
.
.
.
.
.
.
"Nanti gue bilangin Daddy, siapa tau Daddy bisa bantuin lo. Kalo gue ceritain soal kelakuan Kirana, Daddy ga mungkin kan tega sama lo" Ujar Jo sambil sesekali mengunyah makanannya.
"Tapi bokap lo juga berteman baik samaj mertua gue, juga bokap gue. Takutnya hubungan mereka jadi ga akur" Ucap Gerry khawatir.
"Iya juga sih" Ujar Jo yang masih menikmati nasi goreng buatanku.
"Gue cuma pengen resmi cerai sama Kirana, dan menikahi Caramel secara resmi. Kenapa dipersulit sampai segininya sih" Gerutu Gerry.
"Sabar mas... " Ujarku menenangkan.
"Gue juga heran, bahkan Kirana pun ga mau cerai sama gue. Padahal dengan cerai sama gue dia bisa nikah sama Reyhan" Ujar Gerry lagi.
Jonathan meletakkan sendok nya dan menatap Gerry "Lo ga peka banget si, yang dicintai Kirana itu lo. Bukannya Reyhan. Jelas banget lah dia ga mau lepasin lo. Sampe nyuruh gue ngerebut Caramel dari lo juga"
"Cinta kok serong sana, serong sini" Ujar Gerry kesal.
"Gue juga mikirnya gitu, kalo dia cinta sama lo kenapa dia main-main sama cowok lain? kadang gue ga ngerti sama jalan pikiran cewek" Ucap Jo yang kembali menyuap nasi goreng ke mulutnya.
"Padahal dia dulu manis banget sebelum tunangan sama lo, suka manja sama lo, ngintilin lo kemana-mana. lo nya aja yang kelewat cuek" Imbuh Jo lagi dengan mulut sedikit penuh.
"Apa mungkin Kirana seperti itu karena dia nyari perhatian kamu mas?" Aku ikut menimpali.
"Naahhh... bisa jadi" Jonathan menyetujui ucapanku.
__ADS_1
Ku lihat Gerry seperti merenungkan sesuatu, sendoknya sudah tergeletak di atas piring sedari tadi.
"Harusnya kalo dia cinta sama gue, dia harus lebih gigih lagi buat ngerebut hati gue dengan cara yang benar. Bukab dengan selingkuh kesana kemari" Ujar Gerry pelan.
"Kayak istri lo Jo, yang tetep bertahan meski lo sakiti berkali-kali. Itu baru namanya cinta" Ucap Gerry yang mendapat pukulan keras di lengannya.
"Itu bukan Cinta, tapi bodoh" Ujar Jo seperti tak peduli.
"Dia jadi bodoh karena cinta sama lo" Ujar Gerry sambil menyesap kopinya.
"Kenapa jadi bahas Jessy sih?" Ucap Jonathan sewot.
"Iya iya... Sorry" Ujar Gerry.
"Kalo udah selesai, ayo gue anter kedepan. Lo harus pulang" Imbuhnya.
"Gue masih pengen ngobrol... bentar lagi ya..." Rengeknya.
"Udah terlalu malem ini... nanti kalo di grebek ga enak. Kalo gue sama Caramel doang mah enak, tinggal nikah aja. Kalo ada lo, masa iya kita nikah bertiga?" Gurau Gerry.
Ku pukul lengan Gerry pelan "pengen banget ya kamu di grebek disini?" Ujarku kesal.
"Kalo bisa nikah bertiga, gue nginep aja sini. Gapapa lah jadi suami keduanya Caramel. Gue rela..." Gurau Jo.
Gerry menendang kaki Jonathan sampai mengaduh "Awhh.. Sadis benerrr.. Gue cuma becanda doang lho.."
"Gue ga rela bagi-bagi, Caramel cuma milik gue doang. Ayo gue anterin sampe mobil lo..." Ujar Gerry sambil menarik Jo agar pulang.
"Iya.. iya... Ga ditarik-tarik gini juga kali bang.." Ujar Jonathan yang malah merangkul Gerry.
Melihat mereka bisa tetap akrab seperti ini membuatku lega. Setidaknya persahabatan mereka memang benar-benar membuat iri. Bersama-sama dari kecil hingga dewasa, dan saling membantu sama lain.
Aku jadi teringat Valley.. mungkin kami bukan sahabat dari kecil. Tapi aku juga menganggapnya sudah seperti saudaraku sendiri.
"Kamu ga ikut pulang mas?" Ujarku heran.
__ADS_1
"Nanti.. mas masih pengen sama kamu. Gara-gara Jo jadi mas ga bisa minta ini" Ucapnya sambil mengecup bibirku sekilas.
"Udah malem banget, nanti beneran di grebek lho..." Ujarku mengingatkan.
"Sengaja emang" Jawabnya acuh.
"Mau ngabisin kopi dulu, kalo udah abis nanti mas pulang" imbuhnya sambil berjalan menuju dapur.
Aku ikut duduk di sampingnya, ditempat di mana sebelumnya Jonathan duduk.
"Kenapa bisa Jo segitu bencinya sama istrinya mas?" Tanyaku tiba-tiba, karena begitu penasaran dengan rumah tangga Jo.
"Iyalah benci, Jo kan di jebak sama Jessy" Ujar Gerry sambil menyesap kopinya.
"Dijebak gimana?" Tanya ku lagi semakin penasaran.
"Jessy bikin Jo mabuk berat dan membuat Jo tidur sama dia, kemudian Jessy hamil. Jadilah mereka menikah. Demi anak yang di kandung Jessy. Jo harus ninggalin Bianca, pacarnya" Cerita Gerry dengan mata menerawang.
"Jo bertanggung jawab banget ya mas.. Menikahi Jessy meskipun dia ga cinta. Demi anak mereka" Ujarku kalut.
"Trus Bianca kemana mas?" imbuhku lagi.
"Nerusin kuliah di Ausy dan nikah sama orang sana. Kaya nya sih udah punya anak juga sekarang" Ujar Gerry sambil sesekali menyesap kopinya.
"Udah ah, kenapa malah ngomongin Jo sih.. " Ujarnya kesal kemudian berdiri dan menggendongku tiba-tiba menuju kamar.
Dia menidurkanku di ranjang dan mulai mencium bibirku dengan sangat bergairah. Tangannya bergerilya di sekujur tubuhku, membuatku tubuhku memanas.
Dia mencium leherku dan meninggalkan bekas kepemilikan di leherku. Aku mengerang frustasi karena tak sanggup menahannya. Sebelum aku benar-benar terbuai dengan cumbuannya, kudorong Gerry dan menghentikan semua kegiatan kami.
"Ayo aku antar kamu ke mobil, kamu harus pulang mas.. sebelum tanduk di kepala kamu muncul"
**TBC
Like dan komentarnya ditunggu ya...
__ADS_1
Terima kasih untuk poin nya 😘😘😘
Terima kasih untuk yang sudah Like dan comment.. juga yang hanya membaca 😅**