Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
24. Aku Menemukanmu.


__ADS_3

Anna baru saja mengganti pakaiannya dengan gaun tidur, ia lebih suka mengenakan gaun tidur dibandingkan piyama, menurutnya gaun tidur lebih nyaman, meski saat nanti bangun gaunnya sudah naik ke atas. Setelah mengoleskan krim malam ke wajahnya, kini ia beranjak ke ranjang kecilnya untuk tidur.


Tapi baru saja ia akan memejamkan mata, sudah ada yang mengetuk pintu. Anna mendegus kesal, siapa orang yang malam-malam seperti ini datang untuk menganggunya?


Anna meraih long blazernya untuk menutupi bahunya yang terekspos. Lalu ia lekas membuka pintu, meski dengan perasaan kesal.


"Hai Anna!"


Kedua mata gadis itu membola mendapati rentenir biasa menarik hutang padanya, tidak hanya dua lelaki berbadan kekar tetapi sekarang juga dengan bos nya.


"Kalian mau apa? Aku sudah mengirimkan pesan jika aku akan melunasi seluruh hutangku, minggu depan!"


Dua minggu lalu adalah tanggal pembayaran bunga, tetapi karena Anna tidak memiliki uang sama sekali ia memberitahukan akan melunasinya jika diberi waktu satu minggu lagi.


"Kau terus menundanya, bilang saja kau memang tidak bisa membayarnya. Serahkan saja tubuhmu padaku!"


Bos rentenir memandang Anna bahkan hampir berliur, paras Anna memang cantik begitu juga dengan tubuhnya yang begitu menggoda, siapapun lelaki akan tergoda olehnya.


"Aku berjanji akan membayarnya minggu depan, lebih baik sekarang kalian pergi!"


"Sopanlah sedikit Anna! Jangan kurang ajar!"


Anna memutar bola matanya malas, memang tamu tidak di undangnya ini begitu menyebalkan.


"Serahkan saja tubuhmu," bos itu maju satu langkah dengan seringaian.


Anna mundur, tentu ia tidak akan menyerahkan dirinya pada lelaki tua mesum yang menurutnya menjijikan ini.


Dugh,


Anna menendang area vital milik bos rentenir hingga membuatnya mengaduh kesakitan. Memanfaatkan kesempatan dengan baik Anna langsung lari secepat mungkin dari mereka.


"Kejar perempuan kurang aja itu!" perintah bos rentenir.


Dua orang berbadan kekar langsung itu berlari mengejar Anna.


Anna terus berlari secepat mungkin, ia bahkan tidak peduli dengan kaki telanjangnya yang kini sudah tergores oleh ujung batu runcing. Anna tidak akan membiarkan tubuhnya berguna untuk membayar hutang, ia tidak akan rela.


Salah seorang berhasil menarik ujung belakang blazer Anna, karena panik Anna melepaskan blazernya dan membuat lelaki itu terjungkal. Anna masih tetap berlari hanya dengan menggunakan gaun tidurnya, gaun itu memperlihatkan dengan jelas setiap lekuk tubuh Anna, bahannya juga tipis dan sedikit tembus pandang karena berwarna putih.


Anna tidak sadar telah masuk ke kawasan gang berbahaya, gang itu adalah markas salah satu kelompok gangster di kota itu, tetapi Anna tidak tahu mengenai hal itu. Bagaikan keluar dari cengkraman buaya lalu masuk ke kandang harimau.


"Kau salah jalan cantik," suara itu membuat Anna berhenti, napasnya juga masih memburu.


Pandangan Anna mengedar, remangnya cahaya bulan yang menjadi satu-satunya penerangan membuat gadis itu kesulitan untuk melihat sekitarnya. Jika tidak salah ada sekitar dua puluh orang lelaki yang berada di depannya, penampilan mereka menyeramkan dan tidak terlihat seperti orang baik-baik.


Anna hendak melarikan diri tetapi lengannya di cekal oleh seseorang, "Tubuhmu indah sekali, benar-benar keberuntungan ada dewi seindah ini mendatangi kita."


Tatapan berliur itu seolah siap sekali menerjang tubuh Anna.


"Ayo Bos, aku sudah tidak sabar!"


Ketakutan mulai menyelimuti Anna, ia menendang dengan kuat tulang kering lelaki yang tengah memegangi tangannya. Pegangan itu terlepas membuat Anna kini berlari tunggang langgang menjauhi tempat itu, rupanya mereka juga tidak ingin melepaskan dirinya.

__ADS_1


"Jangan lari kau!"


Anna terus berlari, ke arah manapun asalkan dia bisa terlepas dari mereka.


Brugh,


Karena saking fokusnya berlari ia tidak sengaja menabrak seseorang, orang itu masih berdiri tegap tetapi Anna yang jatuh tersungkur. Anna mengamati orang itu rupanya itu adalah Albert.


"Tolong! Tolong aku!"


Anna meraih lengan Albert dengan tatapan penuh harap, tanpa sadar air mata sudah mengalir di pipinya, gadis itu sangatlah ketakutan.


Para gangster itu sudah tiba di tempat mereka, "Hei Bung, kemarikan gadis itu, dia milik kami."


Albert membawa Anna ke arah belakang, "Kalau begitu lewati aku dahulu!"


Pertarungan tidak terelakan, Albert harus mengahadapi dua puluh orang itu seorang diri. Ini adalah Albert, sang petarung yang bisa mematahkan lengan hingga cedera seumur hidup.


Tidak membutuhkan waktu lama Albert sudha bisa menumbangkan separuhnya, gangster itu terlihat kewalahn lalu ketuanya memerintahkan semua anak buahnya untuk mundur.


Grebb,


Anna langsung berlari ke pelukan Albert menumpahkan tangisnya disana, tubuhnya juga bergetar sangat hebat. Tidak biasanya ia ketakukan hingga seperti ini.


Kini mereka sangatlah dekat Albert memperhatikan dengan seksama, gadis itu memiliki garis wajah yang sangat indah meski tanpa riasan sedikitpun, wajah itu kini nampak tidak asing. Mencoba memutar pikirannya dan mencari tahu sisa ingatan tentang wajah cantik itu, semakin mengingat maka perasaannya semakin tidak karuan.


"Anna," nama itu kini terucap.


Albert merasakan jantungnya berdetak semakin kencang, kini ia membalas pelukan gadis itu bahkan sekarang ia memeluknya sangat erat.


"Terimakasih, kau sangat berjasa malam ini, aku tidak akan melupakan itu." ucap Anna sembari melepaskan pelukannya.


"Akhirnya aku menemukanmu Anna."


Mendengar pernyataan itu Anna mengernyitkam dahinya, tentu ia tidak paham dengan apa yang terjadi.


"Apa maksudmu?"


"Kau tidak mengingatku?"


"Mana mungkin aku tidak mengingatmu, kau pikir aku ini pikun?"


"Kau tidak merindukanku?"


Anna semakin kebingungan, kini orang di depannya ini terasa sedikit aneh. Biasanya Albert akan bertutur kata dengan nada dingin yang bisa membuat siapapun merinding, tetapi kali ini begitu hangat dan lembut. Bahkan tatapan mata itu sangat menenangkan.


"Apakah kau mabuk?"


"Jadi kau memang tidak merindukanku?"


"Merindukan seseorang yang sudah memiliki istri, bahkan juga memiliki wanita simpanan? Sepertinya tidak!"


"Kau tahu semuanya?"

__ADS_1


"Oh ayolah, sepertinya kau memang sedang mabuk ... tapi tunggu, darimana kau tahu nama asliku?"


"Nama asli?"


Anna mengangguk, "selama ini aku tidak pernah menyebutkan namaku padamu."


"Apa maksudmu Anna? Ini pertemuan pertama kita setelah kita terpisah!"


"Pertemuan pertama apanya? Kita bahkan kemarin baru saja bertemu! Kau ini sangat aneh!"


Albert menautkan kedua alis tebalnya, kembali lagi ia tatap gadis di depannya ini. Mencari sesuatu yang mungkin saja dapat ia gunakan untuk mengetahui semua kebenaran.


"Selina? Kau—"


Saat Anna menggunakan make-up tebal dan juga lipstik super merah itu terlihat berbeda dengan Anna yang tanpa make-up. Gadis itu jauh lebih cantik dengan wajahnya yang polos, nampak keindahan alami dari wajah itu.


Perbedaan itu bahkan dapat membuat Albert pangling.


"Memangnya siapa lagi?"


Terlepas dari itu, Albert yakin jika gadis di depannya ini adalah Anna nya. Garis wajah Anna tidak banyak mengalami perubahan semenjak gadis itu kecil, hanya sekarang sedikit lebih dewasa dan semakin cantik.


"Tapi kau memang Anna ku!"


"Kau ini sebenarnya kenapa?"


"Kau adalah Anna ku, ayo kita kembali!"


Albert menarik lengan Anna, gadis itu mencoba menghempaskannya tetapi tidak bisa, cengkraman itu begitu kuat.


"Lepaskan aku!"


"Sekarang kau boleh melupakanku akan membuatku mengingatku kembali Anna!"


Albert membawa Anna ke mobilnya yang terpakir tidak jauh dari tempat itu, membukakan pintu penumpang untuk Anna.


Anna membolakan matanya melihat mobil berwarna hitam di depannya, mobil ini bahkan di bandrol dengan harga ratusan milyar.


"Masuklah!"


"Kau jangan sembarangan! Jika pemilik mobil ini melihat bisa masuk penjara."


"Bukankah hanya pemilik mobil yang dapat membuka pintunya?"


"Albert, mengapa kau malam ini sangat aneh?"


...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.

__ADS_1


With love,


Khalisa🌹


__ADS_2