Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
32. Sidang Perceraian.


__ADS_3

Dua jam sudah berlalu di ruang sidang yang terasa pengap itu, yang digelar adalah sebuah sidang tertutup yang hanya dihadiri beberapa orang saja, tidak ada orang asing yang berada disini. Adapun para wartawan yang siap meliput mengenai perceraian salah satu tuan muda Anderson itu berada di luar, mereka siap siaga menunggu hasil persidangan. Disana ada Hanz Romario dan nyonya Elin yang menunggui Sarah, pengaca mahal juga sudah disewa, sedangkan dari pihak Albert jangankan keluarganya baik ibu maupun ayahnya tidak ada sama sekali yang hadir.


Perceraian Albert ini menjadi momok yang sangat memalukan untuk keluarga Anderson, terlebih gosip yang beredar adalah mereka bercerai karena adalah orang ketiga. Hal itu sangat mencoreng nama keluarga Anderson, wartawan datang meliput juga karena gosip memalukan itu.


Tahap mediasi ditolak oleh pihak Sarah, meski itu bersifat wajib tetapi entah bagaimana bisa ditolak, Albert yang sama sekali tidak menggandeng pengacara juga tidak masalah mediasi ditolak. Gugatan pihak Sarah dengan bukti perselingkuhan Albert tidak sama sekali lelaki itu tampik, Albert justru membenarkan itu di depan hakim hingga membuat mereka keheranan.


Biasanya biarpun telah melakukan perselingkuhan, pihak tergugat akan membela diri dan memperbaiki namanya atau paling tidak tidak membenarkan jika ia selingkuh. Tetapi disini Albert justru membenarkan jika dirinya telah berselingkuh.


"Baiklah dari perundingan kami memutuskan Tuan Albert Anderson dan Nyonya Sarah resmi bercerai."


Tok... Tok... Tok...


Palu hakim diketuk tiga kali.


"Banding dapat di ajukan dalam jangka waktu 14 hari sejak hari ini, sedangkan akta cerai akan keluar paling lambat dalam satu bulan."


Ketiga hakim itu melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu karena sidang hari itu sudah selesai, sidang tanpa mediasi dan perdamaian kedua belah pihak.


Sedangkan untuk harta gono-gini, Sarah tidak mendapatkan satu rupiah pun, Harta yang dibagi hanyalah harta yang dihasilkan setelah menikah sedangkan yang diketahui adalah tidak ada harta atau aset apapun miliknya secara pribadi setelah Albertt menikah. Nyonya Elin tidak mempermasalahkan itu karena ia sebentar lagi akan menikahkan Sarah dengan Hanz.


"Kau baik-baik saja?" pertanyaan itu berasal dari Hanz, ia melihat raut wajah Sarah yang begitu pucat dan sedih tentu Hanz sangat khawatir.


Kenyataan jika Sarah sangat mencintai Albert membuat Sarah begitu sedih dengan kenyataan ini, begitu mereka menikah Sarah berharap Albert juga akan mencintainya lalu mencipatakan rumah tangga yang bahagia, nayatanya itu hanyalah angan semata.


"Seharusnya kau senang bisa terlepas dari Albert," hibur Hanz, tetapi kalimat itu sama sekali tidak memperbaiki suasana hati Sarah.


"Ibu masih ada urusan di kantor, Hanz tolong antarkan Sarah kembali."


"Tentu saja."

__ADS_1


Setelahnya nyonya Elin pergi terlebih dahulu, yang dia inginkan adalah membuat Sarah dan Hanz semakin dekat sehingga secara alami nanti Hanz akan meminta Sarah menikah dengannya.


***


Saat keluar dari ruang persidangan Albert memang tidak memberikan sepatah katapun pada wartawan tetapi dengan ia mengandeng Anna itu sama saja memberikan jawaban jika Albert memang melakukan perselingkuhan. Seorang gadis cantik dengan dengan jas Albert yang tersampir di bahunya menandakan jika memang ia adalah selingkuhan Albert.


Beberapa orang menganggap Albert terlalu berani membawa selingkuhannya ke dalam ruang sidang percerian, sebagian lagi memuji kecantikan Anna hingga mengatakan wajar saja tergoda, jika selingkuhannya secantik itu.


Artikel-artikel mulai ditulis dengan judul semenarik mungkin, mulai dari inilah sosok Selina Cathrine orang ketiga rumah tangga tuan muda Anderson hingga judul yang sangat sarkas lainnya. Kolom komentar akun-akun gosip juga mulai dipenuhi oleh komentar negatif hingga sangat sedikit yang positif.


Ternyata saat telah tiba di parkiran, kebetulan sekali mobil Hanz dan juga Albert parkir bersebelahan. Tatapan marah terpencar dari Hanz melihat Albert dan Anna sedangkan Sarah hanya bisa tertunduk dengan air mata menggenang di pelupuk matanya.


Hanz tentu menyadari bagaimana ekspresi Sarah, ia akan bertekad agar Sarah tidak sedih dengan semua yang terjadi.


"Bagaimana bisa ada orang yang begitu tidak tahu malu, sudah diberikan istri sesempurna Sarah malah memilih seorang jal*ng." sindiran itu didengar dengan jelas oleh Albert dan Anna.


Anna yang mendengar itu merasakan otaknya mendidih, ia paling tidak suka disebut jal*ng.


"Apakah wanita rendahan sepertimu pantas berbicara?"


Albert hanya melipat tangannya, tidak sama sekali berniat membela karena ia tahu Anna masih mampu untuk menghadapinya.


"Tetapi wanita rendahan ini lebih segalanya diatas Sarah, bukan begitu sayang?" Anna berpura-pura manja pada Albert, lelaki itu hanya mengangguk sebagai jawaban.


Hanz menatap jijik ke arah Anna, membuang wajahnya melihat tingkah Anna yang justru semakin menempel pada Albert. Sedangkan Sarah semakin menunduk, ia sama sekali tidak berucap dan membiarkan saja Hanz membela dirinya.


"Kau tidak takut akan karma? Karma itu nyata dan kalian akan mendapatkannya!"


"Mengapa kau sangat banyak bicara, tidak suka ya cerai itu artinya Sarah yang memang tidak memuaskan untuk Albert bukan karena hal lainnya!"

__ADS_1


"Tapi asal kau tahu, Sarah sangat beruntung bisa bercerai dengan Albert. Kau harus tahu jika Albert ini adalah seorang sampah, dia selama ini tidak diberikan perusahaan dan sebentar lagi justru akan kehilangan posisinya. Kau hanya akan hidup sengara dalam kemiskinan bersamanya, rupanya kau telah merebut orang yang salah."


Albert sama sekali tidak marah mendengarkan cercaan Hanz, ekspresinya masih saja seperti sebelumnya.


Anna terkekeh, "Tapi jika aku yang berdiri di belakang Albert, akan kupastikan dia bisa sukses. Sekarang ini dia seperti ini karena bukan seorang wanita hebat yang menjadi istrinya!"


Mendengarkan kalimat itu, emosi Hanz terpancing, ia menaikkan tangannya hendak menampar Anna tetapi belum sampai tangannya mendarat di pipi Anna Albert sudah menahannya, Albert beranjak berdiri di depan Anna untuk melindunginya.


Anna ini memang pandai sekali bersilat lidah hingga membuat Hanz sangat marah, Sarah juga sekarang sudah meneteskan air matanya.


"Jangan pernah meyakiti wanitaku!" kalimat penuh penekanan itu nyatanya dapat membuat siapapun yang mendengarnya merasa merinding.


Setelahnya Albert menarik lengan Anna untuk masuk ke mobil meninggalkan Sarah yang menangis di pelukan Hanz. Albert melajukan mobilnya dari tempat itu.


"Aku tidak tahu jika Sarah sampai menangis seperti itu, aku menyesal mengatainya seperti itu." sesal Anna, awalnya ia mengira Sarah juga akan ikut berargumen dengannya tetapi Sarah justru menangis sampai terisak.


"Itu karena kau sangat menakutkan, jika benar-benar ada seorang pelakor sepertimu istri sah manapun juga akan takut."


"Kau sedang menyindirku? Seharusnya kau berterima kasih karena aku tadi membelamu!"


...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.


With love,

__ADS_1


Khalisa🌹


__ADS_2