
"Paman Ray!" pekikan itu berasal dari Lucas.
Anak itu melihat mobil Rayden terpakir di depan sekolahnya, dengan sang empunya berdiri di samping mobil. Lucas menghampiri Rayden dengan langkah riangnya.
Kedatangan Rayden ini tentu membuat bisik-bisikan dari para orang tua yang tengah mengantar anaknya, biasanya Lucas hanya diantar dan dijemput oleh pengasuhnya, Dara hampir tidak pernah menjemput Lucas karena tidak bisa berhenti bekerja. Hanya akan datang saat pengambilan rapot, bahkan kadang juga tidaklah datang.
Rayden membukakan pintu mobil untuk Lucas dan membiarkan anak kecil itu masuk.
"Bagaimana jika paman menculikmu sebentar, paman akan mengantarkan Lucas ke tempat penitipan anak tepat waktu nanti."
Lucas mengangguk lucu, "Lucas mau kalo penculiknya sekeren Paman Rayden." ucapan itu membuat gelak tawa keduanya meledak.
Rayden melajukan mobilnya menjauhi pekarangan sekolah, sebenarnya ide untuk menjemput Lucas ini tiba-tiba terlintas di pikirannya. Sedari pagi pikirannya kacau karena terus memikirkan tentang Dara, dan Lucas ini menjadi salah satu pilihan terbaik untuk menghilangkan pikiran kacaunya.
Tanpa ia tahu, siapa Lucas yang sebenarnya.
"Tempat mana yang ingin Lucas kunjungi?"
Lucas terlihat berpikir, mencari tempat yang akhir-akhir ini ingin ia kunjungi. "Seaworld! Lucas mau bertemu dengan ikan!" seru anak itu dengan semangat.
Bulan lalu Lucas sempat meminta pergi ke sana kepada Dara, tetapi agaknya ibunya itu lupa karena tidak kunjung mengajaknya kesana.
"Baiklah mari kita pergi kesana."
"Kata Jessica, ada banyak sekali ikan di sana, ada ikan hiu yang besar juga."
"Kau belum pernah pergi kesana?"
__ADS_1
Lucas menggeleng, selama ini Dara selalu sibuk, adapun hari minggu wanita itu lebih suka menemani Lucas di apartmen dan jarang sekali mengajak Lucas bermain keluar.
Sebenarnya Lucas ini bisa dibilang kekuarangan kasih sayang, baik dari Dara apalagi sosok seorang ayah yang tidak pernah hadir dalam hidup anak itu. Selama ini Dara sibuk bekerja siang dan malam, hanya memiliki waktu sedikit sekali untuk Lucas. Memang Dara melakukan itu juga untuk mewujudkan kehidupan yang layak untuk Lucas, tetapi ia tidak sadar jika Lucas lebih butuh kasih sayang dan waktu milik ibunya daripada sekolah di sekolah bagus dan memiliki mainan banyak.
***
"Ini laporan tentang para pemberontak di Rusia," Metteo menyerahkan sebuah tab yang berisi laporan yang telah ia susun. "Ada sepuluh orang yang bersembunyi ke moscow, sedangkan untuk empat lainnya telah tertangkap di Kazan."
"Bukankah ini masalah Rayden, mengapa kau yang mengurusnya?"
"Tuan Rayden meminta tolong saya untuk mengurusnya, karena saat ini tuan Rayden tengah patah hati."
Dengusan Albert tampakkan, "Lalu dimana dia sekarang? Jangan-jangan dia bunuh diri."
Albert meneguk anggurnya, tadi malam Rayden datang untuk mengajaknya minum di bar. Rayden memang minum hingga mabuk, ia bercerita tentang masalahnya dengan Dara, memang agak miris melihat sahabatnya yang dahulu pemain wanita, kini justru menjadi seseorang yang hanya menginginkan satu wanita saja, sayangnya itu juga tidaklah mudah.
"Nyonya Helena tidak bersedia menyerahkan asetnya, saya telah membuat penawaran yang menarik bahkan dengan uang saja tidak mau."
"Biarkan aku yang membuat kesepakatan dengannya," ucapan Albert itu membuat Matteo mengernyit, tuannya ini jarang sekali bersedia untuk turun tangan.
"Apakah kita sebaiknya mengancamnya saja Tuan, anaknya yang baru masuk universits bisa kita jadikan sandera."
Melakukan ancaman dengan sandera atau bahkan membunuh secara langsung sudah biasa mereka lalukan, tetapi tidak semua orang juga mereka bunuh.
"Tidak perlu, bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk mengurangi kekerasan?"
Matteo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, mulai dari Albert yang memutus kerja sama dengan para pembunuh bayaran dan kini malah memintanya untuk tidak menggunakan kekerasan.
__ADS_1
"Baik Tuan."
"Bukankah di penyimpanan masih ada berlian red whisper?"
"Masih Tuan, Anda yang meminta berlian itu untuk tidak dijual di pasar gelap."
Berlian dengan harga super mahal itu Albert dapatkan bulan lalu saat mengunjungi salah satu negara penghasil berlian terbesar.
"Jadikan itu penawaran pada si lipstik merah."
"Tapi Tuan, berlian itu bernilai jual hingga seratus miliar, tentu tidak sebanding dengan bar dan resort milik nyonya Helena."
Tiga buah resort besar yang sudah akan bangkrut dan juga jajaran bar yang tersebar hampir di sudut kota, tetapi harga semua itu tidak mencapai seratus miliar tentunya. Mungkin bar nya akan menghasilkan uang tetapi tidak dengan resort yang sebentar lagi gulung tikar.
"Dia sangat tergila-gila dengan berlian, aku juga akan meminta lebih, satu hotel bintang 2 yang dikelolanya memiliki aset 30 miliar, belum lagi penghasilan perbulannya. Jika aku merenovasinya menjadi hotel mewah, itu akan sangat menguntungkan."
"Baik Tuan, saya akan mengambil berliannya."
...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
__ADS_1
Khalisa🌹