Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
Cemburu


__ADS_3

"kakak apa apaan sih, adek baru datang udah marah- marah?" Tanya Brian dengan kesal pada Karin.


Karin lalu menatap tajam Brian "kamu masih bertanya kakak kenapa? kamu nggak ngerasa bikin salah apa sama kakak?" Karin memasang wajah kesal pada Brian.


Brian hanya menggerutkan keningnya dan menggaruk kepala nya dengan wajah polos. "Emang gue salah apaan sih?" tanya Brian dalam hati.


"'Perasaan adek baru datang, kakak kok udah sewot aja? emang adek bikin salah apa sama kakak? sini-sini deh, duduk dulu." Brian menarik tangan Karin dan meminta Karin duduk disampingnya.


Dengan nada rendah Brian bertanya kembali pada Karin. "kakak tayang-tayang adek kenapa? kok sewot?" Karin tidak tahan dengan kalimat Brian yang manis itu. Wajah Karin yang semulanya sangar berubah merah merona dan malu-malu, Iya Karin paling mudah luluh oleh bocah satu ini.


"Kakak tadi liat status WA kamu" ucap Karin.


"trus? apa ada yang salah dengan itu kakak?" tanya Brian pelan.

__ADS_1


"Ya adalah" teriak Karin spontan.


Brian menarik ke atas salah satu alisnya dengan bingung dia bertanya lagi, "salah adek apa kakak?".


Karin tiba-tiba berdiri dan Brian menarik lagi tangannya untuk duduk kembali, tingkah Karin yang seperti ini membuat Brian geli sendiri. Bagi Brian Karin itu menarik, terkadang ke ibuan, bisa untuk tempat dia bermanja, terkadang kekanak kanakan, membuat Brian jadi ingin terus menerus menggoda nya.


"Menggoda? justru Karinlah yang selalu berusaha menggodanya" bisik Brian dalam hati. Dan Brian suka itu, dia suka melihat Karin selalu merindukannya.


Iya...., Karin adalah wanita penggoda menurut para customer nya, dia selalu tersenyum manis saat berbicara. Membuat para customernya jadi salah tingkah, tidak sedikit pemuda langganannya yg menyukainya, termasuk Brian. Dan Brian bahkan dimusuhi beberapa temannya hanya karena Brian menjadi adek kesayangan Karin. Bagi Brian dia beruntung memiliki kakak yang baik, dan bagi Karin dia beruntung bisa mengidolakan Brian yang juga sangat baik.


"Jadi kakak kenapa?" tanya Brian lagi.


"Kakak tadi habis liat status WA kamu, kamu bikin boomerang sama cewek, dan kakak nggak suka."

__ADS_1


Tiba-tiba tawa Brian meledak. "Kakak cemburu?" Brian langsung nembak Karin dengan pertanyaan yang menganggetkan Karin.


Ya iyaalah Karin kaget, emang Brian pikir mereka cuma berdua? kan ada yang lagi makan juga di pojok sana , muka Karin langsung memerah dan kesal. Lalu Karin mencubit pinggang Brian.


"Apaan sih kamu? siapa juga yang cemburu? kakak cuma nggak sukak saja, kamu balikan sama mantan kamu" elak Karin atas tuduhan Brian. Tapi, sebenarnya mungkin iya, dia cemburu.


Brian lalu tersenyum manis melihat kearah Karin, dia tatap dalam mata Karin. Dan meminta Karin kembali menjawab pertanyaannya dengan jujur sambil menatap matanya. Kali ini Karin tidak bisa mengelak.


"Iya, gue cemburu, gue sangat cemburu ," bisik Karin dalam hatinya. Karin mulai merasa hilang akal sehat, dia sudah nggak bisa lagi membedakan perasaan nya terhadap Brian. yang jelas dia saat ini sedang cemburu, cemburu melihat Brian bersama mantan nya.


Brian tersenyum puas. Lagi-lagi Brian merasa menang saat dia melihat Karin si wanita penggoda yang di sukai banyak lelaki itu tidak sanggup untuk bersembunyi dari perasaan cemburu nya terhadap Brian yang sedang menjalin asmara dengan wanita lain. Brian sangat puas, dan Karin terjebak oleh hatinya sendiri.


Kenapa harus begini? kenapa ada perasaan cemburu terhadap seorang bocah? haruskah aku berada di posisi hati seperti ini? jujur aku mengagumi bocah ini. Tapi, aku tidak mau perasaan ini menjadi berbeda.

__ADS_1


Tidak, aku yakin..., ini hanya perasaan cemburu seorang kakka ke pada adik nya. Namun, apapun itu tetap saja namanya CEMBURU. Karin mulai merasa resah dengan kalimat itu. Sedangkan Brian hanya tertawa karena Brian sendiri pun hanya menganggap tingkah kakak nya itu biasa dan wajar saja. karena mereka memang dekat jadi wajar saja ada rasa cemburu.


__ADS_2