Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
Konyol


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


"Amel............!!" Teriak Veronica sambil berlari ke arahku untuk memelukku.


"Tiba-tiba aja nongol kamu, kangen banget sama kamu tauuuu" Ujarnya setelah melepaskan pelukannya padaku.


"Aku juga kangen kamu kak, makanya aku kesini" Ucapku dan duduk di sofa di dalam ruangannya.


"Aku pikir kamu ga balik kesini lagi. Aku sampe pengen nyusulin kamu ke kampung" Ucapnya dan ikut duduk di sampingku.


"Niatnya sih gitu, tapi ga bisa nahan kangen ke kamu kak.." Gurauku.


"Aku apa Gerry?" Cibirnya sambil mencebikkan bibirnya lucu.


"Jangan suruh aku milih antara kamu atau dia kak, aku ga bisa" Ucapku menanggapi cibirannya.


"Cehhhh.. kamu niru dialog di sinetron ya? kelihatan banget" Ujarnya di iringi dengan tawanya yang renyah.


"Sebentar aku ambilkan minum" imbuhnya lagi.


Dia beranjak menuju kulkas dan mengambil 2 buah softdrink dari dalam kulkas mini tersebut.


"3 kak... yang satu lagi markirin mobil" teriakku saat ku lihat dia hanya mengambil 2 buah softdrink.


"Hah???" Sautnya pura-pura tidak mendengar. Tapi tetap saja dia membuka kulkas lagi dan mengambil sebuah softdrink lagi.

__ADS_1


"Kamu bawa bodyguard?" tanyanya setelah sampai di hadapanku dan duduk meletakkan 3 buah softdrink itu ke atas meja.


"Iyahh... holang kayaaahhh" Ucapku dengan songongnya.


"Pantesan aura kamu beda banget setelah pulang kampung, udah kaya pengantin baru aja ini. Pipi semu-semu merah, wajah sumringah, senyum-senyum ga jelas, kemana-mana bawa gandengan. Apalah dayaku yang jomblo ini" Ujarnya lirih.


Kupukul pelan pundaknya "Yang sabar ya kak.. jodoh kamu mungkin masih di pacarin orang" Gurauku hingga mendapatkan sentilan di dahiku.


Aku malah tertawa "Kakakku yang cantik, jangan ngambekan ya, nanti keriputnya banyak" Gurauku lagi dan kali ini aku mendapatkan toyoran di kepalaku. Kami tertawa bersama menyadari kekonyolan sikap kami setelah sekian minggu tidak bertemu.


"Apa yang membuat kalian tertawa sampai begitu?" Tanya Gerry begitu dia masuk dan mendapati kami sedang tertawa.


"Pacar kamu ini, beda banget ga kaya dulu. Bisa ngelawak juga dia" Ujarnya sambil melirik ke arahku.


Ku cubit lengannya sedikit "Kamu kak, yang mulai. Aku cuma ikut-ikutan aja"


"Ga apa-apa biar awet muda" Ujar Gerry sambil melirikku dan tersenyum.


"Oiya, kenapa kamu bawa-bawa koper besar gitu Mel? kaya abis di usir ibu kosan aja karena ga kuat bayar kontrakan" Tanyanya penasaran.


Dia tampak kaget "Beneran? Aku malah seneng banget kamu numpang hidup sama aku..." Ujarnya sambil memelukku.


"Tunggu.. tunggu..." Ucapnya sambil melepaskan pelukannya dariku.


"Kamu kan punya apartemen, kenapa malah nyari kontrakan?" imbuhnya sambil menatap Gerry yang sedang meminum softdrink nya.


Gerry mengedikkan bahunya "Aku juga ga tau, dia ga mau tinggal sama aku. Padahal itu apartemen atas nama dia"


"Aku kan udah bilang mas, aku ga mau tinggal sama kamu sebelum bener-bener resmi" Ucapku sedikit kesal.


"Ciye... yang udah merencanakan masa depannnn, padahal awalnya nolak-nolak tapi akhirnya nyosor juga" Ledek Veronica padaku.


"Jadi boleh ga nih, aku nebeng hidup sama kamu kak?" Tanyaku gemas.


"Saaaangat boleh, nebeng selamanya juga boleh kok" Ujarnya sambil tersenyum riang.

__ADS_1


"Ga selamanya juga dong Ver..." Saut Gerry tak terima "Aku nanti gimana?" imbuhnya lagi.


Aku dan Veronica tertawa lantang mendengar perkataan Gerry yang seperti anak kecil yang takut ditinggal ibunya pergi.


"Sebentar saja kak, aku ga mau jadi orang ketiga ketika kamu sedang 'ehm' sama pacar kamu nanti" Aku menggodanya.


"Kamu nih, ada-ada aja Mel..." Dia mencubit lenganku gemas.


"Aku seneng banget liat kalian bisa bersama kayak gini" Ucapnya tulus.


"Amel bebal banget dulu Gerr, waktu aku suruh dia buat nerima kamu. Padahal kelihatan jelas banget kalo dia juga suka sama kamu" imbuhnya lagi.


"Kak Ver...." Teriakku gemas karena dia membongkar tentang bagaimana dulu dia selalu membujukku untuk melihat Gerry.


"Syukurlah kalo ternyata dia menyadari perasaannya sama kamu" Ujarnya lagi.


Gerry tersenyum senang, sedangkan wajahku sudah bersemu merah sedari tadi.


"Kamu ga tau aja Ver, gimana aku harus perjuangin dia dan meyakinkan dia tentang perasaannya sama aku. Aku sampai ingin menyerah. Apalagi waktu liat dia malah sama Jonathan" Ucap Gerry sambil menyenderkan punggungnya di sandaran sofa.


"Udah mas, ga perlu di ingat-ingat lagi. Yang penting kan sekarang aku sama kamu" Ucapku yang sekarang sudah beralih duduk disampingnya.


"Oiya, Jonathan tiap malem kesini lho... awalnya aku ga tau kenapa, tapi lama-lama tanpa liat kalianpun aku ngerti dengan wajah sendunya" Ucap Veronica yang ikut menyandarkan punggunggnya.


"Aku comblangin kamu sama Jo gimana Ver?" Gurau Gerry yang disambut dengan pelototan dari Veronica.


"Maaf, ga menerima barang bekas" Sautnya kesal.


TBC


Jangan lupa Likenya ya gaissss.....


Komentarnya selalu Author tunggu, juga kritik dan sarannya biar Author semangat.


Terima kasih sudah mampirrrr💖💖💖

__ADS_1


Terima kasih untuk votenya 😘


__ADS_2