
Tok... Tok...
Ketukan pagi hari di pintu rumahnya membuat Anna mendengus kesal, ini masih pukul enam pagi bahkan dirinya belum beranjak untuk mandi, lagi pula seharusya dirinya bukanlah orang penting yang pagi-pagi seperti ini sudah mendapatkan tamu.
Anna tidak sempat membenarkan penampilannya karena pintu rumahnya diketuk terus dengan tidak sabaran, ia langsung membuka pintu. Dahinya mengernyit melihat siapa yang datang, dia adalah Albert yang lengkap dengan jas dan juga sudah sangat rapi, seperti biasa aroma maskulin miliknya selalu mengelilingi lelaki bertubuh tinggi itu.
"Kalau kau datang kesini untuk mengatakan aku adalah kekasihmu, silahkan pergi dari sini karena aku bukanlah orang itu!"
Albert terkekeh, ia sudah memutuskan untuk membuat Anna jatuh cinta tanpa memaksakan ingatan Anna. Dirinya akan berusaha dengan tenaganya membuat Anna jatuh ke pelukannya, meski saat ini ia begitu ingin membawa Anna ke sisinya tetapi Albert akan bersabar dan memulai semuanya dari awal.
"Jangan terlalu percaya diri, aku kesini untuk membawamu ke sidang perceraianku, sebagai wanita simpananku tentu kau harus datang bukan?"
Anna mendengus, datang memunculkan dirinya bersama Albert ke sidang perceraian itu artinya menjatuhkan harga dirinya ke dasar jurang. Anna tidak sebodoh itu hingga membiarkan semua orang tahu jika dirinya adalah wanita simpanan, karena kenyataannya saja ia bukanlah wanita simpanan.
"Aku tidak mau menjatuhkan harga diriku!"
"Ah baiklah, kalau begitu aku akan mendatangi bos mu itu dan mengatakan semua sandiwara kita. Akan aku pastikan, kau tidak akan mendapatkan satu rupiah pun darinya."
"Hei! Kenapa kau sangat keterlaluan? Perjanjian kita dari awal tidak sampai pada urusanku dengan nyonya Elin!"
Albert berpura-pura berpikir, "Perjanjian apa? Sepertinya kemarin kepalaku terantuk sehingga melupakan perjanjian itu."
Rasanya Anna ingin sekali mencakar wajah Albert dengan kuku panjangnya, membuat ukiran di wajah tampan itu hingga ia puas. Tapi tentu ia tidak bisa melakukannya, lelaki di depannya ini memang begitu menyebalkan.
Albert mengulurkan dua buah paperbag yang sedari tadi ia pegang pada Anna, "Cepatlah ganti bajumu, kau memiliki lima belas menit untuk itu."
"Aku tidak mau namaku hancur, oh ayolah jangan selicik ini Albert!"
"Kau adalah Selina Cathrine, yang hancur reputasinya bukan reputasimu."
__ADS_1
"Tapi tetap saja ak—"
"Baiklah jika tidak mau, aku pastikan nanti tidak akan lupa memberitahukan semuanya pada bos mu, agar kau tidak mendapatkan bayaranmu."
Anna merebut paperbag itu dengan kasar, "Dasar licik!" setelah mengatakan itu Anna beranjak masuk, pada akhirnya mau tidak mau ia harus kalah dengan ancaman Albert.
Perlu waktu setengah jam untuk Anna selesai mandi dan mempersiapkan dirinya, seharusnya itu tidaklah cukup tetapi teriakan Albert yang terus saja menyuruhnya cepat membuat Anna bersiap secepat mungkin.
Anna keluar dengan dress yang tadi ada di paperbag, sebuah gaun off shoulder yang memperlihatkan bahunya dengan jelas, dress itu bukan hanya membentuk tubuhnya dengan sempurna tetapi juga memperlihatkan paha dan kaki jenjangnya.
Sejenak Albert terpaku dengan penampilan Anna, tubub gadis itu nampak begitu menarik dengan pakaian itu tetapi ia tidak akan membiarkan Anna dilihat banyak orang dengan pakaian itu.
"Gantilah pakaianmu!"
Anna mendengus kesal, "Bukankah ini pakaian yang kau berikan? Ini sudah cocok dengan peranku sebagai wanita simpanan!"
"Kau ingin aku memakai bikini atau apa?"
Albert menghela nafas kasar, ia juga lupa jika gadis di depannya ini sangatlah keras kepala, Albert melepaskan jas nya juga melepaskan dasi yang sudah terpasang rapi, kini hanya terisa kemeja putih yang dua kancing teratasnya terbuka di tubuhnya. Albert menyampirkan jas itu pada tubuh Anna, sehingga sekarang bahu mulusnya tertutup.
"Jangan sampai kau melepaskan jas ini!"
Anna mengangguk tanpa keberatan, ia langsung memasuki mobil Albert tanpa menunggu lelaki itu memerintahnya.
"Kau kemarin menyewa mobil mewah dimana, kenapa sekarang tidak menyewanya lagi?" pertanyaan Anna sekaligus menyearkasi Albert.
Sekarang mobil yang Albert bawa adalah yaris putih dengan tipe keluaran lama yang harganya tidak sampai 200 juta, harga itu tidak ada seujung kukunya dengan mobil yang di bawa Albert kemarin.
Sedangkan Albert hanya menanggapi kalimat itu dengan senyuman simpul saja, ia belum ingin memberitahukan pada Anna tentang dirinya yang sebenarnya.
__ADS_1
Bukannya langsung pergi menuju ke tempat persidangan Albert justru menghentikan mobilnya di sebuah salon, tentu saja hal itu mendapatkan protes dari Anna.
"Untuk apa kita kesini, bukankah persidangannya sudah akan dimulai?"
"Persidangan dimulai jam 9, masih ada dua jam sebelum itu."
Anna nyaris menjatuhkan rahangnya, tadi Albert berteriak seperti orang gila hanya untuk menyuruhnya bersiap dengan cepat. Anna bahkan tidak sempat untuk merias wajahnya, hanya sempat mengoleskan lipstik merah.
"Lalu kenapa tadi kau menyuruku untuk buru-buru?"
"Karena aku tidak suka menunggu," ucapnya santai.
"Lalu untuk apa kita disini?"
"Bukankah seorang wanita simpanan harus terlihat menggoda, kau tidak boleh polos tanpa make-up ... turunlah!"
Anna hanya mengikuti Albert untuk turun dari mobilnya, mengekor di belakang lelaki itu.
...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
Khalisa🌹
__ADS_1