Wanita Penggoda

Wanita Penggoda
Jonathan


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


Jonathan berjalan ke arah kami dan menyeruak di antara kami, memisahkan kami. Sebelah tangan kanannya merangkul pundak Gerry, dan sebelah kirinya merangkul pundak ku.


"Gue kangen ama kalian... Gerry ga pernah ada waktu buat gue... dan kamu juga balik ke Jakarta ga bilang-bilang" Ucap jonathan padaku.


"Lo kok bisa tau rumah Caramel? Lo kok tau gue disini?" Tanya Gerry heran.


"Ayo masuk rumah dulu, gue kedinginan. Udah hampir sejam gue nungguin kalian ga pulang-pulang" Ucap Jo sambil mempercepat langkahnya.


Mau tak mau kami harus menyeimbangkan langkah kami, meskipun aku benar-benar kewalahan. Dan Gerry malah tertawa melihat ku tertatih-tatih.


"Ga lari-lari gini juga Jo... kesian Caramel tuh.. kakinya kecil gitu, ga bisa ngimbangin kaki lo yang panjang-panjang itu" Ujar Gerry sambil memperlambat langkahnya.


"Aahh... maaf sayang.." Ucap jonathan padaku.


Aku melotot mendengarnya memanggilku sayang, sedangkan Gerry sudah memukul kepalanya sedari tadi.


"Maaf.. Kebiasaan" Ujar jonathan polos.


Kami memasuki rumah dan duduk di ruang tamu dengan Gerry yang berada di tengah-tengah di antara aku dan Jonathan.


"Duduknya gini amat Gerr? posesif banget lo sama Caramel.." Cibir Jonathan.


"Kalo ga mau ya pulang aja.. " Ujar Gerry santai.


"Diihhh... Belum jadi suaminya juga" Cibir Jonathan lagi.


"Gue tendang juga nih kalo masih ga mau duduk disitu. Mau?" Ucap Gerry lantang.

__ADS_1


Jonathan memberengut kesal dan menatapku, meminta pertolongan. Aku mengedikkan bahuku pasrah. Dan Jonathan tambah nelangsa.


"Kemaren Kirana nelfon gue, nyusulin gue ke kelab nya Veronica" Ujar Jonathan tiba-tiba membuka pembicaraan.


Aku dan Gerry saling pandang tak mengerti.


"Kemaren malam juga gue sama Caramel kesana" Ujar Gerry yang mengernyitkan dahinya karena heran.


"Ngapain dia nelfon lo? nyusulin lo juga.." Imbuhnya lagi.


"Gue pengen kasih tau lo sesuatu, tapi jangan gimana-gimana ya. Gue sendiri terlalu shock saat tau kebenarannya" Ujarnya mendramatisir.


Aku hanya mendengarkan tanpa ikut menimpali pembicaraan mereka.


"Apaan?" Tanya Gerry yang mulai serius mendengarkan.


"Waktu Kirana nyusulin gue disana dia ga sengaja ketemu sama selingkuhannya" Ujarnya antusias.


"Dan selingkuhan dia ternyata.."


"Mantan suami Caramel?" Tebak Gerry santai.


"Lo juga tau kalo Kirana selingkuh?" imbuhnya lagi.


Aku dan Gerry kembali saling berpandangan dan mengangguk bersamaan.


"Bahkan kamu juga tau Mel? Rumit banget kisah cinta kalian. Kalo di bikin sinetron bisa ini. Judulnya 'Cinta yang tertukar'.." Dan dia tertawa sendiri.


Gerry kembali menoyor kepala Jonathan yang sedang tertawa "Pertanyaan gue tadi belum lo jawab, Kirana ngapain nyusulin lo kesana?"


"Ah iya... Gue pengen tambah ketawa kalo inget apa yang di omongin Kirana" Ujar Jo sambil menerawang.


"Dia pengen gue misahain kalian, dengan cara ngerebut Caramel dari lo. Lucu banget kan?" Dia tertawa miris.


Ku lihat Gerry menghembuskan nafasnya kasar "Lucu dari mana? Dulu ga peduli, sekarang udah ada Caramel dia nya kepanasan"


"Gue pikir juga gitu, giliran lo udah ada yang perhatian, dia berlagak sok peduli" Jonathan menyandarkan punggungnya dengan mata menerawang "Padahal dulu sebelum dia tunangan sama lo, tingkah dia manis banget"


"Mau aku bikinin nasi goreng?" tawarku kemudian karena melihat mereka sama-sama diam.

__ADS_1


"Aku lapar" imbuhku lagi.


Gerry mengusak rambutku "Kenapa ga bilang dari tadi sih? jadi kamu nahan laper sedari tadi?"


"Iya.." Ku jawab dengan pelan.


Aku beranjak dan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam kami yang sudah sangat terlambat ini.


Setelah selesai kuletakkan 3 piring nasi goreng yang siap santap di meja makan. Ku lihat Gerry dan Jonathan yang sedang serius membahas sesuatu.


"Sayang banget gue ga ada kenalan yang bisa ngurus perceraian lo" Ujar Jonathan sambil menarik kursi dan duduk.


"Gue udah bilang, gue ga bakal bisa cerai kalo bokap gue masih ikut campur. Gue yakin bokap punya kenalan seseorang yang berkedudukan tinggi di pengadilan agama itu. Kalo ga, ga mungkinlah gugatan cerai gue ga pernah masuk. Udah ketiga kalinya juga" Ujar Gerry jengkel.


"Kamu yakin Mel? ga mau berubah pikiran? sama dia ribet banget lho... balikan sama aku aja yuk" Gurau Jonathan yang mendapatkan sebuah pukulan keras di lengannya oleh Gerry.


"Sial*n lo..!" Umpat Gerry bertambah kesal.


"Apapun yang terjadi, aku ga akan melepaskan Gerry Jo.. Bahkan jika dia pengen ngelepasin aku, aku ga akan lepasin dia" Ujarku berani, padahal semburat merah sudah memenuhi wajahku.


Gerry yang duduk di depanku meraih tanganku dan menggenggamnya erat "Makasih sayang... Mas juga ga akan dengan mudahnya nglepasin kamu"


"Anj*rrrrrrrrrr.. Nafsu makan gue hilang seketika..." Umpat Jo kesal.


"Jadi jomblo gini amat yak?" Guraun Jonathan yang mendapat tabokan dari Gerry di kepalanya.


"Inget anakk... " Ujar Gerry.


"Inget istri...!" Aku ikut menimpali.


TBC


Jangan lupa like & Comment ya..


Terima kasih votenya..


Terima kasih sudah mampir baca πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Maaf tebakan readers semua salah πŸ˜….. Author sedang tidak ingin bikin konflik. Apalagi yang beratΒ².. Author ga kuat.. πŸ˜…

__ADS_1


Tetep semangat ya readersss....


__ADS_2