
.
.
.
.
.
Aku berdiri cukup lama di halaman rumah yang dulu ku tinggali sebelum menikah dengan Kirana. Rumah megah yang menyimpan banyak kenangan saat aku masih kecil hingga dewasa.
Ku buka pintu besar itu dengan pelan, rumah megah ini tampak lengang. Tak ada siapapun yang berdiri atau sekedar berlalu di depanku. Tentu saja, rumah ini hanya ditinggali orang tua ku. Dan beberapa pembantu tentunya.
Saat aku akan menaiki tangga menuju ruang kerja Papa ku, ku dengar mama memanggilku dari arah ruang makan.
"Kamu pulang kok ga bilang mama, kalo kamu bilang kan mama bisa suruh bibi masakin makanan kesukaan kamu" Ujarnya sambil menggandengku kembali menuju ruang tamu.
"Cuma pengen ketemu papa sebentar mah.. ga lama kok" Ucapku sambil mengikuti langkah mama dan duduk di sofa ruang tamu.
"Kamu ga kangen mama? Rumah ini sepi banget Gerr... Mama udah pengen main-main sama cucu" Rengeknya padaku.
"Kemarin di kasih lihat foto Aslan sama Caramel, lucu banget Gerr... mama sukaaa" Ujarnya yang lebih mirip bisikan saking pelannya mama berbicara.
"Bikinin mama yang lucu kaya gitu ya nanti.." Imbuhnya lagi.
__ADS_1
Ku hela nafasku pelan "Bantuin bujukin papa dong mah... Biar Gerry bisa cepet kasih cucu sama mama"
"Mama juga ga bisa bujuk papa kamu Gerr... Kamu tau sendiri kan gimana papa kamu?" Ucapnya sambil mengelus tanganku.
"Tapi kamu ga boleh nyerah.. Kamu harus perjuangin kebahagiaan kamu. Cukup sekali saja kamu menderita karena perjodohan ini" Ucapnya lagi dengan menggenggam tanganku.
Aku mengangguk yakin "Pasti mah.. Terima kasih sudah mendukung Gerry sejauh ini.. Mama tidak akan kecewa sama pilihan Gerry. Caramel adalah wanita terbaik yang tidak hanya cantik wajahnya. Tapi juga hatinya"
"Mama tau.. Sebelum mama bertemu dengannya, mama selalu memperhatikan Caramel dari jauh. Dia begitu ramah dengan semua orang. Bahkan dia tidak sungkan membantu orang dijalan yang membutuhkan bantuan meskipun dia tidak mengenalnya. Dia begitu sederhana. Mama juga menyukainya.." Ucap mama dengan mata menerawang.
Ku peluk tubuh mama yang sudah tidak muda lagi "Makasih mah.. Gerry pasti akan menjadikan Caramel istri Gerry. Secepatnya"
"Gerry mau ketemu papa dulu" Ku lepaskan pelukanku dan beranjak berdiri. Tampak di wajah mama raut wajah khawatir yang jelas terlihat.
Aku mengangguk dan berjalan menaiki tangga menuju ruang kerja papa. Aku termenung sebentar di depan pintu. Ku kuatkan hatiku. Apapun yang terjadi nanti, aku tidak akan pernah melepaskan Caramel.
"Mana Kirana? Kenapa kamu sendirian?" Tanyanya yang melirikku sekilas kemudian kembali melihat ke layar laptop yang terbuka di depannya.
"Papa tau betul apa yang ingin Gerry bicarakan sama papa sekarang" Ucapku tanpa gentar sedikitpun.
"Kalau bukan masalah perusahaan lebih baik kamu pulang, papa sedang banyak pekerjaan sekarang" Ujarnya tanpa melihatku sama sekali.
"Kenapa papa mencabut kembali gugatan cerai Gerry di pengadilan agama? Biarkan Gerry bercerai dengan Kirana pah... tolong.." Ucapku putus asa. Karena ini kedua kalinya papa mencabut kembali gugatan ceraiku pada Kirana dengan menggunakan koneksinya yang berada di pengadilan agama.
"Papa sudah pernah bilang sama kamu, kamu tidak akan pernah bercerai dengan Kirana" Ucapnya tanpa iba.
__ADS_1
"Papa bahkan tau kelakuan Kirana yang punya banyak pacar, tapi papa tetap tidak membiarkan Gerry bercerai dengan Kirana? Apa papa tidak ingin Gerry bahagia bersama wanita yang Gerry cintai pah?" Ku tekankan setiap kata untuk meyakinkannya.
Papa membuka kacamata nya dan meletakkannya di meja, Dia kemudian menatapku "Apa kamu pikir cuma dengan cinta kamu bisa bahagia? Kenapa kamu tidak belajar mencintai Kirana? Dia seperti itu karena kamu tidak peduli padanya dan tidak mau belajar mencintainya"
"Tinggalkan wanita itu kalau kamu sudah selesai bermain-main. Papa akan anggap tidak ada apa-apa yang terjadi antara kamu dan pelacur itu"
"Dia bukan pelacur pah.. Dia wanita baik-baik yang akan menjadi ibu dari anak-anakku nanti. Dan aku tidak akan pernah melepaskannya" Aku sedikit berteriak menahan amarah.
"Wanita baik-baik?" Dia tersenyum miring "Wanita baik-baik tidak akan berkencan dengan laki-laki yang sudah beristri"
"Lalu Kirana? Dia juga berkencan dengan banyak laki-laki. Bahkan ada yang masih berstatus suami orang. Apa dia bukan pelacur?" Teriakku emosi.
"Jaga omongan kamu Gerr.. Dia istri kamu. Setidaknya dia berasal dari keluarga terhormat" Ucap papa yang masih membela Kirana.
"Gerry ingin tau reaksi keluarga Widjaya begitu tau bagaimana kelakuan putri kesayangan mereka di luar perusahaan" Ancamku kemudian berbalik pergi dan membanting pintu.
TBC
Jangan lupa Likenya ya readers yang budiman.....
Kritik, saran, Komentar selalu Author terima dengan lapang dada...
Terima kasih untuk poinnya...
Terima kasih sudah mampir baca 💖💖💖
__ADS_1