
Kembali dilirik sebuah jam kecil yang melingkar di pergelangan tangannya, jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang tetapi orang yang ia tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya. Anna tengah menunggu Dara, Dara mengatakan akan menemuinya di restoran biasa pada pukul sepuluh pagi tetapi setelah 1 jam penuh ia menunggu Dara belum juga tiba.
Ting!
Sebuah notifikasi muncul membuat Anna segera mengecek ponselnya.
[Dara]
Maaf Anna, Rayden mengajakku pergi aku tidak bisa menemuimu sekarang, sebagai gantinya besok aku akan mentraktirmu.
Anna mendengus kesal, mengapa Dara baru saja mengabarinya setelah ia menunggu aatu jam lamanya.
Anna beranjak bangkit tetapi ia harus jatuh tersungkur karena tertabrak seseorang. Ponselnya jatuh terbanting di lantai dengan kondisi mengenaskan, Anna ingin marah terhadap orang yang dengan sengaja menabranya tetapi lelaki itu justru tengah tersenyum puas.
"Hanz?"
Lelaki itu adalah Hanz, ada juga Sarah di samping lelaki itu.
"Bukankah kau wanita penggoda itu?" tanya Hanz, padahal ia sudah tahu dan memang sengaja menabrak Anna.
Anna bangkit dan segera memungut ponselnya, benar saja teleponnya itu sudah tidak bisa menyala kembali.
__ADS_1
"Bukankah kau harus bertanggung jawab?"
"Kau meminta pertanggungjawaban hanya karena sebuah ponsel, lalu bagaimana dengan sebuah rumah tangga yang sudah kau hancurkan? Bukankah itu juga tanggung jawabmu?"
Akibat kalimat Hanz yang terlalu mengelegar itu beberapa pengunjung restoran tertarik ke arah mereka.
Sarah yang tidak ingin ada keributan menarik tangan Hanz, "Hanz sudahlah."
"Sarah seharusnya kau marah pada wanita ini, dia telah merusak rumah tanggamu."
Anna diam, ia ingin mengelak semua hal itu tetapi kejadiannya memang seperti apa yang Hanz katakan, dirinya adalah seorang wanita oenggoda di mata semua orang. Mereka semua tidak tahu jika dibalik semua ini ada salah seorang yang berkaitan, atau sebut saja dalangnya.
"Bagaimana? Setelah Albert diusir dari keluarga Anderson dan tidak memiliki apa-apa lagi? Sepertinya kau merebut seseorang yang salah."
Anna bingung, lebih baik menciptakan kalimat yang setidaknya tidak membuatnya dipermalukan oleh kalimat perebut suami orang.
"Tetapi cinta yang salah tidak seharusnya dilanjutkan." kini Sarah yang bersuara.
Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya, ia sudah hampir menangis.
"Cinta itu tidak pernah salah Sarah, kau harus tahu itu."
__ADS_1
"Kalian saling mencintai tetapi bagaimana denganku? Aku juga mencintai Albert, jika kau tidak hadir mungkin saat ini kami tengah berbahagia."
Kini Sarah sudah benar-benar menangis, sejenak Anna iba terhadapnya.
"Apakah kau sangat tersakiti?"
Sarah mengangguk, "sampai saat ini aku tidak pernah bisa tidur saat malam, memikirkan bagaimana bisa kau setega itu?"
Hanz mengusap punggung Sarah, menenangkan gadis itu sebisa mungkin.
"Tapi semuanya sudah berlalu, aku yakin kau akan lebih bahagia bersama Hanz daripada Albert."
Setelah mengatakan hal itu, Anna melangkahkan kakinya pergi. Ia tidak ingin pembicaraan mereka berlanjut, selain merasa malu dengan pengunjung restoran yang lain, ia juga sebenarnya tidak tega melihat wajah Sarah yang menyedihkan. Gadis itu juga nempak lebih kurus dari saat terakhir kali mereka bertemu.
...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
__ADS_1
With love,
Khalisa🌹