
Berbekal apa yang ia dapatkan di internet, kini Rayden membawa sebuah buket bunga super besar di tangannya, tidak tanggung-tanggung buket itu memiliki seratus buah bunga mawar merah dengan kualitas super bagus. Untuk menunjukan ketulusannya saat ini ia bahkan membawa buket itu dengan tangannya sendiri bukan meminta bawahannya membawa itu. Sebenarnya sedikit malu karena di lobby apartemen Dara tadi cukup banyak orang tetapi ia tidak memperdulikan itu, yang penting Dara bersedia menerimanya.
Ini adalah hari minggu jadi Rayden yakin Dara berada di apartemennya, ia mendapatkan informasi jika Dara tinggal di apartemen ini, ia berada di nomor 45 di lantai tiga.
"Paman Ray!"
Sebuah panggilan itu membuat Rayden menghentikan langkahnya, ia baru saja akan menaiki lift tetapi panggilan itu mengentikan dirinya. Seorang anak kecil dengan sebuah robot di tangannya, Rayden tentu masih mengingat anak itu.
"Hei Lucas," sapanya lembut, lelaki itu mengurungkan niatnya untuk menaiki lift dan mendakati Lucas.
"Kau tinggal disini?"
"Iya Paman, apakah Paman juga tinggal disini?"
Rayden menggeleng, "Tidak, paman hanya datang berkunjung."
Pandangan Lucas teralihkan pada bunga di tangan Rayden, mata bulat anak itu semakin lucu saja saat membola.
"Katanya bunga diberikan pada pacar, apakah Paman akan menunjungi pacar Paman disini?"
Rayden terkekeh, "Memangnya kau tahu apa itu pacar?"
Tentu saja anak itu menggeleng, ia selalu mendangarkan pembicaraan ibunya dan juga Anna. Kedua wanita itu memang sering sekali membicarakan hal apapun di depan Lucas, anak itu tidak banyak mengerti tetapi tidak bisa juga bertanya karena hanya akan mendapatkan marah dari Dara.
__ADS_1
"Lucas tidak tahu tapi mommy sering membicarakannya."
"Ah begitu ... lalu Lucas mau kemana? Kenapa sekarang kau sendiri lagi?"
Menurut Rayden membiarkan anak kecil itu berkeliaran sendiri bukanlah hal yang baik, ia akan dengan mudah menjadi sasaran empuk penculik. Orang tua mana yang begitu tidak peduli dengan anaknya dan membiarkan anaknya bermain sendiri seperti ini.
"Lucas akan bermain robot di taman Paman, robot Lucas perlu menghirup udara segar."
Rayden terkekeh mendengarnya, "Baiklah tapi hanya sampai taman ya, jangan jauh-jauh. Juga tidak boleh lama-lama, kau harus segera kembali."
Lucas mengangguk, "Tentu saja Paman, Lucas pergi dulu."
Kelereng itu tertarik untuk mengikuti langkah Rayden yang semakin menjauh, langkah kaki riang tanpa beban dan juga senyuman ceria anak itu berhasil menghangatkan hati Rayden, awalnya ia tidak menyukai anak kecil karena menurutnya itu akan sangat merepotkan, ia harus merawat anak yang hanya bisa menangis lalu membesarkannya.
"Ayo Dara, kita harus memiliki anak selucu Lucas juga!" ucapnya pada udara kosong.
Rayden melangkahkan kakinya menuju lift, menekan lantai tiga sebagai tujuannya. Tidak begitu lama ia telah sampai di lantai tiga dan langsung saja mencari nomor apartemen milik Dara. Setelah menemukannya Rayden langsung menekan bel, sekali tekan tidak ada jawaban, hingga pada tiga kali tekan ia mendapati pintu terbuka menampakkan sosok Dara masih dengan baju tidurnya, rambut wanita itu bahkan masih acak-acakan.
"Untuk apa kau kesini?!"
Dara hendak menutup kembali pintu tetapi dengan segera Rayden menahannya, meski tanpa persetujuan ia juga berhasil untuk masuk ke dalam.
"Aku membawakan bunga untukmu," Rayden menyerahkan bunga itu pada Dara tetapi wanita itu tidak menerimanya.
__ADS_1
"Keluar darisini!"
"Oh ayolah Dar, aku sudah lelah memabawakan bunga ini untukmu, hargailah sedikit."
"Aku tidak memintanya," balas Dara ketus.
Rayden hanya menghela nafasnya sebentar, selanjutnya ia meletakan bunga itu di meja.
"Dar, kenapa kau sangat ketus padaku?"
"Apakah aku perlu menjawabnya?"
Wajah Rayden berubah menjadi serius, penolakan Dara yang kesekian kalinya ini benar-benar membuatnya sedih, "Aku salah apa Dara? Saat itu kau yang pergi, kau berkata sudah memiliki kekasih baru sedangkan saat itu kita masihlah sepasang kekasih, itu artinya kau menghianatiku. Seharusnya aku yang marah Dara, tetapi mengapa sekarang kau justru yang terlihat sangat membenciku?"
...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
__ADS_1
Khalisa🌹