
Waktu yang ditunggu tunggu datang,.....
"Ayo cepat, kita harus segera berangkat. Cepat-cepat naik ke atas mobil sayang, jangan lambat dong, nanti kita terjebak macet" Karin membimbing putri-putrinya untuk naik ke mobil dan memeriksa setiap barang bawaan mereka, apakah sudah berada diatas mobil semua.Karin nggak mau hari spesial mereka rusak gegara ada yang ketinggalan.
"Kamu sendiri... sampai kapan mau berdiri disana sayang" tanya Sandi pada Karin.
Karin masih tetap asyik dengan bekal dan barang bawaannya yang jumlahnya nggak sedikit dan dia memeriksa setiap barang bawaannya lalu menceklis yang sudah ada. Sandi tersenyum sendiri melihat tingkah istrinya yang memang selalu teliti dan sigap dalam mempersiapkan sesuatu untuk bepergian. Iya..., Karin memang hobi sekali dengan yang namanya bepergian , "heehheehhe" Sandi tersenyum geli kembali.
Iya..., mereka kali ini pergi berlibur.... hanya mereka berempat, Sandi, Karin dan dua putri cantik mereka. kali ini mereka pergi ke sebuah tempat pariwisata yang berada disebuah kota B dan mereka homestay disana. Perjalanan mereka menyenangkan, karena jalanan masih sepi dan mereka bernyanyi sepanjang perjalanan dan Karin mengikuti dengan petikan sebuah gitar, ya Karin pandai bermain gitar meski tak mahir, tapi lumayanlah untuk hiburan sendiri.
Dua jam kemudian mereka sampai di kota B, mereka langsung ke penginapan yang sudah di booking Sandi.
"Wah tempatnya bagus dan luas y sayang" ucap Karin kepada Sandi.
"Iya sayang, kamu sukak nggak?" tanya Sandi.
Karin langsung mencium pipi Sandi dan terseyum manjah. Anak-anak langsung berlarian dan melompat lompat di atas tempat tidur mereka.
"Ini kamar kami y pa?" tanya si kakak.
"Iyaa sayang, ini kamar kamu dan adek, kamar papa dan mama yang disebelah".
Diatas masih ada kamar kosong, tempat itu spesial dipersiapakn Sandi untuk dia menghabiskan malam bersama istrinya.
Malampun datang, anak-anak sudah tertidur dengan pulas nya, Sandi lalu mulai merayu istrinya yang sedari tadi sibuk dengan handphone nya.
__ADS_1
"Sayang kamu lagi apa?" Sandi memeluk Karin dari belakang dan mencium leher jenjang istrinya.
"Agh.... "desis Karin, "mas..... oh....," Karin menggeliat.
Karin membalikkn tubuhnya lalu berhadapan dengan Sandi, kemudian mereka berciuman lamaaaaa sekali, hingga begitu ciuman itu terlepas keduanya dalam keadaan nafas yg terengah engah,... lalu mereka berdua saling bertatapan dan meledak lah tawa mereka "xixixixxixi". Sandi lngsung menggendong Karin dan membawanya ke lantai atas, Karin melingakrkan tangannya dileher Sandi dan menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Sandi.
Mereka memasuki kamar yang ternyata telah dihias oleh Sandi, ada sebuah tulisan terpajang ditengah dinding bagian atas kasur, Happy birthday my wife
dan beberapa balon disetiap pojok atas kamar, dan sebuah kue ulang tahun yang kecil dan cantik, sekuntum bunga mawar dan dua buah gelas kosong serta sebuah minuman botol. Tapi Karin tidak tau apa itu, karena itu pertama kali Karin melihat minuman itu.
"Selamat ulang tahun istriku sayang" ucap Sandi sambil mencium kening istrinya.
Karin pun tersipu malu " Terimakasih sayang" bisik Karin dengan nada manjah.
Tidak lama kemudian mereka sudah berseteru dalam sebuah permainan yang sangat gesit dan hangat. Di permainan kali ini,Sandi tidak memberikan kesempatan kepada Karin untuk memimpin, Sandi memonopoli permainan sendiri, Sandi ingin memberikan kenikmatan yang luar biasa untuk Karin.Hingga dia berharap Karin tidak akan pernah melupakan permainan ini seumur hidupnya.
Iya Karin begitu terlihat menikmatiny, dan Karin pun merasa kewaalhn untuk mengimbangi permainan Sandi. Sandi sangat kuat, seperti telah ada persiapan dari dalam fisikny. "argh...... suara Karin mengerang dalam kenikmatan yang luar biasa, Karin telah mencapai puncaknya hingga akhirnya Karin kelelahan dan tertidur pulas dalam dekapan Sandi. Sandipun telah merasakan kenikmatan yang luar biasa malam ini dan dia senang melihat istrinya tidak berdaya dalam permainan kali ini hingga Karin kelelahan dan tertidur dalam dekapannya.
Dua jam kemudian Karin terbangun kembali, Karin melihat Sandi sedang menikmati sebatang rokok sambil bermain gitar, Karin kemudian meraih Handphone nya dan melihat jam ternyata masih pukul 4 pagi.
"Maaf ya sayang semalam aku ketiduran" bisik Karin sambil memeluk Sandi dari belakang.
"Nggak apa apa sayang, terus kenapa kamu bangun jam segini?" tanya Sandi pada Karin.
"Aku pengen ke kamar kecil mas", Karin lalu beranjak pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Karin merasa lemes. Tapi begitu kembali dari kamar mandi, Karin melihat minuman dan kue yang disiapkan suaminya masih utuh, "'apaan sih aku, masak ketiduran semalam? dasar Karin kamu itu nggak tau apa suami kamu dah nyiapin ini dengan baik sekali? tapi kamu malah ketiduran" Karin mengumpat dalam hatinya.
Lalu Karin kembali menghampiri Sandi, "Mas kita belum coba kue dan minumanny lo, kita makan yuk" ajak Karin sambil tersenyum manja.
Karin terlihat sangat menggoda dalam keadaan tubuh yang hanya dibaluti sehelai handuk itu. tubuhnya yang tidak terlalu tinggi dan tidak gendut membuatnya tetap msih terlihat seperti remaja berusia 20 han, apalagi Karin memang imut dan manja, Sandi benar-benar merasa beruntung, karena wanitanya masih terlihat seperti remaja labil.
Sandi lalu tersenyum puas dan mengikuti langkah Karin untuk duduk menikmati kue serta minuman yang sudah disipkannya sejak awal tadi, sebenarnya ini disediakan Sandi untuk pembukaan. Tapi...., Sandi sudah tidak tahan duluan melihat istrinya, hingga minuman yang sudah disiapkannya tak terlihat menarik sama sekali.
"Ini minuman apa mas?" tanya Karin kepada Sandi.
"Ini? oooo ini semacam kopi sayang, biar nggak ngantuk jadi mas pilih minumannya yglang ini, ini diracik spesial untuk pasangan suami istri yang lagi bulan madu karena ada kandungan untuk stamina di dalmnya" jelas Sandi kepada Karin.
Lalu mereka menikmati malam mereka kembali dengan penuh gairah.
"Pagi sayang" ucap Sandi sambil mencium kening istrinya.
"Pagi sayang" balas Karin dengan manjah.
"Makasih y sayang malam ini benar-benar malam yg sangat SEMPURNA" ucap Karin yang memang untuk pertama kalinya hanya sebagai penerima hasrat dan menemukan klimaksnya dengan sempurna.
Dan Karin merasakan betapa sempurna perlakuan suami nya terhadap nya. Tidak sedikitpun dia melewatkan hal-hal indah yang di ingkan Karin. Semua persiapan ini adalah impian Karin untuk bisa Blan Madu dengan suami tercinta nya itu.
HAAHHAHAAHAH.....MAAAP YA BACAAAN NYA TERLALU FULGAR YA DI EPISODE INI....,
INGAT Y BACA NYA JANGAN DIKHAYALIN BANGET, NTAR JADI KEPENGEN LO. AWAS UNTUK YANG BELUM NIKAH 😁
__ADS_1