
.
.
.
.
.
.
Lagi-lagi kudapati rumah kosong. Dia tidak pulang malam ini. Sudah lewat tengah malam. Tentu saja dia tidak akan pulang. Lagi.
Apa yang ku harapkan? kalaupun dia pulang, hatinya tidak ikut pulang. Entah dimana dia meninggalkannya. Aku iri, kepada siapapun wanita itu. Wanita yang bisa merebut perhatiannya.
Dulu saat aku masih kelas 2 SMA, Papi mengenalkanku pada rekan kerjanya. Saat itulah aku melihat dia. Senyuman hangatnya dan mata hazel indahnya membuatku tak ingin lepas memandanginya. Anak dari rekan kerja papi, Gerry Sbastian Soewirdjo.
Aku adalah satu-satunya penerus keluarga Widjaya. Semua yang ku inginkan, papi tidak akan menolak. Papi akan memberikan apapun yang ku inginkan. Termasuk perjodohan dengan Gerry.
Suatu saat entah apa yang membuatku begitu tak suka, melihat Gerry tertawa bersama wanita lain. Dan saat itu, aku bersikeras meminta pada papi untuk menikahkanku dengan Gerry. Padahal aku belum lulus SMA waktu itu.
Dan beruntungnya aku, keluarga Soewirdjo menyambut hangat perjodohan ini. Jadi jalan untuk bersamanya semakin mudah. Aku akan menikahinya.
__ADS_1
Tetapi saat dia tau bahwa kami di jodohkan, senyuman hangatnya perlahan memudar. Perhatiannya bahkan sering tak kudapatkan. Dia seperti ada di dunianya sendiri. Dimana tidak ada aku di sana.
Aku mulai berulah, ku pacari setiap lelaki yang mendekatiku agar aku mendapat perhatiannya. Padahal kami sudah bertunangan. Tapi dia tetap diam. Apakah tidak ada setitik saja rasa cinta di hatinya untukku?
"Maaf, selama ini aku menganggapmu seperti adik ku. Aku belum terbiasa" Ucapnya suatu waktu.
Aku tersenyum miris. Tragis sekali kisah cinta pertamaku yang bertepuk sebelah tangan. Aku tidak akan membiarkan orang lain memilikinya. Dia hanya milikku.
Aku pikir dengan berselingkuh dia akan mulai memperhatikanku. Dia akan mulai menyadari perasaannya untukku dan takut kehilanganku. Tapi nyatanya?
Aku tau caraku salah, tapi aku juga butuh perhatian. Dan saat itu, laki-laki bernama Reyhan Syarif hadir dalam hidupku. Bawahanku yang aku sangat tau dia tertarik padaku. Tapi aku suka dengan perhatiannya yang tak pernah ku dapatkan dari Gerry yang saat itu masih berstatus sebagai tunanganku.
Tapi dimana-dimana laki-laki memang ********. Saat dia dipindahkan ke cabang di kota lain, dia berselingkuh dan menghamili selingkuhannya. Merekapun menikah. Tapi hubungan kami tetap berjalan. Aku memaafkannya karena aku suka perhatiannya yang tak pernah ku dapatkan dari Gerry, yang juga sudah menjadi suamiku.
"Kenapa kamu juga mempersulitku dengan tidak mau bercerai denganku Na?" Tanyanya waktu itu.
Aku bukannya tidak tau dia sedang berkencan dengan seorang wanita. Bahkan alasan mengapa dia akhir-akhir ini jarang pulang adalah karena wanita itu.
Takdir memang terkadang lucu. Atau, memang wanita itu ingin membalas dendam karena suaminya berselingkuh denganku hingga mereka bercerai?
Aku tau aku juga salah karena selalu beralasan dinas keluar kota padahal aku sedang bersenang-senang dengan selingkuhanku. Tapi kalau dia lebih memperhatikanku, aku tidak akan menjadi seperti ini. Aku hanya ingin sedikit perhatian darinya, apa aku salah?
"Kamu hanya milikku, aku ga akan kasih ke orang lain" jawabku dengan mengeluarkan seluruh luapan emosi yang selama ini tertahan di dadaku.
__ADS_1
Kenapa bukan aku yang di perjuangkannya sampai begini? kenapa harus wanita lain? Hatiku sangat sakit. Dia bahkan tidak pernah tidur denganku, tapi dia bisa tidur dengan wanita jalang itu?
Apa yang bisa di bandingkan dari dirinya dengan diriku? Aku bahkan berkali-kali lipat lebih baik darinya. Lebih cantik darinya. Lebih kaya darinya.
"Apa yang kamu inginkan dariku Na? biar kamu bisa melepaskanku" Tawarnya frustasi.
Akupun tak kalah frustasi. Kudorong dadanya hingga dia telentang di ranjang "Tidurlah denganku, maka aku akan memikirkannya lagi"
Ku buka perlahan kancing kemejanya tapi tangannya menahanku "Maaf Na..."
Aku bahkan sudah merendahkan diriku untuk memulai, tapi dia tetap tidak bisa. Dia pergi begitu saja dari kamar kami. Dan tentu saja demi menemui wanita jalang itu.
"******** kamu Gerr......!!!" Teriakku frustasi begitu dia melewati pintu kamar.
Aku bersumpah, tidak akan membiarkan wanita lain bisa memilikimu. Kamu hanya milikku. Akan ku halalkan segala cara untuk menghalangi niatmu yang ingin meninggalkanku.
TBC
Jangan lupa like nya ya...
Komentarnya author tunggu..
Terima kasihhh sudah mampir baca... juga untuk poinnya yang berharga 💖💖💖
__ADS_1
Maaf karena sangat telat update nya, ke depannya akan Author usahakan setiap hari Up seperti biasanya.. IloveUall 💞