
Jam menunjukkan pukul tujuh malam, Anna baru saja selesai dengan acara berendamnya. Jujur saja berendam dalam waktu selama itu memang membuat tubuhnya kini terasa sangatlah dingin. Berada dalam keterpurukan terlalu lama itu tidak baik sehingga ia bertekad untuk bangkit, bagaimanapun hal itu sudah berlalu mau ia menyesali hingga menangis darah juga tidak ada gunanya.
Mengambil ponselnya yang tergeletak di ranjang, ternyata sudah ada puluhan panggilan tidak terjawab dari Albert. Memikirkan Albert membuatnya mengingat kembali kejadian semalam yang masih membekas dalam ingatannya. Anna lebih memilih untuk melemparkan kembali ponselnya ke ranjang.
Setelah memastikan penampilannya sedikit lebih baik Anna mengambil buku tabungan berisi uang 500juta miliknya, ia berencana untuk melunasi hutangnya sekarang juga.
"Aneh, mereka sekarang sudah tidak mendatangi rumahku lagi untuk menagih hutang."
terakhir kali mereka datang adalah datang bersama bos mereka yang hendak berbuat tidak-tidak pada Anna, tetapi untungnya ada Albert yang menolongnya.
Anna segera pergi keluar, menaiki taksi yang sudah ia pesan menuju ke rumah bos yang ia pinjami uang.
"Hai Anna! Kau datang untuk meminjam uang lagi?"
Tentu saja Anna merasa heran dengan pertanyaan itu, hutangnya saja belum ia bayar bagaimana bisa bos mengatakan seperti itu.
"Aku kesini untuk melunasi hutangku."
"Bukankah beberapa waktu lalu sudah dilunasi."
Anna tidaklah sepelupa itu hingga lupa jika sudah pernah melunasi hutangnya, selama ini ia tidaklah memiliki uang dan baru punya uang kemarin. Bagaimana bisa ada yang melunasinya.
"Lihatlah," Ucap bos sembari memperlihatkan surat hutangnya.
Surat hutang itu sudah di tandatangani oleh seseorang yang Anna yakin bukanlah tanda tangannya, sebuah cek berisi uang 500juta menjadi bukti jika hutangnya memang sudah dilunasi.
__ADS_1
"Siapa yang melunasi ini?"
Anna tidak memiliki kerabat dekat yang memiliki hati sebaik itu hingga melunasi hutangnya, ia tidak memiliki banyak teman dekat dan hanya Dara sahabat yang ia miliki, tidak mungkin Dara yang melunasinya karena Dara sendiri juga memiliki kesulitan dalam finansial.
"Seorang lelaki dengan pakaian rapi, jas dan kemejanya terlihat sangat mahal. Dia tidak menyebutkan namanya."
Anna semakin dibuat bingung dengan pernyataan itu.
"Seperti apa wajahnya?"
"Perawakannya kurus dan lumayan tinggi, ia memiliki mata sipit dan juga bibir kecil, seperti keturunan oriental."
Bertambah lagi kebingungan Anna, ia tidak merasa memiliki kenalan dengan ciri-ciri sepertu itu, yang akhir-akhir ini bersamanya adalah Albert, sedangkan lelaki itu sangat jauh dari ciri-ciri yang bos sebutkan.
***
"Tuan baru saja terbang ke Moscow tadi sore, mengurus urusan mendadak." jawaban itu berasal dari Matteo.
"Mengapa kau tidak ikut?"
Matteo adalah asisten pribadi Albert atau sudah seperti tangan kanannya, biasanya Albert selalu mengajak Matteo kemanapun ia pergi.
"Tuan memerintahkan saya untuk tetap disini."
Rayden menganggukkan kepalanya, ia tahu Albert tengah mengurus beberapa anak buah yang membelot disana. Itu adalah urusan fatal karena semuanya harus sempurna, ada sedikit saja masalah maka bukan tidak mungkin kepolisian akan mengetahui jaringan mereka. Biasanya orang yang berhianat akan langsung di tembak mati untuk menghindari berbagai hal yang tidak di inginkan.
__ADS_1
Rayden beralih menatap langit-langit, membayangkan bagaimana nasib percintaannya.
"Albert sudah bertemu dengan Anna tapi aku belum juga bisa mendapatkan Dara, apa yang harus aku lakukan Matt?"
Matteo yang tengah fokus pada layar tabnya kini beralih fokus.
"Saya mendengar jika nona Anna adalah sahabat dari nona Dara, bukankah sebaiknya meminta bantuan nona Anna?"
"Benarkah? Mereka bersahabat?"
"Benar Tuan, semenjak nona Anna tinggal di kota ini nona berteman dengan nona Dara saat masih sekolah."
"Kalah begitu cepat bawa Anna kesini!"
"Maaf Tuan, sepertinya tidak bisa jika membawa nona Anna kesini. Tuan Albert bisa marah jika saya membawa nona Anna secara paksa."
"Hais Albert memang merepotkan, baiklah berikan alamat Anna."
...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
__ADS_1
With love,
Khalisa🌹