Wanita Satu Malam

Wanita Satu Malam
Petunjuk Aufan


__ADS_3

Kini Maura sudah dibawa ke rumah besar Ibrahim, rumah yang sangat besar dan indah itu adalah hasil jerih payahnya sejak dia dicaci maki oleh orang tua wanita yang pernah disukainya, sejak itulah Ibrahim berusaha keras untuk mendapatkan uang dan hingga akhirnya sukses seperti sekarang ini.


Namun ternyata kesuksesan sang anak ini membuat sang Ibu sombong walaupun sang ibu lumpuh dan duduk di atas kursi roda, Tetapi dia adalah wanita yang angkuh, bahkan dia lupa kalau dulu pernah sakit karena tidak memiliki banyak uang.


"Maura, kamar kita biar di bawah saja ya, karena takutnya anak-anak nanti malah mencoba turun naik tangga," ucap Ibrahim pada Maura.


"Iya Ma,s terserah di mana saja, aku mau kok," ucapnya.


"Ibrahim, Apa tidak sebaiknya kalian pisah kamar saja dengan kedua anak kembar itu? Kalian kan baru menikah? Masa harus merawat dua anak juga sih?" ucap sang mama.


Maura yang mendengar itu merasa tidak enak, dan hanya bisa diam.


"Bu mereka itu masih butuh ASI ibunya, tidak mungkin kan aku memisahkan dia dari Maura?" ucap Ibrahim.


"Tapi bagaimana dengan malam pengantin kalian? masa iya di malam pengantin kalian, kalian harus diributkan dengan suara tangisan bayi ih ada-ada aja deh kamu Ibrahim!" ucap sang mama, sedikit meninggikan suaranya.


"Mah, aku tidak papa kok, aku juga sudah menerima resiko karena aku tahu kalau mau itu memang mempunyai anak, Mah. Jadi aku harus menerimanya dari awal, Mama tidak usah khawatir, kami pasti bisa kok melalui hari-hari kami, lagian malam penganten kami kan bukan cuma saat ini saja, dan semoga sampai akhir hayat kami, kami bisa menikmati malam pengantin kami Mah," ucap Ibrahim.


Sebenarnya Ibrahim juga merasa tidak enak dengan Maura, karena mamanya berucap demikian, padahal sebelum-sebelumnya Mamanya itu baik, dan selalu percaya pada Ibrahim. Tapi entah mengapa kali ini sepertinya Mama Ibrahim keluar sifat aslinya.

__ADS_1


"Terserahmu lah, kalau begitu, aku mau ke kamar dulu," ketus Mamanya merasa tidak puas.


"Maura, Maafkan Mama aku ya," ucapnya.


"Tidak apa-apa Mas, aku memang banyak kekurangan. Tapi selama Mas mau memakluminya, aku tidak masalah dengan orang lain," ucap Maura.


"Baiklah, kalau begitu, ayo kita ke kamar saja, oh ya, baby sister juga masih tinggal di sini kan? aku tidak ingin kau kecapean, jadi baby sister ini tetap harus bekerja di sini, begitu juga Mbak Alin, dia akan melakukan kebutuhan harian kamu, kamu cukup diam saja, tidak usah bekerja berat, minum susu, makan, biar Mbak Alin yang menyediakan nya. Seperti hari-hari sebelumnya," ucap Ibrahim.


"Mas aku ini sudah menikah, jadi aku harus lebih fokus kepadamu, Mas, biar aku mendapat pahala lebih, kan? hi hi hi."


"Maura, tidak usah memikirkan diriku, aku bisa kok mengurus diriku sendiri, selama ini lihatlah, aku baik-baik saja kan?" ucap Ibrahim.


***


Satu minggu sudah sejak Maura menikah. Aufan hanya berdiam diri di rumahnya, dia hanya makan kalau dia ingin makan, selebihnya dia selalu main game di kamar, membuka YouTube, medsos, hanya itu itu saja kerjaan Aufan, hingga dia tertidur dan mengalami mimpi yang sangat misterius.


Aufan berdiri di ujung jembatan, menatap sesosok wanita cantik yang mengeluarkan cahaya di ujung jembatan tersebut, wanita itu mengatakan jangan mengikuti ku kau tinggal saja di sana," ucap wanita itu semakin lama wajah wanita itu semakin jelas, dan Aufan pun memanggil wanita itu dengan sebutan mamah.


"Mamah, tolong aku mama, aku sedang memerlukan kasih sayangmu mama," panggilnya.

__ADS_1


Sang mama pun tersenyum, kemudian mendekat dan duduk di samping Aufan.


"Sayang, perjalananmu masih panjang, jangan buang waktumu hanya sesuatu yang sia-sia, kau harus memilih apa yang engkau yakini dalam hatimu baik, jangan kau merusak keyakinan hatimu itu dengan sesuatu hal buruk,- ucap mamahnya.


"Mama, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang, Mama ..., Aku merasa jiwaku hampa. Tapi, aku tidak tahu apa yang membuat jiwaku hampa, Mama," ucap Aufan.


"Nak, kau pasti tahu jawabannya, berpikirlah, kau ada Tuhan, kita adalah Makhluk yang paling sempurna, jangan sampai kalah oleh sisi gelap yang ada di dalam dirimu," ucap Mama Aufan.


Kemudian dia berbalik dan pergi begitu saja sementara Aufan dia ingin mengejar namun kakinya seakan sedang diikat di tanah, sehingga kakinya begitu berat untuk melangkah.


"Mamah ..., mamah," panggilnya berulang kali, namun mama Aufan tidak menolehnya. hingga akhirnya Aufan pun terbangun, dia mencoba mencerna apa yang Mamanya pesankan padanya.


Bersambung...


Yuk mampir di karya baru othor.


Judul : Aku Istri ke Dua Bukan Pelakor


Author : nana shin

__ADS_1



__ADS_2