Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
Sang Mantan


__ADS_3

Hari ini adalah hari reunian Karin dengan teman-teman sekelas masa SMP nya, karena mereka tau bahwa Karin memiliki Kafe, maka teman-teman Karin memutuskan untuk reunian perdana mereka di kafe Karin.


Saat yang ditunggu datang, teman-teman Karin hampir semuanya datang, Karin hari ini khusus membuka kafe nya untuk teman-teman reuni nya, dan semua menu pun telah selesai disiapkn. Dan tentu saja alex juga hadir, karena Alex juga merupakan teman sekelas Karin sewaktu SMP dulu.


Saat mereka semua mulai berkumpul tiba-tiba mereka dikagetkan dengan kehadiran seseorang yang nggak disangka oleh teman-teman Karin sama sekali.


Seorang pemuda tampan dan kharismatik, terlihat sedang memarkir motornya didepan kafe Karin, lelaki tampan berhidung mancung, kulit putih, wajah bersegi benar-benar tampan itu memakai jaket kulit, celana jeans hitam sedikit robek pada lututnya, dan menggunakan sebuah tas salempang cowok merek Eiger model terkini.


Dia lalu masuk ke kafe Karin. Dengan mata tajam yang indah itu dia melihat dan menyalami semua teman nya, benar....., dia juga adalah teman alumni SMP Karin. Semua mata tertuju padanya, karena mereka kaget akan kedatangannya, nggak mungkin saja rasanya cowok sekelas dia mau datang reunian.


Tapi tidak hal nya dengan Karin, Karin sudah mengetahui kedatangannya. Ya, Karin selama ini masih berkomunikasi dengannya. Dengan Riko. Riko dan Karin memang belakangan mulai dekat lagi, itu karena Riko sering curhat dan meminta Karin menjadi teman nya saat terluka, Karin tidak bisa menolaknya karena Karin dulu begitu sangat mencintai Riko dan Riko selalu berbuat baik kepada Karin.


Riko mulai berjalan mendekat ke arah Karin setelah dia selesai menyalami semua temannya. Dia mendekati Karin dan menyapanya dengan lembut.


"hai Karin, apa kabar?", sapa Riko sambil mengulurkan tangannya.Sambil tersenyum manis pada Karin.


Karin lalu menyalami Riko dan menatapnya dengan tatapan dalam yang melepas rasa rindu dan mata bersinar.


"Baik" ucap Karin kepada mantannya itu.


Karin terlihat kikuk, begitupun Riko, mereka terlihat sangat kikuk oleh teman-teman mereka yang lain. Riko adalah lelaki populer dan tertampan di sekolah mereka dulu , dan Karin wanita paling memiliki tubuh seksi dan manis di kelas mereka. Bisa dikatakan mereka berdua adalah pasangan yang populer tapi hubungan mereka kandas hanya karena rasa segan terhadap orang lain.


"Kamu nggak berubah sama sekali ya, masih terlihat seperti dulu, tidak ada perubahan baik dari segi wajah dan tubuhmu, masih tetap seperti remaja" puji Riko, Karin tersipu malu.


Ya memang tidak banyak perubahan pada Karin, apalagi dia sangat ceria dan ramah, tentu saja, sifatnya itu membuat Karin jadi tetap awet muda seperti remaja, apalagi Karin memang banyak bergaul dengan para remaja belia.

__ADS_1


"Kamu juga, kamu masih tetap setampan dulu, dan masih terlihat seperti bujangan, dan masih saja keren" tambah Karin lagi.


Karin tersenyum manis menatap Riko, " serr.... darah di dalam tubuh Riko seperti naik ke atas kepala nya , karena muka Riko sangat merah merona, Riko langsung salah tingkah melihat senyuman manis Karin yang sedari dulu sangat dia sukai. Mereka sempat terlena beberapa waktu, seakan disana hanya mereka berdua, tapi sebuah suara membuyarkan suasana romantis mereka.


"Riko......, sampai kapan kamu akan berdiri disana?" teriak salah satu teman mereka.


Ya itu suara Alex. Alex ,Karin dan Riko dulu sempat terlibat cinta segitiga, tapi menurut Karin itu hanyalah cinta monyet. Tapi lagi-lagi Karin membohongi dirinya, padahal dia tahu pasti, kalau Riko masih ada dihatinya, walau hanya sebagai mantan terindah. Karena memang Riko tidak pernah menyakiti Karin, Riko selalu menjaga Karin. Hanya saja mereka memang tidak berjodoh, karena ada Alex diantara mereka, terpaksa Riko mengalah dan pergi, tapi tetap saja setelah Riko pergi, Karin nggak bisa menjadi kekasih Alex, hubungan Karin dan Alex hanya bertahan satu hari.


Di acara itu, Karin dan Riko tentu saja menjadi pusat perhatian. Karena Karin dan Riko terlihat kikuk, suasana sungguh terasa jadi tidak nyaman bagi mereka berdua. Tapi..., apa mau dikata, hati mereka sama-sama saling berdebar, masa lalu mereka sangat indah, kisah mereka menarik dan mereka tidak pernah saling membenci, apalagi setelah sekian lama tidak berjumpa.


Meemang diantara teman perempuan nya hanya Karin yang memang masih terlihat seperti layaknya gadis belia, dia sama sekali tidak terlihat sudah menikah, apalagi punya anak, sungguh, rasa kagum yang luar biasa dari sang mantan.


Riko tak henti- hentinya tersenyum malu pada Karin, begitu juga dengan Karin, pandangan mereka sangat lain, diam-diam mereka saling mencuri pandang, seperti apapun mereka menyembunyikan debaran-debaran mereka. Gerak tubuh mereka tidak bisa membohongi perasaan mereka berdua. Sungguh Karin hampir lupa diri.


Saat mereka sedang asyik menikmati makan malam, tiba-tiba saja Brian datang, Brian datang dengan gaya nya yang manja langsung merengek ke Karin


"Kamu dari mana dek? Karin lalu menarik Brian dan memaksa Brian duduk disampingnya, "sini duduk, makan makanan ini aja, ini sebenarnya Untuk mas Sandi, tapi mas Sandi masih sibuk jadi untuk kamu aja", ucap Karin sembari menyodorkan makanan pada Brian.


"Pedes nggak kak?" rengek Brian pada Karin.


"Nggak adek, karena untuk temen-temen kakaak, jadi kakak bikinnya ngga pedes" ucap Karin meyakinkan Brian.


"Maksih kakak, aku makan ya! " izin Brian manja.


"Iya silahkan" jawab Karin sambil tersenyum manis melihat tingkah Brian, dia sangat suka dengan sikap manja Brian ke padanya.

__ADS_1


"Makan kakak dan abang-abang?" tanya Brian sambil tersenyum kepada semua teman-teman Karin.


Semua menjawab dengan ramah, tetapi Riko hanya terdiam. Brian pun tidak sengaja melihat raut wajah dingin Riko padanya . Lalu Brian ingat, kalo dia adalah mantan Karin, Karin pernah cerita dan melihatkan foto mantannya ke pada Brian, jadi Brian hafal sekali wajahnya. Secara dia sangat tampan dan keren, bahkan Brian nggak nyangka Karin mempunyai mantan sekeren itu, karena Karin itu gaya nya sederhana saja dan wajah nya pun tidak cantik, tapi tidak dipungkiri Brian, Karin sangat mempesona.


Saat sadar itu adalah mantan Karin, Brian malah semakin menjadi jadi sikap nya pada Karin.


"Kakak nggak makan?" tanya Brian pada Karin, dan Karin hanya menggeleng.


"Kenapa? mau adek suapin?" aa... Brian membuka mulutnya dan menyuruh Karin mengikuti nya, tentu saja Karin nggak mau, Karin jadi gemes dan mencubit pinggang Brian.


"Aduh, sakit kakak sayang" ucap Brian manjah sambil menggoda Karin.


"Kampret ni anak manjain gua disini, nggak tepat banget waktunya, ada Riko lo. aaaa tidak!" rengek Karin dalam hati.


"Apa sih dek? kamu jangan usil sekarang deh, kakak kan malu"


"Wkwkwkkw" sebuah tawa meledak dari Brian.


"Tumben malu, biasanya kakak paling sukak aku gombalin", sontak muka Karin memerah, Karin paling ngak tahan sama sikap ni anak yang suka godain dia terus, tapi dia gak pernah bisa marah sama Brian. Karena..., ya...., dia sangat menyukai pemuda itu. Dibalik candaannya dengan Karin.


Brian tetap memperhatikan Riko diam-diam. Brian melihat betapa Riko hanya terfokus dengan Karin, Riko mengiringi senyum Karin di saat Karin tersenyum. Lagi-lagi rasa cemburu Brian muncul, dia nggaak suka ada yang menatap Karin dengan tatapan manis itu.


Ntahlah Brian selalu cemburu melihat Karin dengan pria lain, kecuali dengan mas Sandi. mungkin karena tau mas Sandi adalah suami Karin dan dia orang yang baik jadi Brian nggak pernah merasa cemburu dengan mas Sandi.


Karin kembali berbicara dengan Riko dengan santai, seakan akan tidak ada hubungan masa lalu lagi diantar mereka, Karin bisa mengembalikan kondisi jadi lebih tenang, tapi begitu selesai menikmati makanan mereka, acara bebas pun dimulai. Ya namanya saja bebas, tentu saja suka-suka mereka.

__ADS_1


Riko mengambil gitar yang ada disampingnya, lalu mulai bernyanyi dan bermain gitar, lagu yang dia nyanyikan sangat dikenal oleh Karin. Ya...., itu lagu favorite mereka berdua dulu setelah mereka putus, (memori berkasih)Riko benar-benar bermain dengan keren. Kemahirannya tidak memudar dengan bertambah nya umurnya, sudahenam belas tahun Karin tidak melihat Riko bermain gitar, ternyata dia masih tetap seperti dulu, bahkan mungkin lebih keren, Karin terbuai dengan permainan gitar Riko, dan lagi Brian merasa kesal "dasar kampret" umpatnya dalam hati.


__ADS_2