Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
Jadilah Dirimu Apa Adanya.


__ADS_3

Karin masih uring-uring an, adek kesayangan nya Brian belum juga membaca dan membalas WA nya, lalu Karin melakukan panggilan telepon, tapi nadanya sibuk.


"Adek, ada apa denganmu? apa salah kakak sama kamu?" Karin bertanya-tanya dalam hatinya.


Iya, setelah malam ketemu dirumah sakit, sudah tiga hari tidak ada kabar dari Brian, "Brian apa kabarmu dek? isi pesan singkat Karin pada Brian, tapi tetap nggak dibaca , sedangkan di Instagram dia aktif beberapa menit yang lalu.


"Baiklah, jika ini maumu, kakak g bakal chat kamu lagi, kakak g bakal ganggu kamu lagi, mungkin kamu udh bosan sama kakak, maafin kakak yang terlalu menyayangi mu, hingga kakak jadi selalu mengganggumu. maafin kakak dek" lalu Karin mengirim pesan tersebut dengan tanda emo patah hati diujung pesannya.


Hari ini Karin pergi ke pantai, dia membuat story WA, menggadis dulu, OTW pantai A. Karin sudah minta izin sama Sandi mau kerumah temannya yang baru lahiran. karena Sandi sibuk, Karin pergi sendiri. Sampai di Pantai A, WA berbunyi.


"Kakak dimana? kirim sharlock sekrang juga" isi pesan singkat Brian. Karin bahagia, lalu mengirim nya tanpa bertanya apapun pada Brian.


Karin belum jadi sampai dirumah temanny, dia masih berhenti disebuah lokasi pantai yang tidak terlalu juah dari rumah temannya.


"kakak" sebuah suara membuyarkan lamunan Karin.


"Brian?" ucap Karin bahagia, kamu dari mana manjah? kakak kangen kamu." Brian lalu turun dari motor gede nya, dia terlihat manis sekali oleh Karin, stelannya Brian memakai jaket coklat dan celana jeans robek pada lututnya, sebuah kacamata terkini, dan sendal jepit.... heheheh ciri khasnya sukak pake sendal jepit.

__ADS_1


Brian lalu mendekati Karin. Karin seperti biasa, selalu sederhana namun sangat menarik, iya, Karin wanita yang sangat menarik, setidaknya itulah yang terlihat oleh Brian. "Brian, kamu dari mana dek? kamu terlalu sibuk ya? hingga tidak sempat membaca dan membalas chat kakak?" tanya Karin sedih.


Wajah Karin terlihat sedih sekali, Brian mendekat lalu memegang tangan Karin, Karin kaget sekali, tapi dia g mau melepaskan tangan Brian yang menggenggam tangannya. ini pertama kalinya mereka berada diluar berdua selain di kafe Karin, dan rasanya memang berbeda.


"Kak, aku mau tanya boleh?" tanya Brian.


"Iya, apa dek?" Karin balik bertanya dengan manisnya.


"Apa kakak menyukai aku?"


"Iya, bukannya kakak udah pernah bilang sama kamu, kalo kakkk sangat suka sama kamu, kakak ga bisa kamu cuekin, kakak peduli bangat sama kamu" ucap Karin tegas.


Dugh.... jantung Karin tiba-tiba bergetar, Karin tidak memberikan jawaban apapun, karena jawaban yang akan diberikan Karin pasti akan berpengaruh besar pada hubungan mereka berdua, Karin nggk mau hubungan mereka yang romantis rusak hanya gara-gara perasaan yang belum jelas, kalupun sudah jelas, tetap saja, apabila ada rasa diantar mereka misalnya cinta itu tetap gak mungkin untuk dilanjutkan karena ada anak-anak dan mas Sandi di antara hubungan ini, Hubungan ini sangat labil, Brian pun masih terlalu muda untuk bisa serius dengan sebuah ikatan, yang pasti Karin gaboleh gegabah dan jadi labil juga.


Karin hanya tersenyum lalu membelai rambut indah Brian yang sedikit bergoyang karena tertiup nagin, sambil bertanya layaknya kakak ke adeknya.


"Kenapa kamu ingin menayaakn tentang hal ini? apakah ada yang mengganggu mu? Bukankah selama ini kita nyaman dengan hubungan kita yang seperti ini? antara penggemar dan idolanya?" tanya Karin beruntun. Karena Karin yakin, nggak mungkin Brian menanyakan ini kalau tidak ada yang mengusiknya.

__ADS_1


Brian hanya diam, lalu menunduk.


"Jadi benar? aku tidak ada apa-apa nya dimata kakak?" Brian mencoba melepaskan tangan Karin, tapi Karin tidak melepaskannya, Karin menggenggam tangan itu dengan erat sekali, lalu mendekati wajah Brian dengan waajhnya.


"Dengar manisss, bagi kakak, kamu jauh lebih berharga dari hanya sebuah cinta yang tidak jelas, kakak akan lebih memilih hubungan kita ini dibandingkn hubungan yang lainnya, karena dengan sikap kamu yang masih polos ini, hubungan seperti ini akan jauh lebih sehat, tidak ada yang mengekangmu, dan datanglah kapanpun kamu butuh kakak, kakak akan selalu ada untukmu", Karin benar-benar menganggap Brian seperti bocah yang manis, hingga Brian pun merasa gak nyaman. ini pertama kalinya Brian ga nyaman dimanja oleh Karin.


Brian benar-benar sangat kesal, rasanya ingin sekali dia marah dan memaki Karin, apalagi saat teringat kata-kata Riko padanya, bagaimana Riko seakan meremehkannya, tapi Brian nggk bisa marah denagn Karin, Karin begitu menyanyanginya, dia bisa merasakan betapa Karin begitu menyayanginya, padahal dia sering bertingkah sok cuek dan seakan akan tidak peduli pada Karin, tapi Karin selalu sabar menghadapi sifatnya itu, ya.... Brian sangat menyukai kakaknya ini, sekarang dia benar-benar baru sadar betapa dia pun takut untuk kehilangan Karin.


"Kakak boleh tanya nggak?" Karin membuyarkan lamunan Brian.


"Apa kak?" Brian balik bertanya pda Karin.


Kamu mau tau apa arti kakak bgi kamu?


Coba kamu rasakan dengan hati kamu, jangan dengar kan apapun penilaian orang lain, jika kamu menyukai kakak, ceburukah kamu saat mas Sandi bersama kakak?"


"jika kamu bisa menjawabnya dengn jujur, maka kamu akan menemukan jawaban atas hatimu manis.

__ADS_1


jadi ikuti saja kata hatimu, maka kamu akan tenang dan kamu tidak perlu pembuktian apapun. jadilah dirimu sendiri, seperti biasa kakak mengenal mu, sungguh kamu adalah pemuda termanis yang pernah kakak miliki. dan kakak harap kamu tetap seperti diri kamu sebelumnya yang kakak kenal, manis, ceria, humoris, sopan, penyayang, berbakat dan dikagumi banyak wanita. bahkan seseorang yang telah bersuami seperti kakak pun bagitu sangat mengagumimu" selalu lah bersinar sayang. Karena kamu adalah seorang bintang bagi kakak. Bintang yangg nggk ingin kakak bagi dengn siapapun. Brian sangat senang mendengar kalimat itu, dia bahagia dengan prasaan Karin yang tulus untuk nya.


__ADS_2