Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
49. Maukah Kau Menjadi Istriku.


__ADS_3

Sebuah cincin permata kini sudah disodorkan di depan wajahnya, tatapan penuh harap pada gadis di depannya juga menyertai. Hamparan pasir putih dan birunya lautan yang meyaksikan adengan romantis itu.


"Sarah maukah kau menjadi istriku?" ucapnya dengan berbinar.


Selama ini Hanz Romario selalu menyembunyikan perasaannya dan tidak berani mengungkapkannya pada Sarah. Padahal Hanz sudah menyukai Sarah sedari masih duduk di bangku sekolah menengah atas tetapi ia selalu tidak memiliki keberanian untuk menyatakan itu pada Sarah.


Hanz selalu menjadi teman terbaik Sarah karena memang menyukai gadis itu, hingga ia mendapatkan kabar jika Sarah sudah dijodohkan dengan Albert. Saat itu Hanz sangat hancur, ia sudah tahu jika ia terlambat. Tetapi Hanz tetap setia, ia mempertahankan cintanya dan tetap selalu ada untuk Sarah dalam keadaan apapun. Hingga setelah perceraian Sarah kini Hanz mulai mendekatinya dan dengan berani melamar Sarah.


"Maaf," ucap Sarah pelan.


Satu kalimat itu tentu saja meruntuhkan keyakikan Hanz jika keputusan yang ia ambil dalam melamar Sarah ini adalah salah.


"Mengapa? Kau masih mencintai Albert?"


Jika ditanya mencintai Albert atau tidak tetnu jawaban Sarah adalah Ya. Sarah menyukai sosok Albert semenjak pertama kali ibunya mengatakan mengenai perjodohan, Sarah awalnya jatuh cinta dengan paras lelaki itu. Meski Albert sama sekali tidak menyentuhnya atau melakukan hal romantis tetapi Sarah semakin jatuh cinta dengan cara Albert menghargainya. Sarah sendiri tahu jika Albert saat itu belum mencintainya terbukti dengan tidak menyentuhnya bahkan saat malam pertama. Tetapi Albert ini sangat menghargainya, memuji makanannya saja sudah membuatnya berbunga.


Meski Albert telah melukai hatinya dengan lebih memilih selingkuhannya tetapi Sarah tidak pernah memadamkan perasaannya. Menurutnya itu salah wanita itu karena sudah menggoda Albert, bukan kesalahan Albert.


"Aku masih belum bisa menjalin hubungan dengan seseorang, aku takut jika ada wanita lain lagi."

__ADS_1


Adanya pelakor dalam rumah tangganya tentu menjadi sebuah trauma sendiri untuk dirinya, Ia takut memulai hubungan baru lagi meski itu dengan Hanz yang motabennya adalah irang yang sudah sangat ia percaya karena sudah ia kenal sedari dahulu.


"Aku tidak akan melakukan hal yang sama dengan lelaki brengsek itu!"


"Bukan itu Hanz, tetapi wanita penggoda ada dimana-mana. Awalnya saja Albert tidak tergoda, aku tahu itu tetapi semakin lama ia juga luluh dengan wanita penggoda itu."


"Aku tidak akan seperti itu, wanita penggoda manapun tidak akan bisa menggodaku Sarah."


"Tapi Hanz—"


"Aku berjanji akan membahagiakanmu."


"Hanz aku tidak bisa, tetap saja aku masih terbayang-bayang dengan wanita penggoda."


"Apakah perlu aku meminta orang untuk mengatasi wanita itu agar kau tidak terbayang-bayang?"


"Tidak Hanz bukan seperti itu."


"Lalu apa Sarah? Aku berjanji akan membahagiakanmu dan tidak akan tertarik pada wanita penggoda manapun. Aku tidak sama dengan si brengsek Albert itu."

__ADS_1


Sarah terdiam, sedikit sulit untuk menghilangkan traumanya. Ia hanya butuh waktu untuk sendiri, mungkin suatu saat ia akan memulai hubungan baru lagi tetapi itupun tidak secepat ini.


"Baik Hanz, tapi berikan aku waktu sebentar. Aku belum siap memulai semuanya untuk sekarang, mungkin nanti aku akan siap."


"Iya Sarah, katakan saja saat kau sudah siap."


"Tentu saja Hanz."


...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.


With love,


Khalisa🌹

__ADS_1


__ADS_2