ya..." imbuhnya lagi.


Aku menggeleng pelan "Tergantung bagaimana penjelasan mas nanti.."


"Sayang dengerin mas dulu..." Ucapnya sambil berusaha meraih tanganku namun ku tepis.


Ku lihat sirat wajahnya tampak kecewa "Apa selama ini kamu pura-pura ga tau sama apa yang terjadi sama aku? Dan aku dengan bodohnya berpikir.."


"Bukan seperti itu sayang...." Sela nya.


"Jadi selama ini kamu tau kalo Kirana berselingkuh dengan mas Reyhan?" Tanyaku nanar.


"Iya.. Maaf. Mas pengen jujur tapi mas belum nemu waktu yang tepat. Mas takut kamu akan salah paham, seperti saat ini" Ujarnya merasa berasalah.


"Siapapun yang berada di posisi aku akan salah paham mas.. Jadi kamu mendekatiku karena aku mantan istri mas Reyhan? Selingkuhan istri kamu?" Ku tekan dadaku yang nyeri. Aku menangis.

__ADS_1


"Bukan seperti itu.." Ucapnya sambil berusaha memelukku namun lagi-lagi ku tepis tangannya yang sudah terbuka itu.


"Kamu ingin balas dendam?" Tanyaku lagi.


"Atau kamu hanya kasihan sama aku mas?" Imbuhku lagi.


Pertahananku runtuh. Tangis yang sedari tadi ku redam agar tak bersuara kini membuatku sesenggukan tak terkendali. Ku tutup wajahku dengan kedua tanganku dan menangis hebat.


Kenapa rasanya nyeri sekali dadaku ini? Melihat dia hanya diam tak menjawab ku. Dia hanya menepuk-nepuk pundak ku pelan. Menenangkanku.


"Akan mas jelaskan nanti kalo pikiran kamu sudah tenang.. Mas jelaskan sekarangpun kamu pasti akan masih berpikiran negatif tentang mas.." Ujarnya pelan.


"Tapi yang perlu kamu tau, Mas tidak main-main dalam mencintai kamu. Mas mencintai kamu dengan segenap hati mas.." imbuhnya lagi.


Ku buka kedua tanganku dan menatapnya "Apa aku bisa mempercayaimu?"


Dia mengangguk yakin "Jangan meragukan cinta mas, karena mas pun tidak pernah sekali pun meragukan cinta kamu untuk mas"


Di usapnya air mata yang mengalir di wajahku dengan kedua tangannya "Dan melihatmu sampai nangis seperti ini membuat mas tambah yakin kalau kamu benar-benar sangat mencintai mas.."


Dan hari-hari setelahnya, sikapnya sangat manis dan lembut. Dia tidak pernah melukaiku sedikitpun atau membuatku kecewa. Dia tak pernah bertanya apapun ketika aku menangis saat aku mengalami mimpi buruk malam itu.


Pertikaian dengan Raditya yang membuatku sedikit terkejut melihat sisi lembutnya yang ternyata bisa se-keras itu. Pertemuan dengan Jonathan di Bandung dan fakta bahwa aku masih mendambakannya.


Hingga dia yang dengan gigih pergi ke kampung halamanku untuk mengejarku dan meninggalkan pekerjaan nya yang pasti bertumpuk-tumpuk di kantornya untuk menemuiku.


Dan tenyata sejak awal dia mengetahui semua tentang aku.


"Antarkan aku pulang.." Ujarku setelah tangisku sedikit reda.


"Baiklah.. Ayo pulang" Ucapnya dan beranjak untuk memberesi meja kerjanya.


"Kita pulang ke apartemen" Ucapnya lagi.


"Pulang ke kontrakan" Jawabku ketus.


"Apartemen" Sanggahnya tak mau kalah.

__ADS_1


"Aku pulang naik taksi" Ucapku juga tak mau kalah.


Dia menghembuskan nafasnya kasar "Baiklah.." Ucapnya pasrah.


Setelah perjalanan panjang yang hening, akhirnya kami tiba di rumah kontrakan ku yang kecil tapi selalu membuatku nyaman.


Saat aku membuka pintu dia masuk begitu saja dan menaruh semua berkas dan juga laptopnya di atas meja. Kemudian ke dapur untuk membuat secangkir kopi.


"Kamu ga pulang?" tanyaku heran.


"Nanti, mau lembur dulu disini" Ucapnya santai sambil membuka laptopnya dan kembali menekuni pekerjaannya.


"Terserah, aku mau tidur dulu" Ujarku dan berlalu meninggalkannya yang berada di ruang tamu.


Ku ambil handuk yang tergantung di belakang pintu kamar dan pergi ke kamar mandi. Ku lihat dia begitu serius dengan pekerjaanya. Dia begitu tenang, tak terusik dengan pertengkaran kami tadi.


Benar juga, ini pertama kalinya aku bertengkar dengannya. Atau bukan bertengkar, tapi aku merajuk. Atau juga ada salah paham di antara kami. Entahlah.. Tapi kami belum pernah seperti ini sebelumnya.


Sudah lewat tengah malam tapi aku tidak juga bisa memejamkan mataku. Padahal aku sudah lelah, lelah dengan pikiranku. Ku pejamkan mataku saat dia memasuki kamar tidur ku dan berbaring di sampingku. Memelukku.


Hembusan nafasnya di wajahku membuatku semakin tak bisa tidur. Ku balik badanku untuk memunggunginya.


"Kamu belum tidur?" Dia mengeratkan pelukannya padaku.


"Akan mas ceritakan semuanya dari awal. Dengarkan baik-baik dan jangan salah paham sama mas atau meragukan cinta mas buat kamu.." Ujarnya sambil mencium puncuk kepalaku.


Dan dia menceritakan semuanya dari awal, dari pernikahannya dengan Kirana hingga perselingkuhan Kirana dan berakhir dengan bagaimana dia bisa bertemu denganku dan jatuh cinta padaku.


Sejujurnya aku percaya padanya. Percaya bagaimana dia mencintaiku sedemikian rupa padahal aku tidak ada apa-apa nya dibanding dengan para wanita lain di sekelilingnya.


TBC


Like & Comment nya jangan kendor ya say...


Biar Author ga down..


Terima kasih untuk Vote dan juga yang sudah mampir baca.. IlopeYu 💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2