
Aman pun tersentak kaget, saat Bosnya itu menyebut namanya bergantian dengan nama Maura.Vena menatap tajam ke arah Aman.
"Maura... Dia... " gagap Aman.
Aman sangat bingung, apakah Dia harus mengatakan siapa Maura sebenarnya.
"Ayo cepat jawab! atau kau ingin ku pecat?" gertak Vena.
"Maura... Aku... tidak tahu... Nyonya muda..." ucap aman.
"Kau jangan bohong aman!" bentak Vena lagi.
"Carikan Maura... untukku... Aman," igau Aufan lagi. Membuat Aman tidak bisa berkutik.
"Ih kau ini Bos, keterlalua.n Bagaimana aku bisa menyembunyikan Maura, kasihan Maura" ucap Aman dalam hati.
"Aman!"
"Dia hamil anak Tuan Aufan eh ..."
Aman keceplosan.
"Apa? Apa yang kau bilang barusan?" bentak Vena sangat kaget.
"Aman! Apa maksudmu? Dia mengandung cucuku?" tanya Mami lembut.
"Di mana Maura sekarang? aku harus bertemu dengannya, dasar pelakor, akan aku cabik cabik perutnya itu!" ketus Vena.
"Vena, sabar dulu, jangan terbawa emosi," ucap Mami.
Sementara Aman bingung harus bagaimana.
"Mi, Mami dengarkan? Maura itu sedang mengandung anak Aufan. Bagaimana bisa dia mengandung anak Aufan? sedangkan kami baru saja menikah, apakah Aufan berselingkuh?" tanya Vina lagi sangat marah,
"Maaf Nona muda, hubungan mereka itu terjalin sebelum Nona menikah dengan Tuan Aufan," ucap Aman.
"Terus di mana sekarang wanita itu? biar aku cabik-cabik perutnya, berani sekali dia menjadi pelakor di Rumah tanggaku!" teriak Vena.
Aman diam seribu bahasa.
"Sekarang! Katakan padaku! di mana wanita itu? bawa aku menemuinya!" ketus Vena lagi.
Sementara Mami menatap aman dan tampak menggeleng-gelengkan kepala, dan melambai-lambaikan tangannya, pertanda dia tidak mengizinkan Aman untuk mengatakan tempat tinggalnya Maura.
"Sumpah demi Tuhan, Nona, Aku tidak mengetahui di mana tempatnya Maura itu, Tuan aAufan juga tidak mengatakan di mana wanita itu tinggal," ucap Aman.
__ADS_1
"Kau pasti berbohong! Kalian pasti sekongkol kan?" Ketus Vena lagi.
"Sumpah Nona, Aku benar-benar tidak tahu di mana Nona Maura itu tinggal, aku hanya pernah bertemu beberapa kali, dan setelah itu aku pun tidak tahu lagi," ucapnya.
"Heh, bahkan kau pun memanggilnya Nona? Cih... tapi mengapa Aufan memintamu untuk membawanya?" tanya Vena.
"Maura tidak mau bertemu dengan Tuan Aufan, Nona, Tuan Aufanlah yang mencari Nona Maura, namun hingga saat ini, Nona Maura belum ditemukannya," tambahnya Aman.
"Kenapa dia tidak mau? Bukankah wanita jala***ng itu ingin merebut Aufan dariku? karena Aufan itu kaya raya?" tanya Vena.
"Tidak Nona, setelah wanita itu tahu kalian menikah. Wanita itu pergi dan tidak mau lagi menemui Aufan, Tuan Aufan lah yang terus mengejar-ngejarnya, Nona," ucap Aman.
"Kurang ajar! kau pasti berbohong!" ketus Vena.
"Sungguh Nona, Aku tidak berbohong. Wanita itu pergi, bahkan nomor telepon Aufan pun diblokir olehnya, sampai saat ini, Tuan Aufan tidak bisa menemukan wanita itu," ucap Aman lagi.
Terlihat Mami lega mendengar penjelasan Aman. Dia lin tampak mengelus dada dan tersenyum.
"Cucuku... Aku punya cucu? di mana wanita itu? aku harus menyelidikinya," ucap Mami dalam hati.
"Baiklah, tapi kalau ketahuan ku, kau berbohong. Aku akan mencincang hidup-hidup kamu dan dia."
Vena pun kemudian mengambil hp Aufan, mencari nama Maura, ada nama Maura. Kemudian dia menelpon nomor itu, namun tidak bisa dihubungi, karena nomor itu telah diblokir Maura. Dia pun mencari foto yang mungkin saja foto Maura, namun dia juga tidak mendapatkan foto di galeri HP Aufan selain foto dirinya dan Aufan saja.
"Kirang ajar Aufan, berani sekali dia menyembunyikan sesuatu dariku," ketusnya lagi.
"Aman, apa benar wanita yang bernama Maura itu sedang mengandung cucuku?" tanya Mami.
"Bener Bu Bos, wanita itu sedang mengandung anak Tuan Bos," ucap Aman.
"Terus? gimana sekarang wanita itu?" tanya Mami.
"Sungguh Bu Bos, aku tidak tahu Bu Bos, saat tahu Aufan akan menikah, dia juga memblokir nomor kami," ucap Aman.
"Terus, Apakah kau punya fotonya, Aku ingin bertemu dengannya, aku tidak akan menyakitinya, dia mengandung cucuku 'kan? sedangkan kau tahu, Vena tidak ingin mempunyai anak, dia ingin menikmati masa mudanya itu, dia katakan, dia akan mempunyai anak Setelah dia sudah merasa siap," ucap Mami .
"Maaf Bu bos, Tapi aku benar-benar tidak tahu di mana Maura, aku juga tidak punya fotonya, jangan aku, Tuan Bos saja tidak ada fotonya? Apalagi aku Bu Bos," ucap Aman.
"Mungkin kau tahu sesuatu tentang wanita itu?" tanyanya lagi.
"Maaf Bu Bos, sebenarnya hubungan ini hubungan yang sangat rumit, entah Berawal dari mana, Aku pun tidak tahu Bu Bos, yang jelas mungkin di matamu Bu Bos, wanita itu adalah wanita bukan orang baik-baik, namun di mataku atau di mata Tuaan Aufan, wanita itu adalah wanita yang sangat baik," ucap Aman.
"Maksudmu apa sih? Aku tidak mengerti," tanya Mami.
"Sebenarnya Aufan berhubungan dengan wanita itu, Tanpa Rasa cinta, dan tanpa rasa apapun, mereka berhubungan begitu saja, hingga akhirnya Maura pun hamil dan menyembunyikan kehamilannya," jelas Aman.
__ADS_1
"Maksudmu? mereka tidak berpacaran?" tanya Mami.
"Iya Bu Bos, Maura itu sebenarnya...."
Aman sangat berat untuk mengatakan, apa yang sebenarnya terjadi.
"Katakan lah! Apa maksudmu? jangan sembunyikan apapun, aku pasti melindunginya, karena dia sedang mengandung cucuku," ucap Mami.
"Sebenarnya, Maura itu wanita malam...."
"Apa? apa maksudmu, Dia seorang pelacur?" syok Mami mendengarnya.
"Tidak, bukan begitu, saat itu Tuan Aufan sedang mabuk berat, dia pun mendatangi sebuah Cafe dan janjian dengan seorang sahabatnya, untuk membeli seorang perempuan yang masih virgin," ucap Aman.
"Maksudmu? Aufan membeli seseorang itu? jadi wanita itu masih Virgin?" anya Mami.
"Iya, wanita itu masih virgin, dan Aufan membelinya seharga 100 juta...."
"Apa? hanya membeli seorang wanita yang Virgin, dia membuang uang 100 juta!?" kaget Mami.
"Iya Bu Bos," jawab Aman.
"Terus? apa setelah itu?"
"Setelah itu, Tuan Aufan rutin mengunjunginya setiap malam, istilah lain, Tuan Aufan tidak mengizinkan wanita itu melayani laki-laki lain, selain dirinya," ucap Aman.
"Jadi wanita itu hanya milik Aufan?"
"Iya Bu bos, saat wanita itu mengetahui kehamilannya, dia ingin mengatakannya pada Tuan, namun Tuan akan menikah, jadi wanita itu memilih diam," ucap Aman.
"Aku ingin bertemu dengannya. Tolong carikan Dia untukku, Aku harus menemukannya, menemukan cucuku, kamu mengertikan maksudku? ini rahasia kita berdua, Vena jangan sampai tahu, bagaimana? aku akan membayarmu sangat mahal, bahkan kalau kau minta sebuah rumah pun, aku akan memberikannya, kalau kau bisa menemukan wanita itu," ucap Mami.
"Apakah ini benar? jangan bercanda Bu Bos, satu buah rumah? jangan PHP Bu Bos," ucap Aman.
"Hei! kenapa kau berkata begitu? Aku ini orang kaya, kenapa aku PHP padamu? pokoknya kamu harus menemukan Maura, kamu harus menemukan cucuku," ucapnya.
"Terus... setelah aku temukan harus diapakan Bu Bos?" tanya Aman.
"Aku akan merawatnya, di sebuah rumah yang semua orang tidak ada yang tahu," ucap Mami.
"Baik Bu Bos. Tapi Bu Bos janji ya! kalau aku berhasil mencari Maura, Bu Bos akan memberikanku satu buah rumah, kalau bjsa sih beserta isinya hi hi," canda Aman.
"Oke, aku setuju," akhirnya Aman pun pergi meninggalkan rumah sakit, sementara Mami Aufan tampak tersenyum bahagia.
"Kenapa kau merahasiakan ini dari mami?" gumamnya
__ADS_1
Bersambung...