
"Jadi Albert apakah memiliki alasan yang jelas mengenai hal memalukan yang kau lakukan?" tanya kakek Albert dengan nada yang tenang.
Makanan baru saja di bereskan oleh pelayan, mereka semua sudah selesai makan tetapi masih berkumpul di meja makan ini untuk menyidang Albert. Hal itu membuat Indri sangat antusias untuk melihatnya.
"Kau sangat memalukan, ayahmu ini bahkan sudah tidak memiliki wajah lagi!" ucap ayah Albert dengan emosi.
Ibu Albert sedari tadi menenangkan suaminya tetapi hal itu tidak berimbas banyak, apalagi setelah celetukan dari Indri yang sangat menjengkelkan jika di dengar.
Albert menggandeng tangan Anna secara tiba-tiba membuat gadis itu menegang, "Aku mencintainya dan ingin bersamanya, mungkin itu salah karena saat itu di sisi lain aku sudah menikah dengan Sarah. Tetapi kakek dan ayah juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkanku, pernikahanku dengan Sarah bukanlah pilihanku, jadi bukan masalah besar jika sekarang aku memperjuangkan cintaku."
"Itu tetap salahmu, kau sudah membuat malu seluruh keluarga!" ucap Indri dengan keras.
"Albert kau tahu berapa jumlah saham yang turun karena reputasi keluarga yang kau coreng?!" tanya ayah.
"Tentu saja aku tidak tahu, aku bukanlah orang penting yang ikut mengelola perusahaan tetapi hanya seseorang yang diberi jabatan saja." balasnya tak kalah sengit.
Alvin mulai tertarik dengan kalimat adiknya, ia pun membalas, "Jadi sekarang kau membahas tentang dirimu yang tidak diberikan sebuah perusahaan? Sebaiknya sebelum mengatakan itu, kau bisa bercermin dulu, apakah kau pantas atau tidak mengurus perusahaan atas namamu. Lihat saja SJ group sekarang sekacau apa, perbaiki dirimu jika ingin mendapatkan bagian."
"Aku tidak menginginkan apapun baik dari kakek maupun ayah, hanya saja ingin mempertanyakan dimana letak sebuah keadilan."
"Tidak usah membalikkam fakta. Kau itu sangat tidak berguna dan hanya membuatku sakit kepala saja." ucap ayah Albert.
"Kak Roy, bukan hanya Kakak tetapi seluruh keluarga Anderson dibuat malu oleh putra bungsu kakak ini!" Indri kembali memanasi.
"Sudah-sudah! Kalian semua diam, biarkan aku saja yang berbicara." perintah dari Billy Anderson itu membuat semua orang terdiam.
Bagaimanapun dahulu saat masih kecil, Albert sempat menjadi cucu kesayangan Billy, mendapatkan perhatian lebih darinya sehingga membuat iri semua orang. Meski itu hanya saat Albert masih kecil, sampai sekarang Billy masih tidak bisa jika harus marah kepada Albert.
Billy meruncingkan pandangannya ke arah Albert, sebelum helaan nafas kasar keluar.
"Albert kali ini kakek akan memberimu pilihan, yang pertama tinggalkan gadis itu dan meminta maaf kepada Sarah di depan media, dengan begitu nama baik keluarga akan kembali. Lalu pilihan kedua adalah tinggalkan SJ group dan semua aset yang diberikan kepadamu."
Indri terlihat tidak puas mendengarkannya, karena pilihan pertama seperti tidak ada hukuman apa-apa dan di pikiran Indri, Albert pasti akan memilih pilihan pertama, siapa orang bodoh yang rela diusir dari keluarga hanya karena seorang wanita. Sedangkan ayah dan ibu Albert terlihat sedikit lega, karena ternyata Billy tidak marah besar.
__ADS_1
"Aku memilih pilihan yang kedua," ucap Albert dengan sangat santai.
Nyatanya ucapan itu membuat semua orang terkejut tak kerkecuali Anna, ia sampai menginjak kaki Albert beberapa kali untuk menyadarkan lelaki itu.
"Kau sudah gila?" bisik Anna.
"Albert—" sang ayah menggantungkan kalimatnya, saking tidak habis fikir.
"Albert pikirkan baik-baik, kehidupan tanpa keluargamu ini akan seperti apa, hidup diluar itu keras. Pikirkan dulu sebelum memutuskan." ucap Billy Anderson.
"Aku sudah memikirkannya...." sorot matanya terarah pada Anna. "Aku sangat mencintainya, aku akan melakukan apapun untuknya, bahkan jika harus memberikan kehidupanku akan kulakukan."
Nyatanya kalimat yang mengalun lembut itu bukan bualan semata, itu adalah isi hati dari Albert yang memang sudah jatuh terlalu dalam pada Anna. Tidak ada yang menyadari itu kalimat tulus, bahkan Anna sekalipun.
"Albert apa maksudmu?" kini giliran sang ibu yang buka suara.
"Maaf Ibu, Albert hanya berusaha memilih pilihan terbaik yang diajukan kakek."
Albert mengeluarkan kunci rumah, kunci mobil dan juga satu kartu atm miliknya. Hanya satu kartu atm karena kartu lainnya adalah miliknya sendiri, hanya satu itu yang diberikan ayahnya.
"Yasudah jika itu pilihanmu, kakek akan menghargainya."
"Tetapi kau harus ingat semenjak hari ini melanglahkan kaki keluar, tidak akan ada lagi pintu kembali!" seru ayah Albert.
Sebenarnya emosional Roy ini tidak terlalu baik, Billy saja masih bisa berbicara baik-baik pada Albert. Sedangkan dirinya yang notabennya adalah ayah kandung dari Albert justru terlihat begitu membenci lelaki itu.
"Tenang saja ayah, mungkin ayah pernah mengatakan lebih baik aku mati daripada terlahir tidak beguna seperti ini. Tetapi ayah seharusnya sadar, apa penyebab aku menjadi tidak beguna seperti ini, jangan terus menyalahkan orang lain...." Albert memberi jeda sejenak pada kalimatnya. "Ayah juga pernah mengatakan jika aku adalah putra yang sama sekali tidak bisa diharapkan dan tidak akan memiliki masa depan, selalu meminta aku bisa sama seperti dua putra kesayangan ayah. Tetapi ayah hanya menuntutku, tidak mengajari dan meyayangiku seperti yang ayah lakukan pada anak kesayangan ayah."
Albert menggandeng lengan Anna lalu berdiri, "Terima kasih makan malamnya, Kek. Maaf sudah menjadi cucu yang tidak berbakti." setelah mengatakan itu Albert membawa Anna keluar dari kediaman.
Setelah sampai diluar Anna terdiam, memang ia ingin marah karena Albert justru membuat semuanya semakin sulit. Tetapi di satu sisi, setelah melihat bagaimana hubungan Albert dan ayahnya, Anna sadar satu hal, yaitu jika Albert selama ini menderita karena ayahnya, tuntutan dari ayahnya yang membebaninya.
"Rasanya lega sekali sekarang," celetuk Albert.
__ADS_1
"Jadi kau memang berniat untuk keluar dari keluarga Anderson?"
"Untuk apa bertahan dengan keluarga yang hanya mencaci dan membenci, aku memiliki orang tua tetapi mereka selayaknya musuh, hanya bisa memberi tekanan tanpa bimbingan."
"Lalu setelah ini kau mau kemana?"
"Bolehkah menumpang tinggal di rumahmu?"
Anna langsung menggeleng, "Tentu saja tidak!"
"Kau tidak kasihan padaku?"
"Carilah hotel! Aku akan meminjamkan uang jika kau tidak ada uang. Sekarang kembalikan buku rekeningku dahulu, setelah itu aku akan meminjamimu uang."
"Aku baru akan mengembalikannya setelah kau menemaniku ke suatu tempat."
"Berhentilah mempermainkanku! Kau sudah semenyedihkan ini dan masih sempat membuatku kesal."
"Aku janji akan mengembalikannya, temani aku minum sebentar, kebetulan di depan ada club. Setelah itu akan mengembalikannya."
"Alkohol tidak baik untuk kesehatan!"
"Tetapi baik untuk menghilangkan penat di pikiranku."
...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
__ADS_1
Khalisa🌹