
Entah sudah berapa jam Anna menenggelamkan dirinya di dalam bak mandi, membiarkan hanya kepalanya yang menyembul dari air. Tangannya bahkan sudah mulai keriput karena terkena air begitu lama tapi ia nampak tidak begitu peduli dengan hal itu. Pikirannya tengah melayang jauh pada kejadian tadi pagi, dimana ia dan Albert terbagun dalam ranjang yang sama tanpa sehelai benang pun.
Seingatnya tadi malam ia menemani Albert minum tetapi ia juga ikut minum, Anna ingat samar-samar kejadian semalam dimana ia menyeret Albert ke sebuah kamar dan memaksa Albert untuk menyentuhnya. Memang saat itu ia berada di bawah pengaruh alkohol tetapi tetap saja ia tidak bisa menerima dirinya yang berbuat sejauh itu, rasanya tubuhnya begitu menjijikan.
"Aku sangat menjijikan," ucapnya tanpa semangat.
Anna tidak pernah terpikir keperawanannya akan terengut dengan cara seperti ini, ia berencana untuk menemukan orang yang dia cintai dengan menikah dengannya. Sayangnya sekarang tubuhnya sudah tidak suci lagi.
***
"Paman Ray!"
Lucas langsung berlari ke arah Rayden yang sudah berada di depan sekolahnya, hari ini memang ia akan menagih janji Rayden untuk menemaninya bermain. Rayden pun tidak keberatan dan justru merasa senang menemani Lucas bermain. Entah mengapa anak kecil itu mrmbuat pikirannya untuk sejenak bisa terlepas dari Dara.
"Marilah kita bermain, Paman." ucap anak itu menggebu.
__ADS_1
"Lu ingin bermain kemana?"
"Bukannya Paman bilang memiliki banyak mainna dirumah Paman?"
Rayden mengangguk, "Baiklah mari ke rumah paman."
Rayden membukakan pintu mobilnya dan membiarkan Lucas masuk ke dalam mobil, melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota.
Perjalanan itu membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit sebelum sampai di sebuah vila pinggiran kota, Rayden membawa Lucas ke vila pribadi yang belum lama ia beli. Vila itu menghadap langsung ke sebuah danau buatan yang cukup besar, memiliki 2 lantai dengan area yang sangat luas. Dikelilingi oleh pepohonan cemara tentu menambah nilai plus vila itu.
"Woah! Indah sekali rumah Paman."
"Marilah kita masuk," Ajak Rayden.
Rayden menggandeng tangan Lucas dan mengajak anak itu untuk memasuki vila, ia memerintahkan pada pelayan di vila itu untuk memasakan makan siang untuknya dan mengajak Lucas ke kamarnya yang berada di lantai 2. Kamar utama itu sangatlah luas, memiliki jendela terbuka yang mengadap langsung ke danau sehingga bisa menikmati pemandangan, ada sebuah ranjang king size dan satu set sofa mewah untuk menonton tv. Ada sebuah lemari panjang yang berisi koleksi action figure yang Rayden koleksi sejak dulu. Harganya memang beragam karena mendapatkannya juga tidaklah mudah.
__ADS_1
"Ada transformer, itu sangat keren Paman."
Rayden membuka lemari kaca itu dan mengambilkan beberapa jenis robot transformer untuk Lucas, senyuman anak itu tentu saja mengembang semakin lebar.
"Lihatlah, robot ini bisa berubah bentuk menjadi mobil."
Benar saja seperti apa yang dikatakan Rayden setelah memencet beberapa tombol, robot itu dengan sendirinya berubah bentuk menjadi sebuah mobil mainan yang bisa dikendalikan dengan remot kontrol.
"Itu bagus Paman! Sangat bagus!"
...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...
...Dont forget to click the vote button!...
...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...
__ADS_1
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.