Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
Jagalah Hatimu untukku


__ADS_3

Sandi dengan sabar mendengarkan cerita Karin tentang Brian yang menolong dia dari lelaki mata keranjang, Karin terlihat begitu bersemangat dan menggebu gebu bercerita tentang Brian. Sandi terlihat tenang bagi Karin, tapi Karin tidak tahu, dalam hati Sandi terluka, karena dia merasakan istri yg biasanya hanya selalu memuja dan membanggakannya hari ini sedang membicarakan lelaki lain dengan penuh rasa kagum.


Iya..., Sandi dan Karin memang selalu terbuka, tapi Sandi lebih banyak bungkam karena dia nggak suka apabila Karin tidak nyaman saat dia tegur, apalagi ini hanya untuk sebuah praduga yang belum nyata. Iya bagaimana mungkin dia bisa melarang Karin dekat dengn Brian, sedangkan mereka belum melakukan kesalahan apa-apa, apakah pantas, dia menyuruh Karin menjauhi Brian hanya karena mereka saling nyaman dan dekat?, apalagi dalam pikiran Karin Brian hanya bocah, dan bagi Brian Karin hanya kakak yang hampir seumuran dengan mamanya.


Tentu saja mereka berdua ngak bakal sadar dengan perasaan yang ada diantara mereka, karena dalam pikiran mereka berdua ITU TIDAK MUNGKIN. tapi mereka tidak tahu apa yang ada dipikiran orang lain, sejatinya CINTA ITU DATANG TIBA-TIBA TANPA MEMANDANG PADA SIAPA.

__ADS_1


"Mas..., mas dengarkan aku ngomong barusan? " Karin bertanya dengan manjah nya pada suaminya yang sangat baik itu.


"Iya sayang, mas dengar kok manis" Sandi lalu mencubit hidung Karin yg memang mancung dan indah itu.


Lalu tiba-tiba saja muka Karin memerah dan Sandi suka dengn rona wajah istrinya itu. langsung saja Sandi mencium dan ******* bibir istrinya itu. Karin menggeliat seakan meminta untuk di setubuhi. Iya... , langsung saja Sandi merebahkan tubuh mereka berdua, dan tangan Sandi mulai mencoba melepaskan buah baju Karin.

__ADS_1


"Hahahhaha..... iya sayang, anak-anak gadis papa sudah pulang ternyata, siapa yang antar kalian?


"Kakek" jawab mereka serentak sambil memeluk papa dan mamanya secara bergantian.


lalu Sandi mencoba keluar dari kamar begitu juga dengn Karin, tapi sebelum sempat berdiri Sandi membisikan sesuatu kalimat yang aneh bagi Karin, "JAGALAH HATIMU UNTUKKU", bisik Sandi dengan lembut tapi tegas.

__ADS_1


Karin termenung dan duduk kembali di atas tempat tidur mereka, "'lagi....dan lagi.... suaminya berbicara seakan akan Karin sudah melakukan kesalahan. Iya..Karin memang nggak pernah peka untuk sesutu hal disekitrnya, baginya sikapnya itu biasa saja, dan dia tidak pernah sadar, banyk orang yang salah paham akan sikapny itu. Tapi selama ini Sandi nggak peduli karena Sandi tahu Hati istrinya Karin selalu untuk dia seorang, lalu kenapa tiba-tiba saja mas Sandi berbicara seperti ini? apa benar mas Sandi cemburu? dengan siapa? Brian kah? tidak! jangan sampai mas Sandi cemburu dengan Brian, karena aku nggak mau disuruh menjauhi Brian," Karin pun merasa mulai takut.


Anak-anak langsung ke ruang tv dan menyalakan televisi, karena sekarng pukul 10 malam, film kesukaan mereka sudah mulai, ya ada film karton yang sangat mereka sukai dan tayangnya jam 10 malam hingga jam 11 malamm, hal inilah yg membuat Karin terkadang mesti sabar menemani anak-anak nya menonton televisi hinggaa hampir tengah malam. Karin lagi-lagi teringat kata-kata suaminya saat akan memejamkan mata di malam harinya, JAGALAH HATIMU UNTUKKU, "maaf Jika aku telah membuatmu resah suamiku," gumam Karin dalam hatinya sebelum tertidur.


__ADS_2