
Hari ini teman-teman motor Brian pada ngumpul, karena mereka akan mengadakan touring, Brian juga ikut tapi seperti biasa Brian selalu mampir di kafe Karin, hanya untuk sekedar menyapa kakaknya itu.
"Kak, adek pamit y, pergi touring dulu".
"Iy dek, kemana?" tanya Karin.
"Dekat kok kak, ke tempat periwisata A, paling 2 jam pulang pergi, nongkrong nya 2 jam juga, jadi jam empat adek dah di sini lgi kok kakak"Jelas Brian.
Baiklah ati-ati ya sayang kakak, ingat jadikan motormu teman, agar dia bisa menjagamu juga, dan doa kakak akan selalu menyertai mu" ucap Karin manis.
"Iya kakakku sayang, kakakku manis, kakakku cinta, adek berangkat dulu y! by kakak" Brian melambai pada Karin, dan Karin pun hanya bisa melambai.
"Doa kakak selalu untukmu sayangku" Karin menatap kepergian Brian sambil tersenyum manis.
Sudah sore, tetapi Karin belum juga dapat kabar dari Brian, Karin sudah rindu, iya... seperti biasa, Karin tidak pernah tahan jika tidak mendapatkan kabar dari Brian walau hanya sehari, tapi Karin harus bertahan dengan rasa penasarannya karena Karin tau sekali, Brian paling gak suka diganggu atau di telpon saat dia lagi sibuk. sudah pukul 12 malam, kafe Karin tutup, mas Sandi membantu karin beberes, Karin keliatan uring-uringan. lalu sebuah pesan masuk.
"Kakak aku mau kesana breng teman-teman ramean y"
__ADS_1
"Iya manisssss kakak" Karin terlihat bhgia.
Brian dan teman-temannya datang, "Assalamualaikum kakak aku"
"Walaikumsalam manis manjah kakak, kamu mau makan?" tanya Karin manis
"Iya kak, aku tanya yang lain dulu y kakak" balas Brian sabil tersenyum.
senyumnya manisss sekali bisik karin, "kak ini pesanan nya ya, kakak bisa sendiri? banyak lo!" ucap Brian serius.
"Insyaallah" jawab Karin tenang, lalu Karin mbuatkan pesanan untuk mereka semua, tapi Karin tidak sendirian, ada mas Sandi yang menolongya menyiap kan menu-menu pesanan mereka, begitu selesai menupun dihidangkan, Mereka keliatan lapar sekali, karena makan dengan lahapnya
Karena kasian dengn customer tersebut yang
memohon dibuatkan pesananny, akhirnya Karin tetap menerima pesanan tersebut, Brian melihat dari bangku dia duduk, lalu Brian berdiri dan menghampiri Karin.
"Kakak keliatan capek, kok masih terima pesanan" tanya Brian dengan rasa iba.
__ADS_1
"Kasian dek,istrinya lagi ngidam". Ucapkan Karin dengan tetap tersenyum manis pada Brian, padahal dia sudah teeliht pucat tapi msih juga bisa tersenyum. Brian benar-benar tidak tahan melihat senyuman itu.
Brian berdiri didepan kompor, "kamu mau ngapain? tanya Karin.
"Biar adek yang masak, kakak siapin bahan nya saja", ucap Brian.
"Jangan dek, ntar kamu terkena minyak panas manjah" Karin mencoba mendorong Brian keluar dr dapur nya, tapi dia gak berdaya, Brian yang masih dalam kondisi segar, bisa menahan dorongn Karin, lalu Brian memegang tangan Karin lembut.
"Biar adek ya kakak sayng" Brian berkata pelan sambil menatap mata Karin dengan penuh rasa kwatir, mata mereka lagi-lagi beradu dalam rasa yang tak terukirkan, Karin hanya sanggup mengangguk dan tersenyum manis lagi sambil menatap lantai.
Iya..... Karin tak bisa menatap lama mata itu, ada yang ditakutinya untuk melihat lama ke mata itu. dia mencoba untuk menetralisir suasana disana dengan sedikit menjauh dari Brian, tapi Brian menahan Karin dengn menarik tangannya.
"Tetaplah disini, disamping adek, dan liatlah adek manjhmu ini memasak dari dekat" Karin tersipu malu.
"Dasar cebong, pipinya merah banget tu" kata Brian lagi menggoda Karin".
"Dasar Kampret, jelek , ngangenin, apaan sih?", ucap Karin sambil mencubit pinggang Brian mesra.
__ADS_1
Ya... mereka selalu mesra , kocak dan nyaman, seperti itulah suasana hati Karin setiap berkomunikasi dengan Brian, baik secara langsung maupun hanya lewat WA, mereka, selalu lepas bercanda, bicara dan lepas dalam perasaan, mereka merasa nyaman satu sama lainnya. benar-benar suasana yang jarang bisa ditemukan dan sangat sulit untuk dilupakan.
Bagi Karin Brian benar-benar bintang nya, yang selalu ada menghiasai hidupnya walaupun hanya terlihat dimalam hari, tapi Karin percaya, bintang itu tetap ada disiang hari, hanya saja tak terlihat dikarenakan terangnya mentari, tapi sang bintang selalu ada disana. tinggl engkau percaya dan yakin. dialah bintangmu, yang selalu ada untukmu setiap waktu.