Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
Bolehkah Aku Memilikimu


__ADS_3

Malam semakin larut, Karin tidak bisa tidur dengan nyenyak, Brian sekarang benar-benar sudah mengganggu pikirannya. biasanya hanya dengan berkirim pesan semua akan baik-baik saja, tapi sekarang semua tidak cukup lagi. Karin merasa resah, lalu bangun dari tidurnya, dan mengambil secarik kertas serta sebuah pena. Karin duduk sendiri diruang keluarga, lalu tanpa sadar dia mulai menggoreskan pena disecarik kertas putih itu.


Tanpa sadar, Karin menguntai sebuah puisi cinta, puisi tentang hatinya. dia tidak bisa mengendalikan pikiran dan hatinya malam itu, lalu dia pergi mengambil handphone nya, dan mulai mencari nama Brian. Brian masih online, lalu Karin mengirim sebuah pesan kepada Brian.


"Malam manjah" sebuah pesan dikirim Karin seperti biasa kepada Brian.


"Iya.... kakak selamat malam juga kakak ku" jawab Brian cepat.


"Kamu belom bobok adek manisss?" tanya Karin lagi pada Brian.


"Belom kakak sayang, adek lagi asyik ngegame kak, dan ni baru selesai..., emangnya kenapa kakak?" tanya Brian santai.


" Nggak kenapa napa adek, kakak cuma gak bisa tidur dek" jelas Karin pada Brian.


"Kenapa? apa kakak ada maslah?" tanya Brian khawatir.


"Nggak ada masalah apa-apa kok dek, gak tau kenapa gak bisa bobok aja. keingat seseorang mungkin hehehe..." jawab Karin sambil becanda.


"Ah masa? siapa ayo? " Brian pun membalas menggoda Karin.


"Nggak bisa tidur gara-gara aku ya kakak,... Hehehehe" tawa Brian nakal diseberang sana.


Muka Karin langsung memerah dan jantungnya bergetar kencang, darahnya serasa mengalir ke ubun-ubun.


"Kenapa dengan gua?" Karin benar-benar shock dengan perasaan nya yang nggak karuan saat ini.


Karin lama tidak membalas chat Brian, sikap Brian tadi benar-benar meluluh lantahkan emosional Karin sebagai perempuan, nggak biasanya Karin begitu.


Lalu Brian pun mengirim sebuah suara VN , "kenapa? apakah adek salah?" atau karena yang adek katakan benar? makanya kakak tidak bisa menjawabnya?" tanya Brian kepada Karin lagi.


"Nggak manjah" jawab Karin singkat.


"Kakak hanya bingung harus mulai dari mana" jawab Karin lagi.


"Kenapa harus bingung? mulai saja dari mana kakak inginkan, ucapkan apa yang sedang terlintas dipikiran kakka saat ini" rayu Brian agar Karin lebih terbuka lagi dengannya.

__ADS_1


"Ntah sepertinya kakak ingin kamu ada disi saat ini" ucap karin spontan.


"Oh begitukah? kakak sedang dilanda rindu? kaka sedang merindukan seorang bocah ? kenapa bisa begitu? apakah kakak yakin tidak ada yang lain selain rasa rindu? apakah kakak yakin hati kakak baik-baik saja?" Brian seakan meng introgasi Karin.


Karin tidak bisa berkata apa-apa selain diam seribu bahasa, Karin pun menjadi semakin tidak tenang dengan pertanyaan-pertanyaan Brian yang seakan menjebak Karin untuk mengakui isi hati nya yang dia sendiri bahkan tidak tau apa itu.


"Kamu.... menjebak kakak dengan pertanyaan yang membuat kakak bingung harus memulai kata-kata dari mana, jangan pernah menanyakan sesuatu yang kamu tau itu akan membuat kakak semakin terpedaya oleh setiap ucapan mu dek" pinta Karin pada Brian.


" Tapi kenyataan nya memang itu kan yang kakka rasakan saat ini? sebuah debaran? sebuah rasa gelisah? sekarang kakak tidak usah memikirkan apa pun dari ucapan adek tadi, kakak rindu adek kan? tanya Brian lagi pada Karin.


"Iya" Karin menjawab dengan singkat dan jujur pada Brian.


"Sekarang lakukan apa yang adek suruh agar rasa rindu kakak bisa berkurang!" perintah Brian kepada Karin.


"Coba kakak keluar sebentar" kata Brian pada Karin, lalu Karin mengikuti intruksi Brian.


"Sudah" kata Karin kepada Brian.


"Lihat kelangit malam" ucap Brian lagi.


"Apa yang kakak lihat disana?" tanya Brian lagi.


"Bulan dan Bintang", jawab Karin polos, diantara itu mana yang kakak suka Bulankah? atau Bintang kah?" tanya Brian.


"Bintang,... kakak sangat suka bintang,, disana ada sebuah bintang yang terlihat sangat terangnya, kakak melihatnya seakan melihat kamu, indah dan bersinar"


"Nah aku juga sedang melihat nya, jadi kita berada dibawah langit yang sama, itu artinya aku berada didekt kakak", jawab Brian romantis.


Karin benar-benar berbunga, bagaimana mungkin bocah seperti dia, bisa menguntai kata semanis ini.


"kakak tadi membuat puisi , kamu mau baca gak?" tanya Karin.


"Boleh jawab Brian", Karin lalu mengirim puisi yang dia rangkai tadi kepada Brian, Brian tersenyum lalu berkata


"Apakah ini pernyataan cinta?" goda Brian lagi pada Karin.

__ADS_1


Lagi-lagi Karin diam lama, panggilan telepon berubah menjadi VC, Karin kaget , tapi tetap memgangkt VC itu, diseberang sana Karin melihat wajah manis dengan rambut yang acak-acakan tapi keren, kulit putih bersih, bibirnya merah merekah, dengan kaos oblong putih dia terlihat imut sekali, sedangkan Karin dengan stelan baju tidurnya, tanpa hijab, dan Karin terlihat malu-malu, Brian sungguh sangat menyukai raut wajah Karin itu.


Ada rasa ingin, mencubit hidungnya yang mancung itu oleh Brian. Karin sekarang merasa semakin deg-deg gan tidak jelas, dia serasa melihat seorang yang sangat di idolakannya, mata Karin berbinar melihat ke Brian dan Brian malah memberikan senyumam manis yang semakin menggoda Karin.


"Kakak, adek sudah membaca puisi yang kakak kirim tadi dan adek suka dengan puisi nya, bolehkah adek jadikan sebagai sebuah lirik lagu?" tanya Brian dengan wajah yang teduh.


"Boleh saja" jawab Karin sambil memberikan senyuman manis kepada Brian


"Adek janji, nanti begitu selesai, akan adek nyanyikan untuk kakak. sekarang kakak masuk kedalam y, adek nggak mau kkaak lama- lama diluar, ntar masuk angin lo. besok adek ke kafe kakak lagi kok. Kalau kakak mau , kakak boleh melepas rindu, sekarang simpan dulu rindunya untuk besok ya kakakku sayang"ucap Brian merayu Karin.


Jantung Karin sersa mau copot dirayu pemuda bocah yang sangat dia kagumi itu. Tapi Karin tetap mencoba tersenyum manis dan menyembunyikan rasa gak karuan di hatinya dari Brian.


Ya langit semakin gelap, dan malam semakin dingin, Karin mengakhiri VC nya, lalu masuk kekamar, dna menaiki tempat tidurnya, disana dia lihat suaminya yang sangat baik tertidur dengan lelapnya karena capek bekerja sehrin. Wajahnya tidak tampan, tapi bibirnya seksi, wajahnya teduh, dan saat tidur terlihat sangat manis. Apa yang ada dikepalamu Karin, kenapa kamu mulai bermain api? lihatlah suami terbaikmu, ucapnya dalam hati, Karin lalu mendekat dan duduk disisi tempat tidur suaminya itu, lalu membelai pipi mas Sandi.


Sandi terbangun karena tangan dingin Karin.


" Karin?" kenapa sayang? kenapa tanganmu dingin?" tany mas Sandi.


"Nggak kenapa-napa mas, tadi aku dari toilet" jawab Karin berbohong.


Ya ampun, dia bahkan mulai berbohong, Karin sangat kaget dengan sikapnya belakangan ini. dimana dia sangat susah mengontrol perasaan nya pada Brian, dia tidak ingin kisah nya ini berkahir dengan perpisahan, jadi dia mesti bertahan dengn keadaan dimana Brian adalah adek nya.


jangan... jangan sampai mas Sandi meminta dia melupakan Brian. sungguh dia tidak bisa lagi tanpa Brian disisinya, dia sudah terlanjur menyayanginya, hanya saja dia lepas kendali dalam sikap dan kasih sayangnya, dia butuh sesuatu untuk mengontrolnya. rasa ini, gaboleh, ini benar-benar salah. Karin terlalu lelah mengetepikan rasa ini, hingga dia terlihat gak karuan, Tapi Karin yakin ini bisa dia kendalikan dengan baik, dia hanya butuh penyesuaian dengan sikap Brian yang semakin romantis kepadanya.


"Tidurlah kembali, jangan begadang, ntar kamu sakit sayang, kasian anak-anak kalau kamu sakit, mereka jadi gak keurus ntar, sedangkan mas sekarang lagi sibuk-sibuknya. kamu pahamkan sayang?", kata mas Sandi pada Karin.


Karin mengangguk "Iya mas, maaf ya mas aku tadi kebangun dan nggak bisa tidur mas" jawab Karin sendu pada Sandi.


"Ayo sini, tidur disamping mas ya sayang, biar mas peluk dan kamu pasti terlelap" ucap Sandi pada istri tercinta nya itu.


Lalu Karin berbaring disisi kanan mas Sandi, seperti biasa Sandi selalu memeluk dan membelai Karin dengan lembut, sangat lembut sekali, Karin selalu bisa merasakan kenyamanan dalam dekapan Sandi. kelembutan Sandi mampu membuat Karin merasa jadi wanita yang sangat sempurna.


"Makasih ya mas" ucap Karin pada Sandi.


"Makasih untuk apa sayang? " tanya Sandi penuh kemesraan pada Karin.

__ADS_1


"Makasih karena mas aelalu memperlakukan aku dengan penuh cinta" ucap Karin manja dan meletakan kepalanya di dada bidang Sandi. Lalu Karin pun tertidur dalam dekapan Sandi.


__ADS_2