
Maura tampak sudah berada di ruangan kamar VIP, begitu juga Ibrahim dan kedua anak kembarnya, dan gadia mungilnya st khadijah.
Mbak Alin dan dua baby sisternya pun setia menemani anak-anak Maura.
"Maura, Aku ingin kau jujur padaku. Apakah selama ini kau pernah merasakan sakit?"tanya Ibrahim.
"Kenapa Mas bertanya begitu?" Tanya balik Maura.
"Aku hanya kaget. Kenapa kau tiba-tiba sakit begini?" ucap Ibrahim lagi.
Ibrahim tidak mengatakan apa yang dokter barusan katakan, bahwa sekarang Maura sudah mengalami penyakit yang sangat serius, yaitu kanker otak.
"Mas, Sebelumnya aku minta maaf, namun aku tidak mau menyusahkan Mas, sebenarnya aku sudah mengetahui sakit ini sejak setahun yang lalu, aku hanya ingin menjadi istri mas yang lebih baik, aku tidak meminta lebih apapun, Aku tidak mau menjadi beban pikiranmu, Mas," ucap Maura.
"Apa!? Jadi kau sudah tahu sejak se tahun yang lalu? Kenapa kau tidak mengatakannya? seandainya kita berobat di waktu yang tepat, pasti semuanya tidak akan terjadi Maura! Kenapa kau lakukan ini!?" Ketus Ibrahin dengan emosi. Dia merasa sangat kesal dengan istrinya tersebut.
"Papa jangan marahin Mama! maafkan mama papa," ucap Rayan. Rayan memang lebih sensitif daripada Raihan.
Namun Raihan juga sangat menyayangi ibunya dan sangat peka kalau ibunya itu sedang sakit, namun biasanya Raihan hanya memijet tanpa bersuara. Seperti saat ini, Raihan hanya langsung memeluk mamanya, takut kalau mamanya di apa apain Ibrahim.
Akhirnya Maura dan ibrahim memilih diam, mereka hanya saling tatap. Ibrahim terus menggenggam erat tangan Maura perasaan pedih di hatinya tidak bisa lagi dia gambarkan. Perasaan hancur perasaan yang tidak pernah dia rasakan selama hidupnya.
"Mura.Kenapa kau tidak mengatakannya? Mengapa kau malah sibuk dengan duniamu kau sibuk ke sana kemari untuk menggalang dana, dan juga sibuk dengan urusan majelis taklim, sedangkan kau tidak memikirkan dirimu sendiri Maura?" ucap Ibrahim.
__ADS_1
"Mas, Karena aku tahu usiaku mungkin sudah tidak lama lagi, jadi walaupun aku istirahat pun usiaku itu tidak akan bisa ditambahkan. Lebih baik aku melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, aku bisa membahagiakan anak-anak yatim di Panti Asuhan yang pernah aku diami dulu. Aku juga membuka usaha untuk mereka agar mereka bisa mandiri Mas, dan untuk semua kekurangan yang aku miliki, maka Aku sungguh minta maaf, pada Mas, selama ini, mungkin semua pelayanan kuberikan kepada Mas itu sangat kurang, aku juga sering buat kesalahan pada mas," ucap Maura.
Semua kata-kata Maura itu membuat Ibrahim semakin menangis, dia coba meredam suaranya agar tidak terdengar oleh Rayan dan juga Raihan, sementara Siti Khodijah tampak menggeliat di pelukan Alin. Mereka semua tidak bisa lagi berkata apa-apa, karena semuanya sudah jelas, penyakit yang diderita oleh Maura ini sangat serius, hanya keajaiban Tuhan lah yang bisa menyembuhkannya.
***
Satu bulan telah berlalu. Begitu sulit hari-hari yang mereka lalui.
Semua orang sedang bersedih. Gerimis pun mulai turun membasahi gundukan kecil itu. Tampak Ibrahim, Aufan, Irlangga, anak-anak, baby sitter dan juga Alin masih berdiri di sisi-sisi gundukan kecil itu.
Tak ada yang bisa mengalahkan takdir, karena takdir Tuhan itu pasti lebih indah.
Seorang wanita malam yang telah bertobat ini, telah kembali kepadaNya, saat Maura tahu bahwa dia mengidap kanker otak stadium 2, dia untuk mengobatinya diam-diam. Namun karena dia takut operasi, Dia memutuskan untuk minum berbagai macam ramuan dan herbal alami. Namun ternyata penyakit itu terus membesar sehingga dia memutuskan untuk memperbaiki dirinya. Bertaubat. Bersedekah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain, dia berharap semua dosa-dosanya di masa lalu itu bisa sedikit terkurangi karena perbuatan baik tersebut.
Diavmenyerahkan sebuah amplop, Ibrahim pun mengambilnya, perlahan Ibrahim membuka kertas kecil itu.
Assalamualaikum cintaku. beribu maaf mungkinku tak bisa menutupi kekurangan yang aku miliki, beribu ampunku mungkin tidak bisa menghapuskan dosa-dosaku di masa lalu, namun ..., aku berharap Mas bisa mengikhlaskan kepergianku, kalaupun aku banyak salah aku mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Mas, dan keluarga besar, aku juga berpesan agar memintakan maaf ku pada ayah Mertuaku, yang sangat baik dan juga Ayah kandungku yang tidak pernah aku temui, dan juga mantan suamiku Aufan dan orang-orang yang pernah kenal denganku, sampaikan maaf ku kepada mereka, mudahan mereka sudi untuk memaafkannya. Ada satu yang ingin aku minta padamu Mas, kalau memang Mas berkenan. Aku ingin Mas menikahi Mbak Alin, wanita yang sangat baik yang telah menjaga anak-anakku selama ini, aku percaya pada nya, akan tetapi, kalau Mas mempunyai hambatan hati lainnya, tidak apa-apa, aku hanya mengusulkan ini karena Mas, dia adalah wanita yang sangat baik Mas. Maafkan Aku. Sekali lagi maafkan aku.
Ibrahim pun memeluk kertas itu erat di dadanya, sesak seakan dunia sudah runtuh seketika juga, lama dia terdiam begitu juga orang-orang di sekwlikinfnya.
Ibrahim menatap Alin tajam, sementara Alin merasa heran karena Ibrahim tidak pernah menetapnya sebegitu dalam.
Tiba-tiba....
__ADS_1
"Alin..., Maukah..., kau..., menikah denganku?" ucap Ibrahim terbata.
Alin heran,kaget, syok. dan semuanya juga kaget karena Maura baru saja dimakamkan tiba-tiba suami sahabatnya itu kini melamarnya .
"Ibrahim! apa-apaan ini? istrimu baru meninggal. Kenapa Kamu malah seperti ini? ucap Irlangga merasa tidak terima keponakannya langsung di duakan.
"Tuan.Apa maksud Tuan?" tanya Alin.
"Ini adalah permintaan terakhir Maura, dia ingin kau yang menjaga anak-anakku, tapi kalau kau memiliki lelaki lain aku tidak akan memaksamu," ucap Ibrahim
Semua yang berada di sana pun kaget. Terdiam. Begitu juga Alin, tampak menunduk dan...
"Hmmm."
Alin akhirnya mengangguk. Karena sahabatnya sekaligus Nyonya baginyalah yang memintanya.
...TAMAT...
Bukankah seorang pendosa yang bertobat lebih baik daripada seorang manusia yang slalu merasa benar dan menghakimi kesalahan orang lain.
Selamat ketemu di kisah baru Author
AKU ISTRI KE DUA BUKAN PELAKOR
__ADS_1
🥰🥰🥰🥰