
.
.
.
.
.
.
"Mas akan pesankan tiket pesawat untukmu"
"Tidak usah mas, aku naik bus saja"
"Mas khawatir kalo kamu naik bus, karena bus kebanyakan di isi para laki-laki. Sedangkan kamu perempuan dan sendirian"
"Aku sudah biasa mas"
"Jangan buat mas khawatir sayang, tolong nurut sama mas"
"Baiklah.."
"Nanti mas jemput di bandara"
"Iya.."
***
"Emmhhhh"
Ku tekan kepalanya yang sedang memainkan pu*ing pa**daraku. Aku mendesah nikmat saat dia memilin-milinnya dengan sebelah tangannya.
__ADS_1
"Aaaahhhh"
Desahku untuk yang kesekian kalinya saat ku rasakan kecupan demi kecupan di sekujur tubuhku. Tangannya yang bergerilya di seluruh tubuhku membuat hasratku melambung.
Ku tatap sepasang mata hazel indah yang sangat ku rindukan beberapa hari ini yang juga sedang menatapku penuh hasrat rindu yang meluap-luap. Dilumatnya bibirku dengan bibirnya yang panas. Kubalas dengan membuka mulutku dan membelitkan lidah kami.
Ku buka kancing kemejanya satu persatu sambil tetap tak melepaskan ciuman kami. Hasrat yang sudah di ubun-ubun membuatku begitu cepat meloloskan semua pakaiannya. Aku rindu..
Ku dorong dadanya hingga dia terduduk. Dia mengernyit heran dan menatapku "Kenapa sayang?"
Ku dorong lagi dadanya hingga dia jatuh telentang. Kukecup keningnya, matanya, hidungnya, pipinya, juga bibirnya yang sedang tersenyum melihat tingkahku.
"Aku kangen kamu mas" Bisikku di telinganya.
"Mas juga kangen sekali sama kamu sayang.." Ucapnya sambil meraih tengkukku dan menciumku lembut.
"Apalagi terakhir kita ketemu mas gagal ngecharge, karena calon mertua yang tiba-tiba saja udah pulang" Ucapnya kesal.
Aku tersenyum melihatnya yang kesal karena mengingat pertemuan terakhir kami sebelum dia kembali ke Jakarta.
Ku arahkan miliknya agar memasukiku dan kumulai permainan kami dengan aku yang berada di atasnya.
"Eemhhhhhh"
Lenguhku saat tubuh bagian bawahku mulai sesak dipenuhi oleh miliknya. Kugoyangkan pinggangku dengan hasrat yang juga tak kalah menggebu.
Matanya terpejam dengan lenguhan-lenguhan yang keluar dari bibirnya. Diraihnya kepalaku dan menarik kuncir rambutku hingga rambut panjangku tergerai.
"Kamu cantik sekali sayang.."
Kugoyangkan kembali pinggangku dan kubusungkan dadaku merasakan nikmat yang berkali-kali lipat saat dia meremas pa**daraku dengan kedua tangannya.
Bulir-bulir keringat memenuhi wajah dan tubuhku, dan kurasakan sesuatu yang hampir meledak dalam tubuhku.
__ADS_1
"Ahhhhhhhh"
Aku terjatuh di dadanya yang berbulu itu saat kurasakan pelepasan pertamaku dalam permainan kami ini. Deru nafas kami saling bersahutan. Ku dengar detak jantungnya yang sama cepatnya dengan detak jantungku.
Dan seterusnya, kami bergulat dengan peluh membanjiri tubuh kami. Juga lenguhan dan desahan yang memenuhi kamar ini sepanjang malam.
***
"Sekarang kamu bilang sama mas, apa yang mengganggu pikiranmu kemarin. Sampai kamu ingin cepat-cepat ketemu mas?" Ucapnya yang sedang memeluk tubuh telan**ngku di bawah selimut.
Aku mendongak, melihatnya yang sedang memejamkan kedua matanya sambil memelukku.
"Kenapa Orangtua kamu menjodohkan kamu dengan Kirana?" Ku ulang lagi pertanyaan yang dulu belum kudapatkan jawabannya.
Dia membuka matanya, mata kami bertemu. Tapi tidak ada getar di kedua mata hazelnya. Yang berarti tidak ada sesuatu yang dia sembunyikan.
"Mas sengaja ga kasih tau kamu lewat telfon, biar kamu bisa melihat dengan jelas bahwa mas bersungguh-sungguh dengan mengatakan mas ingin menjadikan kamu istri mas" Ucapnya kemudian mengecup keningku.
"Perusahaan tempat mas bekerja adalah perusahaan milik ayah mas, dan untuk melebarkan sayap perusahaan makannya mas dan Kirana menikah. Karena Ayah mas dan Ayah Kirana adalah mitra bisnis" Ucapnya sendu. "Menyedihkan ya?" imbuhnya lagi.
Ku gelengkan kepalaku pelan "Apa karena ini, mas tidak bisa menceraikan Kirana?"
"Iya, Ayah mas adalah seorang yang keras hati dan tidak mudah untuk menghadapinya. Saat mas mengatakan ingin bercerai dengan Kirana, Dia marah besar dan berjanji akan menyelidiki apa yang membuat mas ingin bercerai dengan Kirana. Jika masalahnya ada pada Kirana, Dia akan menyuruh mas untuk menutup mata. Tapi jika masalahnya ada pada mas, dia akan menyingkirkan siapapun yang membuat mas ingin bercerai dari Kirana" Ucapnya dengan mengeratkan pelukannya pada tubuhku.
"Setelah mendengar ini, Kamu tidak berubah pikiran kan? Mas sudah berjanji padamu, mas akan memperjuangkan kamu. Mungkin jalan kita masih sangat panjang. Dan mas berharap, kamu tidak menyerah. Berjuanglah bersama mas sayang... " imbuhnya lagi.
Aku membalas pelukannya dengan tak kalah erat "Aku akan mendampingimu mas, berjuang bersamamu untuk mendapatkan restu dari ayahmu" Ucapku yakin.
TBC
Jangan lupa LIKEnya ya readers.......
Kritik, saran, dan komentar "next" kalian selalu Author tunggu...
__ADS_1
Terima kasih sudha mampirrr 💖💖💖