Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
22. Meremehkan Karena Tidak Merasakannya.


__ADS_3

[Datanglah ke kantorku sekarang juga, lanjutkan drama ini! Atau aku akan mengatakan yang sejujurnya pada penyuruhmu]


Pesan singkat dari nomor tidak dikenal itu berhasil membuat Anna harus bersiap untuk memenuhi perintah itu. Tanpa harus Anna tebak jika pengirim pesan itu tentu adalah Albert, tidak tahu juga lelaki itu mendapatkan nomornya dari mana. Anna masih belum mendapatkan bayaran dari nyonya Elin, wanita itu mengatakan baru akan mengirimnya begitu Albert dan Sarah bercerai, sesuai dengan kesepakatan awal.


Tadinya ia tengah berjalan-jalan bersama Deff di taman kota, Anna beralasan mendapatkan panggilan mendadak dari pekerjaannya. Deff memang sedikit keheranan pada awalnya tetapi untung saja lelaki itu tidak memperpanjangnya dan tidak jadi curiga.


Anna sudah memastikan penampilannya berbeda jauh, bedak super tebal dan juga lipstik merah, ia harus berperan sebagai pelakor profesional tentunya. Setelahnya ia bergegas keluar, sampai di luar ternyata taksi online yang ia pesan sudah berada di depan kontrakannya.


Tidak membutuhkan waktu lama ia sudah sampai di SJ group, begitu memasuki gedung itu sepanjang jalan ia bisa mendengar orang-orang yang mencemoohnya. Rupanya mereka belumlah lupa tentang kejadian mengenai Anna menggoda Albert. Kabar itu awalnya hanya sebuah kabar kecil tetapi yang namanya tukang gosip tentu saja membesarkannya hingga sangat besar, tidak tahu saja mereka jika Albert itu begitu sulit untuk digoda.


Anna tidak memperdulikan itu semua, ia hanya terus melangkahkan kakinya menuju lift agar cepat sampai di ruangan Albert.


"Ada apa Tuan Albert yang terhormat!" sarkasnya begitu tiba di ruangan Albert.


"Kemarilah!"


Anna mendekat seperti apa yang di perintahkan Albert. Lelaki itu melepaskan jas dan juga dasinya, membuka dua kancing teratas dari kemeja putihnya.


Albert menunjuk kakinya dengan dagu, "Duduklah!"


Tentu saja Anna tidak melakukannya, ia tidak bisa duduk begitu saja di pangkuan Albert seperti kemarin.


"Tidak! Tuan Albert jangan mengambil keuntungan sendiri, kita ini sedang bekerja sama!"


Albert terkekeh mendengar itu, "Mengambil keuntungan? Justru yang seharusnya beruntung bisa berdekatakan denganku!"


Srett,


Albert menarik lengan Anna dan membuat gadis itu terhuyung jatuh ke pangkuan Albert. Kini mereka saling berhadapan, jarak mereka begitu dekat.


"Apa yang sedang kalian lakukan!" teriakan marah itu berasal dari pintu.

__ADS_1


Albert tersenyum miring, ini sesuai dengan prediksinya, bahkan sangat tepat. Lelaki itu berdiri menuntun Anna agar ikut berdiri, dilihatnya seorang wanita dengan jas putih di depan pintu, itu adalah ibunya.


Baru saja akan melangkah, Albert sudah melihat ayahnya juga datang memasuki ruangan.


Bugh... Bugh... Bugh...


Tinjuan itu mendarat di perut Albert dengan keras, menimbulkan ngilu dan juga rasa mual yang tak tertahankan. Ayah baru saja bersedia berhenti memukuli Albert begitu ibu berteriak memisahkannya.


Anna hanya terdiam di tempatnya menyaksikan hal itu, di satu sisi ia bingung dengan tujuan Albert memperburuk citranya sendiri tetapi di sisi lain meruntuki Albert karena lelaki itu membuat tittle pelakor dalam dirinya dilihat oleh kedua orang tua Albert.


"Apa lagi sekarang yang kau lakukan! Kau semakin keterlaluan Albert!"


"Memangnya apa yang aku lakukan Ayah?"


Tatapan ayah beralih pada Anna, menunjuk Anna dengan jari telunjuknya. "Kau! Kau adalah wanita penggoda itu?!"


Anna terdiam, jujur saja ia bingung berada di posisi ini. Anna sangat tidak ingin di cap penggoda oleh orang lain lagi, sudah cukup seluruh karyawan kantor saja.


"Ayah, ini bukan salahnya."


"Ya, ini salahmu semuanya salahmu! Bagaimana bisa kau menyukai ****** yang melemparkan tubuhnya padamu sedangkan Sarah yang seorang wanita baik-baik kau campakkan!" ucap ayah menggelegar.


"Memangnya apa yang diharapkan dari sebuah perjodohoan, aku dan Sarah menikah karena perjodohoan dan aku tidak mencintainya. Tolong ayah hargai keputusanku untuk bersama orang yang aku cintai."


Ayah memporandakan apapun yang ada di meja kerja Albert, amarahnya ini begitu tidak terbendung. Tadi pagi nyonya Elin menghubunginya dan mengatakan jika Albert menyelingkuhi Sarah bahkan sudah tidur bersama dengan selingkuhannya itu.


"Kau sangat rendah Albert! Tidak bisakah kau membuatku tenang? Urusan perusahaan ini saja kau sudah cukup membuatku malu untuk menghadapi kakekmu dan sekarang kau sudah berulah lagi?"


"Maaf Ayah tetapi memang seperti ini yang terjadi," ucap Albert dengan santai.


"Jelaskan sendiri pada kakekmu, aku tidak mau menanggung malu atas perbuatanmu!"

__ADS_1


Setelah mengucapkan hal itu ayah pergi meninggalkan ruangan, melihat ayah sudah pergi kini giliran ibu yang mendekati Albert. Wanita itu adalah wanita yang penuh dengan kasih sayang, meskipun Albert ini menjengkelkan tetapi Albert tetap putra bungsunya yang begitu ia sayang.


"Ayahmu memang sangat kecewa, tetapi kau juga berhak atas pilihanmu sendiri. Maaf, Ibu tidak bisa berbuat banyak untuk membantumu."


Setelah mengucapkan kalimat itu ibu melangkan kakinya pergi, meninggalkan Albert dan Anna berdua dalam ruangan itu.


"Aku sudah berkata, tidak ingin keluargamu tahu, mengapa kau malah membuatku menjadi wanita yang begitu menjijikan di mata mereka?"


"Bukankah itu benar?"


Anna ingin sekali melemparkan sepatu hak nya ke mulut Albert yang berkata demikian, tidakkah Albert bisa menghargainya sedikit saja?


"Aku masih memiliki harga diri!"


"Harga diri? Jelas-jelas kau melemparkan dirimu untuk menggodaku, hanya demi uang, sangat rendah!"


"Kau bisa berkata begitu karena tidak tahu rasanya ditagih hutang setiap hari, kau tidak tahu rasanya tidak bisa tidur karena memikirkan hutang begitu banyak! Kau hanyalah tuan muda yang sudah terlahir dengan bergelimang harta, tetapi aku heran kau justru tidak becus mengurus satu perusahaan saja!"


Setelah mengatakan itu Anna melangkahkan kakinya itu pergi dari sana, meninggalkan Albert yang menatap punggungnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.


With love,


Khalisa🌹

__ADS_1


__ADS_2