
Untuk semua readers ku yang setia, semoga kita selalu berada dalam perlindungan-Nya. Di hindarkan dari Virus Corona yang sedang mewabah di mana-mana. Meskipun setiap manusia pasti akan mati, tapi setidaknya semoga kita di beri umur yang panjang dan sehat selalu. Amin
***
Kulihat sebuah kertas di hadapanku dengan nanar. Hanya menunggu sebuah tanda tangan di atas namaku saja aku sudah resmi cerai dengan Gerry. Ku kuatkan hatiku, tak ada yang mendukungku lagi untuk mempertahankan pernikahan ini.
Bahkan ayah mertua yang semula mendukungku habis-habisan meskipun tau bagaimana kelakuanku di luar sana pun sudah menyerah. Entah apa yang di lakukan Gerry hingga ayahnya berpaling dariku begitu cepatnya.
Begitupun dengan papiku sendiri. Yang terus mendesakku untuk bercerai dari Gerry dan menyuruhku bergegas keluar negeri untuk menjalani pengobatan agar aku bisa hamil suatu saat nanti, meskipun tingkat keberhasilannya hanya sedikit.
Jika aku tidak menandatangani nya, maka keluarga Caramel akan menuntutku dan tidak mau berdamai. Jika sampai itu terjadi dan tercium oleh publik, saham perusahaan akan anjlok dan sangat merugikan perusahaan yang susah payah di pertahankan oleh papi.
"Dangkal sekali pemikiran papa, semudah itu dia melepaskanku hanya karena aku tidak bisa melahirkan penerus perusahaan nya?" Ujarku putus asa.
"Papa menyerah bukan karena itu Na" Sangkal Gerry yang menatapku iba.
"Jadi kalo bukan karena itu lalu karena apa? Caramel tidak bisa di bandingkan denganku di mata papa kamu Gerr.. apa yang membuatnya berubah pikiran secepat ini?" Aku setengah berteriak frustasi.
"Karena setidaknya papa masih punya hati yang hangat terhadap orang yang pernah menolong keluarga kami. Dan aku sangat mensyukurinya" Ujar Gerry dengan kelegaan yang jelas terlihat di wajahnya.
__ADS_1
"Keluarga kami pun menolong keluargamu, ingat?" Ujarku sinis meskipun aku tak tau apa yang di maksutkan Gerry dalam perkataannya tadi.
"Hubungan keluargaku dan keluargamu, murni karena perusahaan Na. Dan disini, kita saling menolong. Bukan hanya perusahaanmu yang menolong perusahaan kami. Tapi kami juga menolong perusahaan mu. Ada timbal balik di dalamnya" Ujar nya tenang.
Jadi selama ini yang ada di fikirannya adalah pernikahan kami hanya sebuah bisnis? Karena itu, dia tidak bisa melihat ku sama sekali. Melihat bagaimana aku mencintainya, bahkan sebelum kami bertunangan?
"Kamu tidak pernah sekalipun melihatku sebagai istrimu Gerr.. Kenapa kamu bisa sejahat itu?" Pertahananku hancur, air mataku menetes begitu saja melewati pipiku.
"Aku tau aku juga bersalah padamu Na, hingga kamu mencari perhatianku dengan cara yang salah. Maafkan aku.. Maaf untuk semuanya.." Ujarnya berubah sendu.
Aku semakin terisak mendengar permintaan maaf darinya. Rasanya sangat menyesakkan dada mengingat pernikahan kami yang begitu hambar akhirnya harus berakhir juga. Meskipun tak bahagia, tapi aku mencintainya bertahun-tahun lamanya.
Ku ambil pulpen yang tergeletak di atas kertas itu dan kutanda tangani dengan cepat.
"Terima kasih Na.. Maafkan semua kesalahanku.. Semoga kamu juga bisa menemukan kebahagiaanmu sendiri berasama orang yang kamu cintai dan juga mencintaimu" Ujarnya terdengar tulus.
Ku tinggalkan dia begitu saja menuju ke kamarku di lantai atas, Aku tak menyangka secepat ini pernikahanku akan berakhir. Aku fikir aku bisa merebut perhatiannya dan membuatnya cemburu. Tapi aku salah, aku malah kehilangan dia secepat ini.
Ku banting semua yang berada di meja di dalam kamarku hingga terdengar riuh. Ku lempar sebotol parfum favorite ku ke arah kaca hingga hancur berserakan. Kenapa rasanya sesakit ini?
__ADS_1
Aku menangis membayangkan saat pertama kai bertemu dengannya dan langsung jatuh cinta padanya. Aku mengekorinya kemanapun sampai aku tau dimana dia sering menghabiskan waktunya dulu. Sampai apa makanan yang sering dia pesan. Dan siapa saja yang sering bertemu dengannya.
"Jangan ngintilin kaka melulu, maen sana sama temen-temen yang seumuran sama kamu"
Ucapnya waktu itu sambil mengusak rambutku. Aku bukannya mundur tapi malah semakin gencar mengekorinya kemanapun. Hingga dia sudah mulai bekerja di perusahaan dan aku baru masuk kuliah, aku meminta papi untuk menjodohkan ku dengannya.
Awalnya papi menolak karena usia kami yang terpaut jauh. Namun aku terus memaksa hingga papi setuju dan begitu juga keluarganya yang menyambut hangat perjodohan ini.
Air Mata ku kembali mengalir deras, para pembantu mengetuk-ngetuk pintu kamarku dengan keras namun tak ku hiraukan. Aku berjalan menuju jendela kamarku dan berdiri diam disana. Kulihat mobil Gerry keluar dari gerbang rumahku dan perlahan bergerak menjauh.
Aku tidak yakin akan bisa melupakannya begitu saja, karena aku sudah terbiasa mencintainya meskipun tak pernah di hiraukan. Aku bersandar di dinding di sebelah jendela kamarku dan jatuh terduduk.
Ku tekuk lututku dan kembali menangis. Hingga suara ketukan-ketukan di pintu kamarku terdengar semakin samar dan semuanya berubah menjadi gelap.
"Jika waktu bisa kembali, aku ingin memperbaiki semuanya.. dan membuatmu jatuh cinta padaku dengan cara yang benar"
TBC
Jangan lupa Like, komen, kritik dan saran nya ya... promo dan curhat pun diperbolehkan kok.. gratissss 😁😁😁
__ADS_1
Terima kasih untuk votenya..
Terima kasih untuk yang sudah baca, like, juga komen ya 💖💖💖