Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
37. Makan Malam Dengan Keluarga Anderson.


__ADS_3

Billy Anderson yang merupakan kakek dari Albert memiliki dua putra, yaitu Roy Anderson dan Jerry Anderson. Roy memiliki tiga orang putra yaitu Alvin, Rico dan Albert, Alvin tinggal di kediaman Anderson sedangkan Rico berada di luar negeri bersama isterinya. Sedangkan Jerry memiliki dua orang anak yaitu Bryan dan Evelyn, Bryan masih melajang sedangkan Evelyn sudah menikah. Baik anak dan cucu Billy, sudah ia berikan masing-masing anak perusahaan, ada yang mengembangkannya menjadi besar ada juga yang membangun usaha sendiri dengan bantuan dari Billy. Tetapi itu semua terkecuali pada Albert, ia tidak diberikan perusahaan tetapi hanya diberi jabatan sebagai seorang presdir, dari banyaknya anak perusahaan Anderson group.


Saat ini mobil Albert baru saja sampai di kediaman besar milik keluarga Anderson, kediaman yang selama ini jarang sekali ia kunjungi.


"Jangan mengacaukan apapun dan tetap bersandiwara denganku, jika ingin buku tabungannya." ucapnya memperingati Anna.


Anna hanya memutar bola matanya malas mendengarkan kalimat itu, baginya Albert ini tidak lebih dari seorang rubah licik yang sangat menyebalkan. Banyak sekali cara licik yang Albert gunakan agar Anna bersedia menuruti kalimatnya.


Albert turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk Anna, "Marilah."


Lelaki itu mengulurkan tangannya tetapi tidak diterima oleh Anna, justru dihempaskan.


"Aku bisa berdiri sendiri, sama sekali tidak membutuhkan bantuanmu!" ucapnya lalu beranjak melangkahkan kakinya.


"Tapi sebuah sandiwara haruslah totalitas, kau perlu menggandeng tanganku, Nona."


Anna mendengus, meraih lengan Albert dengan kesal. Mereka berjalan beriringan dengan wajah kesal Anna, sedangkan Albert justru terlihat tersenyum puas melihat wajah masam Anna.


"Kau akan membuat semua orang curiga jika menampilkan wajah masammu itu."


"Saat pertama bertemu kukira kau orang yang dingin dan tidak peduli apapun, rupanya sekarang aku tahu kalau kau seorang rubah licik yang sangat cerewet!"


"Baiklah, sebut aku sesukamu."


Mereka sudah sampai di pintu utama, Albert mengetikkan pin di sana, memang sistem pintu itu menggunakan pin sebagai kunci. Siapa saja yang mengetahui pin nya bisa masuk dengan bebas, tetapi tenang saja kediaman ini akan terbebas dari maling, selain penjagaan dari security di luar gerbang, setiap sudut kediaman juga terdapat CCTV.


"Apa kabar semuanya?"


Sapaan itu membuat orang-orang yang tengah bersiap akan makan terkejut melihat kedatangan Albert, terlebih dengan Anna yang ada di samping lelaki itu. Memang tidak semuanya berada di meja makan, ada kakek, ayah dan ibu Albert, Alvin juga istrinya, Evelyn juga suaminya dan Indri yaitu istri dari Jerry Anderson. Bryan dan Jerry lembur malam ini sehingga tidak bisa pulang, sedangkan Rico, kakak kedua Albert berada di luar negeri.

__ADS_1


"Masih berani datang, dasar tidak tahu malu!" celetukan Indri itu tentu di dengar oleh semua orang.


"Ibu jangan seperti itu!" seru Evelyn mengingatkan ibunya, memang Indri adalah salah satu orang yang paling membenci Albert.


Tanpa menunggu jawaban lain dari mereka, Albert dengan langkah percaya dirinya maju ke meja makan besar itu. Ia menarikkan kursi dan mempersilahkan Anna duduk, tidak peduli dengan tatapan keheranan dari semua anggota keluarga, bahkan wajah ayahnya sudah merah seperti kepiting rebus.


Pelayan datang bergiliran membawakan makanan berbagai macam, Anna sedikit terkejut melihatnya, makanan itu sangat banyak dan enak, jika dimakan sampai mereka semua kekenyangan pun tidak akan habis.


"Bagaimana sidang perceraianmu kemarin? Apakah lancar?" pertanyaan itu berasal dari Billy Anderson, kakek Albert.


"Tentu saja kakek, hanya dalam satu hari bisa selesai." ucap Albert santai.


"Kau membuang berlian seperti Sarah untuk wanita murahan ini?" sindir tante Indri.


Anna tentu saja kesal mendengarnya, meski bukan perebut suami orang yang sesungguhnya tetapi Anna tidak rela jika dirinya disebut sebagai wanita murahan.


"Apakah aku boleh melawannya?" bisikkan itu Anna berikan pada Albert. Sedangkan lelaki itu memberikkan anggukan sebagai jawaban.


Benar saja Indri sudah terpancing kalimat Anna, "Kau berani sekali mengatakan itu padaku! Perempuan murahan sepertimu, tidak pantas menginjakkan kaki disini, dasar wanita tidak punya harga diri!"


"Ini bukan masalah harga diri, tetapi ini adalah masalah cinta. Romeo dan Juliet saja saling meregang nyawa karena cinta, lalu tidak bolehkah aku dan Albert memperjuangkan cinta kami?"


Kalimat itu sontak membuat atmosfer semakin tidak karuan.


"Bilang saja kau ingin harta!" kali ini Bela, istri dari Alvin yang menimpali, ia kesal mendengar kalimat Anna dan bermaksud berada di pihak Indri.


"Harta apa? Albert saja pernah mengatakan rela diusir dari keluarganya asalkan bisa bersamaku, kami itu saling mencintai."


Albert menyunggingkan senyumannya, Anna ini pandai sekali bersilat lidah. Menciptakan kebohongan demi kebohongan yang begitu meyakinkan, entah itu bakat darimana.

__ADS_1


"Tapi kau—"


Brak,


Kalimat Bela terhenti saat mendengar gebrakan meja dari Billy Anderson, tentu saja telinganya terganggu mendengarkan pertikaian antar wanita di meja makan ini.


"Bukankah kita harus segera makan? Kita bicarakan hal lain setelah selesai makan." ucap Billy.


"Maafkan Bela Kakek," kali ini Alvin yang meminta maaf atas nama istrinya.


Suasana ruang makan menjadi hening, tidak ada yang berani membuka suara sama sekali, hanya dentingan sendok dan piring yang beradu.


"Lihatlah tatapan marah ayahmu, dia seperti siap memanggangmu kapan saja." bisik Anna tepat di telingga Albert.


Meski ayah Albert tidak mengeluarkan sepatah kalimat pun, tetapi ia terlihat begitu marah terhadap Albert, urat di leher dan wajah merahnya tidak bisa berbohong.


"Kutebak habis ini kau akan diusir dari rumahmu." bisik Anna kembali.


"Mari bertaruh tentang ini."


"Tentu aku yang akan menang!"


...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.

__ADS_1


With love,


Khalisa🌹


__ADS_2