Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
46. Ayah Yang Baik.


__ADS_3

Dara hanya bisa menatap pasangan ayah dan anak itu penuh haru, Lucas tengah tertidur pulas dengan Rayden yang duduk di samping ranjang. Lelaki itu mengenggam erat tangan Lucas sembari beberapa kali mengusapnya saat anak itu bergerak dalam tidurnya, seolah ia tidak akan membiarkan tidur Lucas terganggu sedikitpun. Tidak ada kata apapun hanya seulas senyuman yang Rayden tampakkan.


"Apakah kau benar-benar percaya jika dia anakmu?"


"Bukankah kami memang terlihat mirip?"


Lucas memang tidak mirip dengan Dara, hanya mengambil beberapa bagian di wajahnya selebihnya anak itu terlihat mirip Rayden.


"Kau menerimanya?"


"Beberapa hari ini aku selalu menghabiskan bersamanya, aku pergi menjemputnya lalu mengantarkannya pulang. Aku sangat menyayanginya."


Dara belum menceritakan apapun yang terjadi di masalalu tentang mereka berdua tetapi Rayden sama sekali tidak ingin tahu, baginya mengetahui jika Lucas adalah anaknya merupakan kebahagiaan tersendiri untuknya.


"Kau bekerja siang malam untuknya?"


Dara mengangguk, "Aku ingin Lucas mendapatkan yang terbaik."


"Maafkan aku, mulai sekarang kalian akan mendapatkan apapun yang kalian inginkan. Kembalilah bersamaku, Dar."

__ADS_1


Dara mengangguk, ia menyembunyikan Lucas dari Rayden karena ia kira Rayden akan menyakiti Lucas tetapi setelah tahu jika Rayden juga menyayangi Lucas maka ia tidak akan keberatan dengan permintaan itu.


"Ya asalkan kau tidak akan menyakiti Lucas."


"Jangankan aku, aku tidak akan membiarkan siapapun berani melukainya sedikitpun."


***


Lelaki paruh baya itu terlihat memijit pelipisnya yang terasa pening, di sampingnya sang istri memijat bahunya. Dia adalah Roy Anderson, ayah dari Albert. Bukan hanya pusing memikirkan perusahaan tetapi berita panas yang beredar tentang keluarganya.


Setelah perselingkuhan Albert yang menjadi buah bibir, diusirnya anak itu dari keluarga nyatanya tidak meredamkan berita dan membuat nama keluarga membaik. Justru rumor-rumor semakin tidak enak di dengar.


"Anak kurang ajar itu ternyata sangat hebat menghancurkan perusahaan, karenanya SJ group memiliki hutang yang sangat besar dan benar-benar akan hancur."


"Bagaimana bisa kita memiliki anak yang seperti itu?"


Mereka hanya bisa menyalahkan Albert, tanpa bisa berkaca tentang siapa sebenarnya yang membuat Albert menjadi seperti sekarang ini. Karena seorang anak bungsu, orang tuanya jarang memperhatikan, hanya sibuk mendidik kedua kakaknya yang dituntun menuju jalan kesuksesan. Sedangkan dirinya yang dicampakkan dituntut untuk bisa mengikuti jejak kakaknya. Dari situlah Albert berubah, dirinya berusaha melangkah untuk melindungi diri. Kesuksesan yang ia dapatkan benar-benar ia mulai dari nol yaitu saat masih remaja dan menempuh pendidikan di Aussie.


"Permisi Tuan, ini adalah surat yang diberikan pada seseorang." seorang pegawai masuk.

__ADS_1


"Surat apalagi?"


"Berasal dari seseorang yang ingin membeli SJ group."


"Orang bodoh mana yang mau membeli perusahaan yang besok akan bangkrut?"


Pegawai itu menyerahkan berkas, "semuanya sudah orang itu rincikan di surat ini, harga yang ditawarkan memang tidak bernilai sangat besar. Tetapi daripada membiarkannya runtuh lalu terbengkalai, bukankah lebih baik menjualnya saja Tuan?"


"Pertemukan aku dengan orang yang akan membeli ini."


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi."


...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...


Suka dengan cerita ini?


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.

__ADS_1


With love,


Khalisa🌹


__ADS_2