
"Apa? Kau datang ke rentenir lalu rentenir itu mengatakan jika hutangmu sudah lunas semuanya?"
Anna mengangguk, saat ini ia tengah berada di sebuah cafe bersama dengan Dara. Baru saja ia menceritakan tentang kejadian itu pada Dara.
"Iya Dar, aku jadi bingung siapa orang baik hati yang melunasinya."
"Kalau begitu gunakan uang yang dari nyonya Elin itu untuk kebutuhanmu. Belilah sebuah apartemen untukmu tinggal."
"Aku masih takut menggunakannya, bangaimana jika yang melunasi hutangku muncul dan menagihnya."
"Jika memang akan datang menagih pastinya sudah tiba, tapi buktinya sampai sekarang belum juga ada. Sebaiknya kau gunakan saja Anna, kau juga perlu mendapatkan kehidupan yang layak."
Selama ini hidup Anna selalu saja susah, ayahnya meninggalkan hutang sedangkan harta sedikitpun ia tidak punya. Harus membagi uang yang sedikit untuk biaya hidup dan juga membayar bunga hutang setiap bulannya. Anna tidak memiliki uang lebih bahkan hanya untuk sekedar menyewa kontrakan yang layak.
"Mungkin memang aku harus menyewa sebuah apartemen. "
"Gunakan saja Anna!"
Anna mengangguk dengan mantap, "baiklah aku akan segera mencari unit yang cocok."
"Atau kau bisa membeli apartemenku saja, kudengar akan dijual oleh pemiliknya, pasti harganya tidak terlalu mahal."
Dara menyewa sebuah apartemen pada seseorang, ia membayarnya setiap bulan.
"Kau mulai sekarang akan tinggal bersama Rayden?"
__ADS_1
Dara menganggukan kepalanya, tinggal di rumah Rayden yang luas dan besar tentu ia tidak bisa menolak. Apalagi saat tahu jika Rayden begitu menyayangi Lucas, Dara menjadi tidak khawatir lagi.
"Rayden begitu menyayangi Lucas, Anna. Aku juga sangat senang karena akhirnya Lucas bisa bersama sosok seorang ayah."
Anna ikut lega mendengarnya, ternyata sosok Rayden berbeda jauh dengan yang Dara ceritakan pertama kali, lelaki itu tidak sama sekali memiliki niatan untuk membunuh Lucas melainkan begitu menyayangi anak itu.
"Jadi selama ini Rayden juga yang sering menjemput Lucas dan mengajaknya bermain?"
"Benar Anna, aku tidak menyangka, padahal saat itu Rayden juga tidak tahu jika Lucas adalah putranya."
"Hubungan darah itu kental dan tidak bisa diremehkan, Dar."
"Iya Anna, aku percaya itu."
***
Matteo berpenampilan sangat rapi, dengan jas hitam dan juga pantofelnya yang mengkilap. Lelaki itu memangkas rambutnya cepak sehingga nampak lebih rapi. Sekarang penampilan Matteo seperti seorang pebisnis muda yang sangat disiplin.
Roy menerima uluran tangan itu sembari berucap, "Saya Roy Anderson."
"Mengenai penawaran yang sudah saya kirimkan, apakah Tuan Roy setuju?"
Roy kembali fokus pada pikirannya, ia sudah berdiskusi dengan ayahnya mrngenai SJ group. Memiliki dua pilihan antara mempertahankan perusahaan itu dengan kembali memasukan modal besar atau menjualnya saja. Memasukan modal besar juga bukan pilihan yang bagus karena perusahaan itu tidak lama lagi akan hancur, operasional kacau, karyawan yang tidak mumpuni juga diperparah dengan masa kepemimpinan Albert yang memutus banyak kerjasama SJ group dengan perusahaan lain.
"Penawaran yang Tuan Matteo berikan terlalu, kecil saya meminta tawaran Anda di naikkan."
__ADS_1
"Harga itu sudah cukup untuk membeli sebuah perusahaan yang hampir bangkrut, anggap saja aku hanya membeli bangunannya karena seluruh operasionalnya sudah kacau. Harga itu lebih dari cukup untuk membeli nilai sebuah bangunan serta isinya."
Roy sedikit terkejut, tidak menyangka saja jika orang di depannya ini susah banyak tahu mengenai perusahaan miliknya itu.
"Tapi tidak bisakah Tuan menaikkannya sedikit? Hutang kami karena SJ group ini sangat banyak."
"Itu bukan menjadi urusanku, karena urusanku hanyalah membeli perusahaan ini. Masalah apapun oleh yang pemilik sebelumnya, bukanlah urusanku, Tuan."
Roy menghebuskan nafas pasrah, daripada membiarkan perusahaan itu ditutup lalu terbengkalai memang pilihan terbaik menjualnya meski dengan harga yang sangat murah.
"Baik Tuan, saya setuju."
Matteo mengangguk, ia memberikan beberapa lembar surat perjanjian dan juga sebuah dokumen. Tidak lupa cek berisi sejumlah uang juga telah ia siapkan.
"Silahkan baca perjanjian ini, notaris akan datang mengurus semuanya esok hari."
"Baik Tuan."
...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
__ADS_1
With love,
Khalisa🌹