
Sudah beberapa menit ini tatapan Anna tidak teralihkan dari buku tabungan miliknya yang berisi uang senilai 500 juta. Baru kali ini ia memiliki uang sebanyak itu, tetapi di satu sisi ia masih takut menggunakan uang itu. Bukan takut lebih tepatnya cari aman saja, pasalnya ia masih bingung dengan keterangan rentenir yang mengatakan jika hutangnya sudah dilunasi, takut saja jika nanti tiba-tiba ada orang datang dan menagih uang.
"Siapa yang begitu baik melunasi hutangku? Aneh sekali."
Mencoba berpikir untuk menemukan jawabannya tapi rupanya itu tidaklah berhasil, ia sama sekali tidak menemukan titik temu.
Tok... Tok... Tok...
Suara ketukan pintu itu mengejutkannya, Anna segera menyimpan buku tabungannya di laci lalu bergegas untuk membukakan pintu.
Baru saja membukakan pintu, dilihatnya sosok Albert disana. Dengan melihat Albert entah kenapa ingatannya kembali melayang pada malam itu, dimana ia telah memberikan keperawanannya kepada Albert.
"Untuk apa kau kesini?" tanyanya ketus.
"Aku ingin minta maaf karena menghilang setelah kejadian itu," ucapnya tulus.
Hari itu Albert hendak pergi ke rumah Anna untuk minta maaf, tetapi mau tidak mau ia harus pergi ke Moscow saat itu juga untuk mengatasi suatu hal genting. Sebenarnya sangat menyesal tidak menemui Anna setelah kejadian itu dan justru baru saja datang setelah satu minggu berlalu.
"Anggap hari itu tidak pernah terjadi dan aku mohon jangan pernah menemuiku lagi."
"Apa maksudmu?"
"Kita sudah tidak memiliki kerjasama apapun, jadi kita tidak memiliki alasan untuk bertemu. Anggap saja kita tidak saling mengenal!"
__ADS_1
"Tidak!" Kalimat Albert meninggi.
Tentu saja ia tidak terima dengan pernyataan Anna, selama ini ia sudah menunggu Anna sangat lama. Penantiannya dan usaha besarnya untuk mencari Anna tidaklah main-main. Lalu sekarang saat sudah menemukannya tentu ia tidak rela untuk melepaskan Anna sedikitpun, meski Anna sama sekali tidak mengingatnya.
"Anna, aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahnku!"
Meski malam itu bukan sepenuhnya salah Albert, melainkan karena dua-duanya sama-sama tengah dipengaruhi alkohol tetapi Albert bersedia untuk disalahkan.
"Baiklah, jangan muncul lagi di hadapanku, itu adalah cara menebusnya."
"Anna malam itu adalah kesalahan kita berdua, aku akan menikahmu untuk menebusnya."
Air mata Anna meluruh, ia hanya tidak ingin melihat wajah Albert karena wajahnya akan membuatnya teringat pada kejadian itu. Tetapi menikah dengan Albert juga bukan pilihan terbaik untuknya.
Setelah mengatakan hal itu Anna membanting pintu, membiarkan Albert berdiri hanya berhadapan dengan pintu.
Seorang muncul menghampiri Albert, itu adalah Matteo.
"Kerahkan lebih benyak orang untuk terus mengawasi Anna, pastikan dia tetap aman."
"Baik, Tuan."
Selama ini Albert memang memberikan penjagaan pada Anna, tetapi para penjaga itu tentu sangat hebat bahkan sampai Anna sendiri tidak mengetahui itu.
__ADS_1
Saat ini Albert memutuskan untuk menjauhi Anna terlebih dahulu, membiarkan gadis itu tenang. Ia yakin lambat laun Anna juga akan melupakan kejadian itu, tidak apa menjauh sebentar daripada kehilangan kepercayaan Anna selamanya.
"Saya baru saja mendapatkan email dari tuan Roy agar datang membicarakan tentang SJ group."
Albert memang sudah mengajukan pembelian atas SJ group dengan nama Matteo dan email milik Matteo. Ia akan mulai meluncurkan aksi balas dendamnya terhadap keluarganya.
Sebentar lagi luka karena benci dan juga di sia-siakan oleh keluarganya akan terbayarkan.
"Bagus, ini memang waktu yang tepat untuk memulai semuanya. Kau pergi tawar dan harus mendapatkan harga terendah."
"Baik Tuan."
...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
Khalisa🌹
__ADS_1