
.
.
.
.
.
.
.
Setelah mobil Gerry menghilang di ujung jalan yang lengang, aku memanggil taksi dan pergi ke tempat Veronica. Pikiranku tidak tenang. Aku ingin diam saja, tapi rasa penasaran ini harus ku selesaikan malam ini juga.
"Hey.. Calon manten. Ngapain kesini?" Sapa Veronica begitu melihatku duduk di depannya.
Ku tempelkan pipiku di atas meja di depan Veronica "Gak tau kenapa, perasaanku ga enak kak" Jawabku lesu.
"Kenapa sih? crita aja.. kayak sama orang lain aja" Tawarnya yang mulai serius menghadapku.
Aku masih diam. Kututup mataku perlahan mengingat kejadian bersama Gerry tadi.
"Ada apa baby? kenapa nelfon aku?" Jonathan menyapaku dan mengelus rambutku pelan.
Ku buka mataku dan mendapati Jonathan sedang tersenyum padaku.
"Kamu janjian sama Jo?" Tanya Veronica bingung dan kujawab dengan anggukan di kepalaku yang kini sudah tegak.
"Naura itu siapa Jo?" Tanyaku tanpa basa-basi.
"Ahhh, jadi itu yang buat kamu jadi lemes gini?" Ujar Jonathan diselingi tawanya yang riang.
"Jadi, dimana kalian ketemu Naura?" Tebak Jonathan.
"Kemaren di Restoran waktu abis ketemu WO yang ngurusin pernikahanku sama Gerry" Ucapku masih tak bersemangat.
"Jadi, siapa Naura? kenapa sepertinya Gerry peduli sekali dengannya?" Ku tahan air mataku yang sudah menggenang dan nyaris jatuh.
"Jangan nangis baby... Naura cuma masalalu Gerry yang udah ga penting lagi buat dia" Ujar Jonathan menghiburku.
__ADS_1
"Mantan Gerry maksutnya?" Veronica ikut menimpali.
"yups.. Naura itu temen kuliah kita, mereka dulu pacaran. Gak lama juga sih, tapi mungkin cukup berkesan. Dan waktu itu, Naura tiba-tiba aja pindah keluar negeri sama keluarganya tanpa pamit. Dan ga bisa dihubungi sama sekali" Jonathan mulai bercerita.
"Waktu itu Gerry sempet down bentar, tapi ga sampai ngejar Naura sampai keluar negeri. Kamu tenang aja sayang... Aku sahabatan sama Gerry dari kita bayi. Aku tau gimana perasaan dia ke Naura, juga perasaan dia ke kamu. perasaan dia ke Naura ga ada apa-apanya dibandingin perasaan dia sama kamu" Ujar Jonathan menenangkanku.
"Tapi dia yang biasanya perhatian sama aku jadi mengabaikan aku Jo.. Padahal waktu itu aku lagi nyoba gaun pengantin. Harusnya kan dia kasih komentar gimana gitu bukannya diem aja" Ucapku kesal.
"Bisa gitu ya Gerry sama kamu Mel?" Ujar Veronica heran.
Jonathan mencubit pipi kanan ku dengan gemas "Nikah sama aku aja yuk... belum terlambat kok"
Kupukul pelan pahanya dan Veronica memukul kepalanya "Gak lucu" aku memberengut kesal.
"Gerry cuma manusia biasa baby... Dia juga punya masalalu yang mungkin susah payah dipendamnya lalu tiba-tiba muncul begitu saja. Kasih dia waktu, dia pasti bakal balik lagi nyusahin kamu sama sikap bucin nya dia ke kamu" Canda Jonathan padaku.
"Sejak kejadian itu, mereka ga pernah ketemu sama sekali sampai sekarang. Terakhir yang aku denger sih, Naura udah nikah dan udah punya anak juga" Imbuh Jonathan sambil mengambil segelas wine yang di berikan Veronica padanya kemudian meminumnya.
Aku masih diam memikirkan semua perkataan Jonathan padaku.
"Kamu harus percaya sama Gerry Mel.. Dia mungkin hanya terlalu terkejut karena ketemu mantan yang tiba-tiba ngilang gitu aja" Hibur Veronica.
"Apa Gerry masih punya mantan lagi Jo?" Tanyaku pada Jonathan yang masih asyik menyesap wine nya sedikit-sedikit.
"Tapi ga sempet jadian, cuma diam-diam suka aja si Gerry. Ga berani ngomong dia. Padahal mulai suka waktu naik kelas 2 sampai lulus juga ga berani nembak" Ucap Jonathan sambil tertawa.
"Masak sih?" Saut Veronica tak percaya.
"Waktu SD dulu juga ada, dia suka ama tetangga kita dulu. Suka ngintilin kemanapun cwe itu pergi. Tapi dia cuma dimanfaatin doang. Suruh beliin snack mulu sama si cwe" Jonathan kembali tertawa.
"Bussettt... Aib sohib lu, lu bongkar gitu aja di depan calon bini nya Jo. Jahat bener lu jadi orang" Ujar Veronica sewot.
Jonathan kembali tertawa "Biarin, biar Caramel balik sama gue" Ujarnya girang.
Ku cubit pahanya keras "Trus aku harus gimana Jo? Kalo tiba-tiba nanti Gerry berubah, aku harus gimana?"
Jonathan memegang kedua pundakku "Selama aku bersahabat sama Gerry, aku ga pernah lihat dia sayang sama cwe kayak sayangnya dia ke kamu. Bahkan sama Naura dulu pun dia ga kayak gitu. Makannya aku lepasin kamu buat dia, karena apa? Karena aku tau, kali ini dia sudah memantapkan hatinya buat kamu" Ujarnya meyakinkanku.
Plakkkk
Veronica kembali memukul kepala Jonathan dengan kipasnya "Kesambet apa lu? Tumben kayak orang bener ngomongnya"
__ADS_1
Jonathan meringis mengusap kepalanya yang sedikit sakit "Kira-kira dong kalo mo mukul. Pake sapu sekalian biar pingsan gue!" Sautnya kesal.
"Apa omongan kamu bisa aku percaya Jo? Kamu bukan sedang membela sahabat kamu kan?" Tanyaku karena tak yakin.
"Aku sih pengennya kamu batal nikah aja ma dia baby... Biar aku ada kesempatan" Ujarnya pura-pura sewot.
"Jo....." Hardik ku karena gemas dengan sikapnya.
"Iya.. iya... kamu boleh percaya boleh enggak. Tapi semua yang aku ceritain ke kamu itu benar adanya" Ujar Jonathan yakin.
Jonathan benar, ga ada makhluk di dunia ini yang sempurna. Karena kesempurnaan hanya milik-Nya. Begitupun dengan perasaan manusia. Yang terkadang kita sendiripun bisa salah menilainya.
Ku ambil ponselku yang berdering dari tas ku. Kudapati nama Gerry tertera disana.
"Iya mas, ada apa?"
"Kamu dimana sayang? Mas sekarang ada di apartemen kamu tapi kamu ga ada. Kamu keluar?"
"Aku di tempat Veronica mas"
"Oke .. mas nyusul kesana ya, sekalian jemput kamu"
"Ga usah mas, ini udah mau pulang kok"
"Ga apa-apa, mas kesana sekarang"
"Iya.."
Aku,Veronica dan Jonathan saling berpandangan "Aku bilang juga apa, dia ga pernah se bucin ini ma cwe"
TBC
Jangan lupa Like, Komen, Kritik dan sarannya ya...
Terima ksih utk Votenya..
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel amatiran ini.. 😘😘😘
Doa Author
"Semoga Kita selalu dilindungi dari virus corona yang sedang mewabah"
__ADS_1
Aminnn