Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
Tinggalkan Dia


__ADS_3

Riko baru sampai di parkiran rumah sakit.


"Berhenti!" bunyi suara itu berasal dari belakang Riko, Riko sekarang sudah mengenal jelas suara itu, lalu Riko berbalik.


"Ada apa?" tanya Riko tanpa basa basi, Brian menatap pria tampan dan keren itu lelaki tinggi, putih, wajah manis, dan cool itu membuat dia sangt keren dengan stelan pakaian yang dipakainya, apalagi, dia ternyata anak motor juga, seperti yang pernah Karin ceritakan.


"Maaf bang, kenapa tadi kamu bisa ada di kafe Karin, padahal hari ini dia tutup seharian?" tanya Brian ketus.


"Saya tidak sengaja mampir" jawab Riko sekenanya.


Brian kesal lalu mendekat, "dengar ya bang, Karin itu udah bahagia, dan kamu cuma mantan, jangan pernah kamu dekati Karin lagi" ucap Brian tegas.


"Kamu siapa? kenapa kamu bisa ngatur-ngatur aku? kamu bukan adeknya Karin, aku mengenal semua saudara Karin."


Brian Kaget dengan ucapan Riko, ya siapa dia? apa hak nya? tapi yang jelas dia nggak suka pria ini. Brian merasakan Karin masih menyukai pria ini, dan Brian gak suka itu.


"Jadi, kamu siapa?" Riko bertanya kembali sambil tersenyum seakan meremehkan Brian.


"Aku jelas masa lalu nya, cinta pertamanya, kamu?" Riko seakan-akan menantang Brian.


"Kamu bukan siapa-siapa baik di masa lalu ataupun saat ini, jadi sebaiknya kamu yang meninggalkannya, karena Karin jelas-jelas masih menyimpan rasa untuk ku"


Brian tidak sanggup menjawab nya, "iya.... siapa dia? apa statusnya? dan apa hak nya untuk melarang seseorang mendekati Karin? aku bukan apa-apa baginya!" batin Brian. Brian kesal dan mengepalkn kedua tangan nya sangat keras. Riko tersenyum puas dan jahat mihat reaksi Brian.


Riko menghampiri Brian, lalu berbisik " kalau aku mau, aku bisa mendapatkan Karin dalam hitungan hari, tapi aku menghargai kebahagiaanny, karena itu aku ngga mau, dan kamu Belajarlah untuk menghargai orang yang lebih dewasa darimu, dan cintai wanita yang seusia denganmu". Riko lalu beranjak pergi meninggal kan Brian dalam sejuta pertanyaan di hati Brian.


Brian pulang dengan kesal, motornya melaju sangat kencang, bahkan seakan tak terlihat dijalanan. Sesampai di kos nya Brian masih terngiang ngiang ucapan Riko, dan bertanya tanya sendiri dalam hatinya "kak, siapa aku bagimu? siapa kau bagiku? aku begitu ingin melindungi mu, aku begitu takut kehilanganmu, kau begitu memanjakanku, kau begitu memperdulikanku, kau pun selalu merinduku, apa arti hubungan kita? apa namanya ini? apakah aku jatuh cinta? tidak itu tidak mungkin, kakak berusia jauh diatas aku, apakah bisa aku jatuh cinta pada istri orang? tidak aku tidak pernah diajarkan mencuri sesuatu milik orang lain, apalagi istri orang lain. Brian tertidur dengan seribu pertanyaan bodoh di pikirannya.

__ADS_1


"Siang manjah kakak, kamu lagi dimana? dah bangun belum? jangn lupa makan sebelum aktifitas ya dek" sebuah pesan diterima oleh Brian dari Karin.


Tapi Brian gak mau buka apalagi membalasnya, Brian lagi bingung dan merasa gak tau harus bgaimana menghadapi Karin lagi, karena dia bingung sama perasaan nya, selama ini dia tau Karin menyuakinya, Karin mengakui itu padanya. Tapi kata Karin itu cuma rasa kagum dan dia hanya idola Karin, lalu boleh kah seorang idola mencampuri urusan hidup fans nya? bolehkah aku begitu membenci orang lain yang mengganggunya?, selama ini Brian selalu masa bodoh dengan anggap orang lain, tapi tidak dengan ucapan mantan nya Karin, Brian kemudian berbaring lagi, dan mulai memutar musik kesukaaannya.


Karin sudah di izinkan pulang oleh pihak rumah sakit, sesampai dirumah, Karin kembali teringat Brian.


"Ada apa sayang?" tanya mas Sandi.


"Ga ada apa-apa mas, cuma aneh aja, tadi aku chat Brian tapi gak dibales sama tu bocah" jawab Karin santai.


"Mungkin dia sibuk, tau lah remaja seusia dia, masih labil kan, ngapain kamu sibuk mikirin Brian terus?" tanya mas Sandi, pertanyaan itu sontak membuat Karin kaget.


"Hehe... ga da mas, kan mas tau aku dekat sama Brian, jadi wajar kan aku kepikiran dia" bujuk Karin lagi.


"Hm... terserah kamu ajalh" bisik mas Sandi, sekarang kamu istrhat y, mas mau beli makanan dulu. Sandi lalu mencium kening Karin dan berlalu pergi.


"Aku baik", jawab Karin singkat.


Telepon Karin berbunyi,... dari Riko ternyata, lalu Karin mengangkatnya.


"Karin" suara Riko lembut dari seberang sana


"Iya...., apa ko?"


"Maafin aku atas kejadian kemaren, aku gak bermaksud begitu, aku mneghargi kamu dan cintamu, jadi percayalah, kemaren itu sama sekali tidak aku sengaja Karin", kata Riko lemah.


"Tidak apa ko, aku ngerti, karena aku juga menyukainya, aku hanya shok, sungguh aku suka saat kamu mencium aku, kamu tau.... setelah kejadian itu aku jadi benar-benar rela melepasmu" jelas Karin.

__ADS_1


"Kenapa begitu Karin?" tanya Riko lemah.


"karena aku tidak ingin terluka dan melukai, aku takut jatuh cinta lagi padamu, karena aku masih menyukai mu, anggaplah ciuman itu sebagai ciuman perpisahan kita, dan aku ingin kita meluapkn semuanya setelah ini" ucap Karin lembut namun tegas.


"Karin...., baiklah Karin... Jika itu maumu, lupakanlah aku, lupakan bahwa kita pernah saling mencintai.." Riko marah dan suaranya terdengar serak.


"Riko aku takut , aku takut dekat denganmu,dulu aku bisa lepas darimu, karena kamu sama sekali tidak memperjuangiku, tapi jika kamu berjuang sekarang, semua sudah terlambat. " bisik Karin di telepon.


"Sudah ya, aku akan menghapus nomor kontak kamu, karena aku benr-benar tidak sanggup menolak kehadiranmu, jika kamu datang maka rumah tanggaku bisa hancur. karena hatiku masih menyisahkan ruang untukmu. Maka pergilah tinggalkan aku untuk selamanya, aku sungguh tidak sanggup menolak hadirmu dihatiku, maaf kan aku, maafin aku, aku masih mencintaimu, karena itu menjauhalh dari hidupku," tangis Karin.


"Baiklah... jika itu inginmu, aku takkan pernah lagi menghampiri dirimu, semoga engkau bahagia Karin, aku menyayangimu".


Bip....


sambungn telpon pun terputus...


Karin menangis hingga terisak-isak, dia tidak tau harus apalagi, jantungnya terlalu kencang berdetak saat ada Riko disisinya, badannya panas dingin,dan dia tidak tahan dengan ucapan- ucapan rindu, sayng, dan cinta dari Riko., itu sungguh menyiksanya, perasaan ini benr-benar berbeda, dan bisa menghncurkan hidupnya dalam sekejap, dan Karin takut tidak bisa menyembunyikan rasa itu dari suaminya, bukn dia yng dipikirknny, tapi anak-anak mereka, yang akan terluka karena ulahnya.


"Hai sayang, kmu kenapa? kok nangis?" mas Sandi bertanya pada Karin yang msih sedih.


"Mas udah balik y? nggak kenapa- kenap mas, aku hany sedikit masih merasa sakit dipelipis mata" jwab Karin berbohong.


"Makan yuk, mas udah beli makanan kesukaan kamu, antriny panjang lo" jawab Sandi sambil menggoda istrinya. Karin selalu bahagia saat digombali suaminya itu, mas Sandi memng adalah yang terbaik untukku. Karin lalu memeluk suaminya itu dengan erat.


"I love u sayang", ucap Karin pada suaminya.


"I love u to sayng"mereka lalu berciuman lama sekali, ciuman yang lembut, tapi penuh cinta dan ketulusan didalamnya.

__ADS_1


__ADS_2