Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
Tetaplah Disisiku Adikku Sayang


__ADS_3

Libur kuliah pun datang. Para mahasiswa pada balik kampung dan kafe Karin jadi sepi. Begitu juga dengan Brian yang akan mengikuti banyak perlombaan.


Iya, Brian sudah seminggu kembali kota kelahiran nya, dia pulang kerumah orang tuanya, Brian tidak kuliah karena dia akan masuk Angkatan Udara. Jadi Brian pun harus banyak olah raga dan latihan fisik bersama papa nya yang memang seorang pelatih Renang.


Brian memang sudah bilang soal ini pada Karin. tapi, tetap saja Karin merasa kesepian, karena dia harus merelakan adek kesayangan nya (menurut dia hanya adek) harus mengikuti banyak kegiatan dan jadi super sibuk. Tapi, sesibuk apapun Brian tetap sekali sehari memberi kabar atau menyapa Karin lewat WA. Karena itu memang permintaan Karin kepada Brian. Dan lagi lagi Brian tetap melakukan permintaan wanita yang mengaguminya itu. Karena bagi Brian, Karin adalah seseorang tempat dia bisa berbagi, Brian nggak biasanya suka cerita masalah pribadinya ke orang lain, hanya pada Karin dia baru terbuka, karena dia mungkin nyaman bersama Karin. Dan begitu pun sebalik nya, Karin sudah terlanjur nyaman oleh Brian. Rasa nyaman itu membuat mereka menjadi sangat dekat.


Sebulan telah berlalu, mungkin rasa itu sudah tak terbendung, akhirnya Karin mulai kirim chat yang ngawur pada Brian.


"kamu apaan sih, ga bales chat kakak? kamu nggak suka ya kakak tanyain? kamu udah nggak peduli lagi ya sama kakak? apa segitu banyak nya penggemar kamu hingga kamu online pun tapi tetap nggak balas chat kakak? kamu jahat! kakak benci sama kamu!"


Brian kaget


"ya Allah kakak. nggak kek gitu juga kali kak. Adek kan dah bilang adek lagi sibuk, jangan soudzon kakak, negatif muluk pikirannya."


"Emang benar adek nggak bisa balas chat kakak ketika adek online, itu karena adek pusing mau balas yang mana, terlalu banyak chat yang masuk kakak, maafin adek ya kakak"


Brian kemudian mengirimkan emo hati. hanya dengan emo itu saja seketika Karin pun tenang kembali, iya Karin sangat mudah emosi kalau berhubungan dengan Brian yang cuekin dia.


Hari berikut nya Brian bikin status WA lagi sama mantannya, mereka tinggal di kota yang sama, ternyata selama sebulan Brian di kota nya itu, dia semakin dekat dengan mantannya itu membuat Karin kesal. Karena Brian kemakan omongan sendiri.


Dimana dia pernah bilang sama Karin. "Jangan prnh mikirin mantan apalagi sampe balek sama mantan. Apaan tu mantan, buang ke tong sampah aja" kata Brian pada Karin yang saat itu sedang curhat soal mantannya yang mencoba mengejar nya kembali. Tapi Karin malah di semprot habis habisan, eh nggak taunya, dia malah balek sama mantannya, gimana nggak kesel si Karin nya.

__ADS_1


Brian kali ni bener-bener cuekin Karin, Karin jadi uring-uringan hingga demam, siang malam Karin menanti balasan chat dari Brian. tapi nggak ada kabar, Brian malah sering tampil lagi dengan postingan bersama sang mantan. Karin jadi sesak sendiri, dia nggak suka Brian balekan sama mantannya.


"Karin ada apa dengan mu? bangun Karin, bangun! dia hanya bocah!" bisik Karin dalam hatinya.


" Lihatlah suamimu yang sangat menyayangi mu Karin, tak ada yang lebih baik dari dia, jangan pikirkan apa yang tidak kau miliki" pikir Karin lagi.Tapi..., tetap saja Brian selalu ada dalam pikirannya.


Lalu tiba-tiba chat Karin berbunyi ternyata dari Brian.


"Kak, adek mau ke padang jam enam nyampe kafe, bikinin kesukaan adek ya." Dan ada emo hati diujung pesannya. Karin bangkit bahagia, lalu bersiap-siap mempersiapkan menu untuk Brian. Padahal Brian masih di kota nya.


Hari menunjukan jam enam sore. ternyata benar saja, Brian sampai di kafe Karin, Mas Sandi lembur dan Karin sendirian di Kafe karena memang hari libur kuliahan jadi sepi dan anak-anak pada asyik menonton film kartun. Makanan kesukaan Brian sudah tersedia.


"Kamu sedikit kurusan?" ucap Karin lagi setelah memperhatikan Brian.


Hal ini yang membuat Brian merasa senang, perhatian Karin ini. Tidak dia dapat sebaik ini dari yang ada di sekitar Brian. mereka melepas rindu dengan gurauan , ya jika tak bergurau dengan Brian dalam sehari meski hanya lewat caht adalah masalah bagi hati Karin.


"Dek, kamu sibuk sama pacar baru kamu ya? sampai lupa kakak?" Karin bertanya.


"Kakak jadi sedih dan merasa kehilangan. Kakak serasa patah hati kamu cuekin, kamu jahat sama kakak" ucap karin.


"Iya kak, maafin adek, adek saat ini punya pacar yang harus adek jaga hatinya" aku Brian sambil menunduk.

__ADS_1


Karin merasa sedih sekali, tapi dia mencoba menyembunyikan rasa kecewa nya.


"Baguslah, kalau begitu kakak ikut bahagia. Tapi..., haruskah mantan?" bisik Karin lagi.


" maaf" hanya itu kalimat yang keluar dari bibir Brian. Melihat wajah Brian Karin tak tega, lalu Karin mencoba mencairkan suasana.


"Ok.., baiklah.Tapi maukah engkau berjanji kepada kakak?" tanya Karin.


"Apa itu kak?" tanya Brian cepat. kakak nggak mungkin larang kamu punya pacar, tapi berjanjilah kamu akan selalu tetap di sisi kakak, karena kakak adalah penggemar mu yang sangat membutuhknmu" ucap Karin tegas.


"Baiklah..., adek janji kakak" janji Brian semangat.


Akhirnya Karin pun tenang kembali. Iya.... , Karin nggak mungkin melarang dia punya pacar, secara mereka bukanlah pasangan kekasih, lalu untuk apa Karin melarang.


Ternyata Brian hanya ingin menjelaskan situasi rumit nya pada Karin. Lalu saat Brian balik lagi kembali ke kota asalnya hari itu juga, Karin kembali memberian kata-kata yang sama lagi pada Brian.


"Tetaplah disisiku adikku sayang" bisik Karin dan Brian hanya tersenyun manis sambil memandang wajah harap Karin menanti balasan jawaban Brian.


" Tentu saja, kakak tayang tayang aku" jawab Brian dengan senyum manis dan teduh mengarah wajah Karin, Lalu berlalu pergi. Dan Karin melepas kepergian Brian sampaj punggung itu tidak lagi terlihat oleh matanya yang indah itu.


Hubungan yang aneh, hubungan kakak adik yang tidak biasa. Tapi memang itulah yang mereka alami, perasaan kasih sayang yang tidak jelas, tapi sangat tulus. Tidak tau bagaimana dengan perasaan Brian kepada Karin. Yang jelas Karin begitu tulus sangat menyayangi Brian. Akan sangat tidak lazim di lihat oleh orang lain. Namun, bagi seseorang yang tulus seperti Karin hal itu biasa, Karena Karin memang bila menyayangi akan sangat menyayangi. Karin hanya butuh seseorang untuk mengontrol semua itu. Yaaaa, dia butuh suami nya untuk mengontrol perasaan nya agar tetap pada jalur nya.

__ADS_1


__ADS_2