
Teman-teman Karin sudah pulang semua, tinggal Brian yang masih asyik bicara dengan mas Sandi, Karin melihat Brian dan mas Sandi dari kejauhan, Karin menatap Brian dan mencoba berpikir keras di dalam pikirannya, dia ingin tau apa alasan dia begitu mengagumi dan ingin memiliki Brian? dia mengingat ingat kejadian saat bersama Riko tadi.
Dia merasa bodoh membiarkan Riko pergi begitu saja, kenapa ini bisa terjadi? kenapa tadi Brian bikin ulah didepan Riko? Karin merasa bersalah kepada Riko, tapi apaalh daya nya, dia terjebak antara masa lalu dengan masa kini dimana dia juga memiliki Brian. Karin pernah berjanji pada Brian bahwa dia akan selalu memanjakan Brian dengan kasih sayang, karena Brian pernah cerita kepada Karin, kalau dia paling nggak bisa dicuekin dan tadi adalah momen paling berat bagi Karin memilih menepati janjinya pada Brian yang sudah menjadi adik kesayangannya atau harus mengutamakan Riko yang padahal dalam keadaan rapuh juga.
Dua minggu sebelumnya.
"Yuk kita mampir" kata Andri pada Karin.
"Nggak ah males" jawab Karin.
"Ayo sebentar saja, kebetulan kita dekat sini" Karin dan Alex baru saja dari rumh Andri melihat istri Andri yang baru lahiran.
Andri mengajak Karin dan Alex bertemu dengan salah satu teman mereka waktu smp dulu, masalahnya dia adalah mantan Karin. Ya.... dia adalah mantan terindah bagi Karin. Hubungan Riko dan Karin sangat baik meski mereka hanya mantan, tapi hampir lima tahun mereka tidak berjumpa terakhir saat pesta pernikahan Riko, dan...., Karin menghadiri saat pernikahan Riko, sebaliknya saat pernikahan Karin dua tahun sebelum Riko, Riko pun menghadirinya, jadi hubungan mereka masih baik-baik saja sampai saat itu.
Lalu.... adakah yang salah dengan hubungan mereka? tentu saja tidak. Tapi Karin tetap deg-deg an untuk bertemu Riko, Karin menikahi suaminya karena perhatian dan kasih sayangnya kepada Karin. Sedangkan perasaan nya pada Riko memang cinta pertama, yang harus berakhir hanya karena rasa tidak enak karena sebuah persahabatan, bukan karena tidak lagi mencintai.
__ADS_1
Lagi pula dulu mereka masih SMP walau kisah itu sempat berlanjut hingga SMA, tapi saat SMA pun Riko tidak memberikan status apa-apa untuk hubungan mereka, mereka tetap sahabat dekat yang saling cemburu saat Karin atau Riko berdekatan dengan lawan jenis mereka masing-masing. tapi..., ya...., itu hanya masa lalu, tidak akan berpengaruh pada kehidupannya sekarang gumam Karin dalam hati.
"Hai Riko" sapa Alex.
Dan akhirnya Andri berhasil meyakinkan Karin untuk mengunjungi Riko. Karin kesana bersama Alex dan Andri , Alex sahabat baik Riko dan Karin saat itu, atau lebih tepatnya hubungan sahabat yang menjadi cinta segi tiga. Dan berakhir kembali pada persehabatn. karena ke tidak nyamanan saat mereka tiap kali harus bertemu disekolah. ya... mereka masih anak-anak dan bagi mereka sahabat adalah segalanya saat itu.
"Hai Riko" sapa Andri pada Riko saat sampai di bengkel Riko.
"Hai Andri, hai Alex, hai.... " Riko menghentikan sapaan nya, ketika melihat ke arah Karin. Riko terlihat kaget karena Karin ada dihadapannya. Karin dan Riko saling bertataapn dan saling memberikan senyuman yang terpaksa, karena sebenernya bukan senyuman yang mereka rasakan, tapi rasa grogi yang harus berusaha mereka sembunyikan.
Lalu mereka bercanda saling tanya kabar dan tukaran nomor kontak WA, bagi Karin ini hal yang paling menegangkan karena bertemu lagi dengan First Love nya, setelah sekian lama, yah.... seperti yang hampir semua orang tau, usia kepala tiga merupakan usia yang rawan, usia dimana puber kedua itu datang, padahal Riko dalam keadaan acak-acaakn, tangan yang kotor dan hitam karena oli dan apalah namanya, tapi tetap masih terlihat ketampanan di kulit putihnya. aneh, bagaimana mungkin dia terlihat masih seperti murid SMA?, keren dan gaul. hm... Karin menyunggingkan senyum diujung bibirnya.
Malam sesampai dirumah, Karin merasa lelah dan begitu juga mas Sandi, mas Sandi baru saja naik jabatan, tapi seiring dengan itu, pekerjaan nya pun jadi sangat banyak, Karin jadi sedih, karena waktu suaminya jadi lebih sibuk dikantor daripada untuk dia dan anak-anak, tidak seperti dulu, saat mas Sandi hanya sebagai karyawan biasa, mas Sandi jam lima sore sudah dirumah, sedangkan sekarang mas Sandi jadi sering pulang malam.
"bip..bip.., suara WA Karin, ternyata pesan dari Riko, jantung Karin berdebar kencang, pipinya terasa panas, ternyata Riko chat dia, mas Sandi sudah terlelap karena capek, jadi Karin dengan bebas chat sama mantannya. Ternyata Riko mengeluarkan rayuan gombalnya pada Karin, dia memuji Karin yang terlihat masih sama seperti dulu, manis, simple dan periang, dia suka, katanya dalam pesan itu, Karin semalam tidak bisa tidur dengan rayuan Riko, alhasil, Karin pun jadi demam.
__ADS_1
Pagi seperti biasa mas Sandi memulai aktifitasnya, berangkat kerja.
"Sayang, suhu badan kamu panas, tutup aja hari ni ya, mas nggak mau kamu terlalu kelelahan dan sakit, istrht y" mas Sandi kemudian mencium kening Karin yang masih berbaring.
"Aku nggak papa mas" ucap karin.
"Tetap kamu mesti istirhat, karena mas nanti bakal pulang cepat, mas mau bercinta dengan kamu sayang" ucap Sandi mesra. Pipi Karin langsung merona, karena digoda sama suaminya.
"Baiklah" ucap Karin singkat, lalu Karin pun tidur dengan nyenyak kembali.
Waktu sudah berlalu seminggu, dan sudah seminggu juga Karin bermain api dibelakang Sandi, dia tidak selingkuh. Tapi dia melakukan chat sama mantannya, saling berbagi kisah hidup, dan Karin menjadi tempat curhat Riko, yang ternyata rumah tangganya diambang kehancuran, dan Riko mengakui bahwa maslah dalam rumah tangga nya karena kesalahannya yang sibuk dengan motor dan teman-teman motornya. Karin merasa iba , Riko berkata bahwa tidak ada yang mengetahui ini kecuali Karin dan keluarga Riko "jadi Karin kamu adalah orang yang spesial, aku harap, jaga rahasia ku, karena aku malu bila bertemu teman-teman nanti apabila merka tahu kehidupanku" ucap Riko.
Riko berkali-kali mengajak Karin bertemu, tapi Karin nggak mau, karena Karin takut kalau dia kterusan, tapi Karin mempunyai cara lebih baik, ya dia mengatur acara reunian, agar dia dan Riko bisa bertemu. Ya... setidaknya Riko bisa tau kehidupan Karin, dan yang penting mereka masih berkomunikasi, itu pikir Karin.
Sampailah kejadian di reunian itu, membuat Karin pusing, gimana nggak, Riko sengaja datang untuk bisa bertemu dengannya, Karin nggak nyangka ternyata Brian juga datang kesana. Hancur sudah harapan Karin untuk bisa menjadi orang spesial, tempat Riko untuk mengeluh, Riko malah tidak ingin bertemu Karin lagi, atas sikap Karin yang seakan lebih peduli bocah itu dibanding dia.
__ADS_1