
Kini Mama Ibrahim hanya bisa duduk di kursi roda, dan harus didorong ke sana kemari karena kini saraf-sarafnya sudah lumpuh tak bekerja sedikitpun, dia pun menjadi stroke berat yang tidak bisa berkata apa-apa, semua keperluannya dari bangun tidur sampai tidur dilayani oleh para pembantu dan juga Maura sebagai menantunya.
"Mmmm... Mmmm..."
Ketika Mama Ibrahim mengisyaratkan sesuatu Maura lun paham, bahwa saat ini sang mertua sedang buang air besar. Dengan catatan, Maura pun membawanya ke kamar kecil dan membersihkan kotoran itu dari tubuh sang mertua. Tampak Mama Ibrahim meneteskan air mata betapa tidak? selama ini dia begitu jahat kepada Maura, bahkan Mama Ibrahim sering marah-marah tanpa sebab.
"Bi, tolong beri makan Mama ya! hari ini aku mau periksa ke dokter dulu, soalnya sudah 3 bulan ini aku belum datang tamu bulanan," ucap Maura.
"Baiknya Nona muda," jawab Bibi.
?aura pun pergi meninggalkan rumah bersama sopir untuk memeriksa kesehatannya, beserta si kembar dan juga baby sitternya.
"Di dimakan dulu Nyonya!" ucap Bibi lembut kepada Mama Ibrahim.
Mama Ibrahim tampak terdengar menggumam sepertinya dia sedang menahan sakit, tapi entah apa yang ingin dia sampaikan, karena suaranya sangat tidak jelas.
"Kenapa? Apa ada yang sakit?" tanya bibi.
"Mmmm...."
Kembali Mama Ibrahim menggumam sepertinya Dia merasakan sakit di perutnya. Apakah mungkin bekas kecelakaan dulu? sehingga dia memiliki penyakit di dalam tubuhnya, namun tetap saja Bibi tidak bisa mengerti perkataan Mama Ibrahim.
Kemudian Bibi pun menelepon Ibrahim.
__ADS_1
"Maaf Tuan sepertinya Ibu Anda sedang menahan sakit di bagian badannya, tapi aku tidak tahu apa yang beliau rasakan," ucap bibi.
"Baiklah, aku akan seger datang, aku akan membawanya ke dokter."
Akhirnya Ibrahim pun memutuskan untuk pulang ke rumah, karena laporan Bibi. sepertinya sang Mama mengalami sakit bagian badannya, saat pulang ke rumah, mamanya tampak seperti meringis kesakitan. Air matanya pun bercucuran.
"Mama, Sebenarnya ada apa? sebaiknya kita ke rumah sakit saja," ucapnya.
Akhirnya Mama Ibrahim pun dibawa pergi ke rumah sakit sampai di rumah sakit langsung ditangani oleh para medis.
"Tuan Ibrahim. Boleh kita bicara sebentar!"
"Baik."
Ibrahim pun memasuki ruangan pribadi dokter tersebut.
"Maksud dokter? kenapa sebelumnya tidak terdeteksi?"
"Ya Tuan, sebelumnya kami tidak bisa mendeteksi penyakit tersebut, karena kami kira dia hanya memiliki kecacatan di tangan saja, kami minta maaf."
"Apakah tidak ada cara lain?"
"Maaf, tapi sepertinya tidak ada Tuan, mungkin kita hanya menunggu saja, sementara ini karena memberikan obat penghilang rasa sakit untuk Ibu Anda. Aekarang ibu Anda masih tertidur karwna lengaruh obat."
__ADS_1
"Ya Tuhan ..., Cobaan apalagi ini? apakah secepat itu?"
"Tuan berdoa saja, mudah saja ada keajaiban dari yang maha kuasa."
Ibrahim pun keluar dari ruangan dokter tersebut, beberapa kali dia mengusap air matanya yang menetes, dia pun kembali ke ruangan Ibunya, dan menatap wajah sang Ibu penuh kasih sayang.
"Ibu, maafkan anakmu ini yang tidak bisa berbakti sepenuhnya kepadamu. Maafkan aku ini yang telah lalai menjagamu," ucap Ibrahim
Sambil terus meneteskan air matanya. Bahkan dia sendiri kewalahan untuk menyapu air matanya yang terus menetes di pipinya tersebut.
****
4 tahun telah berlalu, tampak Maura, Ibrahim dan 2 lelaki kembar yang sangat tampan berdiri di sebuah makam yang ada di pemakaman Elit. Tampak Ibrahim memegangi sebuah nisan yang ada di tempat pemakaman tersebut.
"Mama, semoga kau senang di sana mah," ucapnya.
Ya ..., Mama Ibrahim satu tahun lalu sudah meninggal setelah bertahan selama 3 tahun dengan penyakit kronis yang dia alami. Maura tampak mengelus pundak sang suami penuh perhatian.
"Mamah, Memang Nenek tidak akan kembali lagi ya?" tanya Rayan yang sudah pintar berceloteh itu.
"Iya sayang, Nenek sudah kembali ke syurga, jadi Nenek tidak bisa lagi pulang kemari," ucapnya, Mah aku lapar, ayo kita pulang!" ucap Raihan.
"Sebentar Sayang, kita tunggu papa dulu ya!" ucap Maura.
__ADS_1
Kini keluarga mereka sangat bahagia, dua anak dan satu bayi yang masih berusia 2 tahun, anak dari Ibrahim dan Maura, seorang gadis cantik yang sangat imut dan menggemaskan.
Bersambung...