Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
Sosok Familiar


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


.


"Kamu yang namanya Caramel?" Tanya seorang wanita paruh baya padaku.


"Iya bu, ada yang bisa saya bantu?" Tanyaku sambil mengamati sosok wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu.


Aku sudah bekerja di sebuah minimarket dengan menjadi seorang kasir. Veronica yang mencarikan aku pekerjaan ini. Setidaknya aku tidak menganggur. Dan sudah tidak menumpang lagi dirumahnya.


"Saya tunggu kamu di restoran sebelah ya setelah kamu selesai kerja" Ucapnya dan berlalu begitu saja.


Aku sungguh tidak tau, siapa wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu. Dan wanita itu sepertinya tau, jam kerjaku sudah hampir habis. Aku memang shift pagi hari ini, dan sebentar lagi akan ada temanku yang menggantikannya.


Ku lihat jam yang melingkar di tanganku ini, sudah hampir 15 menit berlalu. Apa wanita itu masih menungguku di restoran sebelah?


Ku lihat sekeliling restoran dan mendapati wanita itu sedang duduk dengan anggun sambil menikmati secangkir teh hangat. Aku berjalan ke arahnya dan mengangguk menyapanya.


Dia berdiri menyambutku dan mempersilahkan aku duduk. Sikapnya sangat sopan sekali. Atau, apakah ini cuma kedok saja? Dan sebentar lagi dia akan meledak-ledak marah dan menjambak rambutku karena suatu hal?


"Duduklah, sudah saya pesankan Orange juice kesuka'anmu" Ucapnya yang membuatku kaget.

__ADS_1


"Maaf, Anda mengenal saya?" Tanyaku penasaran karena wanita itu tau minuman yang jadi favorite ku itu.


Dan benar saja, seorang pelayan datang dengan membawa sebuah orange juice dan di letakkan di atas meja di hadapanku.


"Minumlah, kamu pasti capek setelah bekerja seharian" Ucapnya lembut.


Wanita ini benar-benar sangat lembut dan sepertinya baik hati. Sangat elegant dan anggun dengan kecantikan yang tak pudar sama sekali meskipun sudah tidak muda lagi. Sikapnya yang ramah dan murah senyum, entah kenapa membuatku sedikit nyaman.


"Maaf, apakah anda mengenal saya?" Ulangku lagi.


Dia tersenyum sangat cantik hingga membuatku hampir tak bisa mengalihkan pandanganku dari sosok di hadapanku ini.


"Apa wajah tante tidak mengingatkan kamu dengan seseorang?" Wanita itu malah balik bertanya.


Sedari awal memang aku seperti familiar dengan wajahnya. Tapi aku masih belum bisa menemukan siapa wanita ini dan apakah aku mengenalnya.


"Maaf tante, Saya benar-benar tidak tau" Jawabku setelah aku tidak berhasil mengingatnya.


Aku terkesiap. Pantas saja aku seperti tidak asing dengan wajahnya dan merasa sangat familiar dengan mata hazelnya yang mirip dengan Gerry ini. Ternyata, wanita yang sedang bersama ku dan duduk di hadapanku ini adalah ibunya Gerry.


"Maaf tante, Saya tidak tau kalau Anda mamahnya Gerry" Ucapku merasa bersalah.


Jantungku berdetak dengan cepat. Aku takut sekali, sangat takut hingga rasanya lututku lemas. Belum apa-apa aku sudah membayangkan dia akan marah-marah padaku dan menyuruhku untuk menjauhi anaknya.


Aku menunduk, tidak berani menatapnya. Mungkin sikap lembutnya akan berubah sekarang dan dia akan memaki-maki ku karena mengganggu rumah tangga anaknya.


"Kamu ga usah takut sama tante" Ucapnya yang seperti bisa membaca pikiranku.


Bagaimana bisa aku tidak takut dengannya. Jelas-jelas pasti ada yang ingin di bicarakan padaku karena dia sampai rela menunggu lama di restoran ini untuk bertemu denganku.


"Gerry ga pernah menyimpan rahasia apapun dari tante, termasuk hubungannya dengan kamu" Imbuhnya lagi.

__ADS_1


Aku kembali dibuat kaget "Maaf saya tidak bermaksut menganggu.."


"Tante sangat tau ada yang tidak beres dengan rumah tangga Gerry, dan tentu saja bukan kamu penyebabnya" Dia memotong perkataanku.


"Posisi kamu untuk saat ini memang salah, tapi tante tetap tidak menyalahkan kamu. Apalagi menyuruh kamu untuk meninggalkan Gerry" Ucapnya sambil menggenggam kedua tanganku.


"Tante menemui kamu karena tante ingin memberi kamu semangat untuk berjuang bersama Gerry. Juga, tante ingin melihat dari dekat, seperti apa sosok yang bisa membuat Gerry kembali berubah manja sama tante dan meminta dukungan tante agar kelak membela kamu dari papanya yang berhati keras" Ujarnya lagi.


"Kamu sangat cantik sayang, bahkan kamu tidak memakai make up apapun kamu terlihat cantik sekali" Pujinya padaku.


Pipiku bersemu merah mendengar pujiannya. Dia mengatakannya dengan sangat lembut. Aku jadi tau, sikap Gerry yang lembut juga parasnya yang tampan itu menurun dari siapa.


"Makasih tante.." Ucapku dengan menundukkan wajahku karena malu dengan pipiku yang pasti sudah sangat merah.


"Gerry adalah harta tante yang paling berharga, anak tante satu-satunya. Dan kebahagiaannya adalah prioritas utama untuk tante" Ujarnya lirih hampir tak terdengar.


"Sudah cukup sekali saja, tante membuat dia menderita karena perjodohannya dengan Kirana yang tak bisa tante cegah. Sekarang, tante benar-benar ingin melihat Gerry bahagia" imbuhnya lagi.


"Jika memang kamu yang bisa membahagiakan Gerry, tante akan mendukung kalian"


TBC


Jangan lupa Like ya buat yang udah baca..


Karena Author sampai begadang lho untuk nulis cerita kek gini ... 😅


Jangan lupa komentar juga meskipun cuma bilang "Lanjuuuuuut"


Terima kasih untuk Vote nya..


Terima kasih sudah mampirrrr 💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2