
.
.
.
.
.
.
"Hai Gerr... Hai Caramel... kita ketemu lagi" Ujar Naura yang sekarang sedang berdiri di hadapanku dan memelukku, menempelkan pipi nya ke pipi kanan dan kiriku.
Ketika dia akan melakukan hal yang sama pada Gerry, Gerry mundur selangkah dan menyambutnya dengan mengajaknya bersalaman. Aku tersenyum melihat sikapnya yang sepertinya sengaja agar tidak membuatku cemburu.
Naura terkejut dan tersenyum lebar sambil melirikku sekilas seakan paham dengan sikap Gerry "Takut calon bini cemburu ya?" Gurau nya yang membuat wajahku memerah.
"Maaf ya Caramel, kalo kemaren pas kita ketemu di restoran dulu gue maen sosor aja sama Gerry. Pasti lo cemburu ya?" Tanyanya tanpa basa basi.
Aku tersenyum tak enak hati, ternyata Naura wanita yang baik "Ga pa-pa, meskipun aku sedikit salah paham" jawabku jujur.
"Sendirian aja Ra?" Tanya Gerry.
"Sama suami, tapi lagi ke toilet dia" Jawab Naura sambil melihat ke seluruh penjuru ruangan.
"Kayaknya masih di toilet deh" Ucapnya lagi.
"Jo mana Gerr? biasanya kan lo berdua ga bisa dipisahin, dulu" Ujarnya sedikit heran.
"Itu kan dulu, sekarang udah beda Ra.." Jawab Gerry sambil melihatku yang hanya diam sedari tadi.
"Ah iya, udah pada punya gandengan sendiri-sendiri sih ya..." Ujar Naura yang ikut melihat ke arahku dan tersenyum jahil.
"Kamu ga nyaman ya disini?" Tanya Gerry karena melihatku hanya diam sedari tadi.
"Sedikit" Jawabku sambil berbisik.
"Hey baby... kamu juga ikut kesini? Aku pikir kamu ga mau ikut.." Ujar Jonathan yang tiba-tiba merangkulkan tangannya ke pundakku.
__ADS_1
Gerry menyingkirkan tangan Jonathan dengan raut wajah kesal "Kebiasaan" Saut Gerry sewot.
"Sorry bro.. Maklumin aja lah, gue belum bisa move on dari dia" Ucap Jonathan dengan santainya.
"Nanti kalo kalian udah beneran sah jadi suami istri, baru gue ilangin deh kebiasaan gue itu" Cengir Jonathan yang di balas dengan tabokan dari Gerry di kepalanya.
"Kalian masih se-akrab ini ya?" Naura yang sedari tadi hanya melihat mulai angkat bicara.
"Eh, Naura kan?" Tanya Jonathan sambil melihat keatas dan kebawah "Masih tetep cantik aja lo Ra" imbuhnya kemudian memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri Naura.
"Lo apa kabar Ra? tiba-tiba ngilang gitu aja, ga ada kabar ga ada penjelasan" Ucapnya pura-pura sewot.
"Gue baik-baik aja, Sorry soal itu.."
"Ga apa-apa... yang penting lu sehat ga kenapa-kenapa. Masalalu udah ga perlu di bahas" Ucap Jonathan yang berusaha mengalihkan pembicaraan dan melirik Gerry sekilas.
Aku pun ikut melihat ke arah Gerry yang ternyata tidak terpengaruh dengan obrolan mereka. Terbukti dia tetap biasa-biasa saja dengan wajah tenang tanpa gugup atau keringat dingin keluar dari pelipisnya.
Gerry tersenyum padaku "Kamu mau pulang?" Tawarnya padaku.
"Jangan pulang dulu, gue baru nyampe" Pinta Jonathan memelas.
"Siapa suruh telat" Balas Gerry tak menghiraukan.
"Kamu ga apa-apa mas tinggal sebentar?" Tanyanya khawatir.
"Ga apa-apa mas, sapa saja teman-teman kamu. Kamu kan katanya ga pernah ikut acara reuni ini, masa cuma sebentar aja disini. Ga enak sama temen-temen kamu dong.." Ujarku menenangkannya.
"Biar Caramel sama gue, tenang aja.. gue jagain. Punya calon bini cantik memang sedikit mengkhawatirkan sih.. " Gurau Naura sambil menggandeng tanganku dan mengajakku untuk duduk.
"Ayoooo... udah biarin Caramel sama Naura.. udah pasti aman" Ucap Jonathan sambil menggandeng Gerry menjauhi kami dan menyapa segerombolan temannya yang sedang asyik bercengkrama.
Gerry masih melihatku dari jauh, namun juga ikut berbaur dengan mereka dan sesekali tertawa di tengah perbincangan mereka yang terlihat asyik.
"Dia laki-laki yang baik, lo ga bakalan nyesel udah pilih dia buat mendampingi hidup lo" Ujar Naura yang sesekali juga melihat ke arah Gerry.
Aku masih terdiam, bingung harus menjawab apa. Melihat bagaimana Naura memperhatikan Gerry, sepertinya ada sebersit penyesalan di wajahnya.
"Lo pasti udah tau cerita tentang gue sama Gerry" Tebaknya.
__ADS_1
Aku mengangguk "Sedikit" Jawabku dan mengambil sebuah wine yang berada di depanku dan menyesapnya perlahan.
"Dia pasti cinta banget sama lo. Dilihat dari cara dia ngelihat lo, beda banget. Gue ga pernah liat dia ngelihat cewek kaya dia ngelihat lo. Bahkan ke gue pun, dia ga seperti itu" Ada setitik cemburu dalam nada bicaranya.
Aku masih terdiam, aku tidak tau kemana arah pembicaraannya. Apa ini sebuah ancaman?
"Hey.. santai aja. Gue udah move on dari dia" Ujarnya sambil tertawa renyah.
Mungkin dia melihat raut wajahku yang sedikit bingung "Gerry cuma masalalu buat gue, dan gue yakin gue juga pasti udah ga berarti apa-apa buat dia sekarang. Jadi jangan punya pikiran macem-macem ya.." Ucapnya berusaha menjelaskan.
"Kenapa dulu kamu ninggalin dia?" Ku beranikan diri untuk bertanya tentang alasannya meninggalkan Gerry dulu.
"Ada hal yang ngebuat gue sekeluarga terpaksa pindah ke LA, sebenernya ini rahasia. Tapi gue kasih tau ke lo. Gue udah di jodohin dari baru lahir ke dunia, gue udah punya calon suami" Ucapnya setengah berbisik.
Dia tertawa pelan "Gue udah kenal calon gue dari gue kecil, dan saat itu dia sekeluarga tinggal di LA untuk meneruskan perusahaan kakeknya. Dan kami sekeluarga ikut pindah kesana untuk membantu mengembangkan perusahaan mereka" Ujar Naura dengan mata sedikit menerawang.
"Jadi, Gerry itu selingkuhan kamu?" Tanyaku setelah mendengar ceritanya.
"Bukan lah..." Ujarnya sambil tertawa geli "waktu itu gue pikir perjodohan gue cuma bohongan. Makannya gue tetep pacaran ma orang lain. Ga tau nya malah tiba-tiba aja di ajak pindah nyokap bokap buat ketemu sama Tunangan gue dan nikah" imbuhnya lagi.
"Gue juga sempet patah hati harus pisah sama Gerry, tapi mau gimana lagi? udah jalan hidup gue kayak gini" Ujarnya sambil melihat ke arah Gerry dan memandangnya lama.
"Dia adalah hal terindah dalam hidup gue" Ujarnya kemudian.
"Tapi ngelihat dia udah punya cewek kayak lo, gue juga ikut bahagia. Karena gue tau, lo cewek baik-baik yang ga akan pernah nyakitin atau ninggalin dia kayak gue. Dan sekarang, gue bisa tenang buat ngelepasin dia sepenuhnya.." Ada setitik air mata yang turun di wajah cantiknya.
Ku genggam tangannya erat "Aku ga akan pernah menyakiti atau meninggalkan Gerry sampai kapanpun.. Terima kasih sudah menjelaskan kesalahpahaman yang sebenernya mengganggu pikiranku. Aku pikir, kamu ingin kembali padanya. Tapi sekarang aku tau, kisah kalian sudah lama berakhir"
Awalnya aku menolak untuk menemani Gerry pergi ke acara reuni ini, tapi dia bersikeras ingin membuktikan padaku bahwa dia sudah tidak punya perasaan apapun untuk Naura, meskipun berulangkali aku mengatakan bahwa aku mempercayainya. Dan sekarang, aku sudah tidak meragukannya lagi setelah mendengar semuanya dari Naura.
Dia mengangguk "Semoga kalian bahagia selamanya, sampai kapanpun.." Ujar Naura dengan mata berkaca-kaca.
"Terima kasih.. Naura"
TBC
Like & Comment ya readerssss... 😘😘
Terima kasih untuk vote nya dan yang sudah mampir utk sekedar membaca... 💖💖💖
__ADS_1
"Doa ku selalu agar kita semua di lindungi oleh-Nya dari segala macam bahaya dan penyakit yang berada di sekitar kita"
Aminnn