
Pagi pagi sekali Vena dan Aufan sudah pergi meninggalkan rumahnya. Sementara Irlangga tampak masih duduk santai di ruang keluarga membaca berita di Medsosnya. Seperti biasa sang istri hanya duduk menemani suami sambil memainkan HPnya dan chat dengan teman sosialitanya.
Klok
Sebuah pesan masuk di HP Mami. Mami oun segera membuka pesan misterius tersebut. matanya melotot ketika satu nama tertulis di pesan tersebut.
"*Ani... Kau masih ingat dengan ku 'kan? Agung. Masih ingat'kan?" pesan dari sebrang sana.
"Ya, aku ingat," balas Ani atau Mami*.
Mami tergesak gesak meninggalkan ruang keluarga masuk ke kamarnya, karena merasa panas dingin dapat chat dari seseorang yang bernama Agung.
"Lho... Ada apa dia? Kok buru buru sekali?" tanya Irlangga pelan.
Mami sudah berada di dalam kamarnya. Dia berbaring di ranjang dan kembali membuka HPnya. Wajahnya benar benar tegang dan terlihat ketakutan.
"untuk apa kau menghubungiku lagi? Bukankah kita sudah menyelesaikan semuanya?" balas Mami.
"Ha ha ha, kau pasti ketakutan bukan? Seperti itu juga aku, sudah puluhan tahun ini merasa sangat takut, aku sering di hantui oleh mereka bahkan aku tidak bisa tidur nyenyak oleh mereka," balas nya.
"Lalu apa yang ingin kau,katakan sebenarnya, katakan saja! Jangan berbelat belit?" balas Mami.
__ADS_1
"Kau pintar Ani, untuk menutup rasa takutku ini, kirimkan aku sejumlah uang setiap bulannya, karena aku sekarang tidak bekerja lagi, aku juga cacat pisik sekarang," ucap orang itu.
"Jadi maksudmu? Aku harus membiayai hidupmu, begitu?" balas Ani.
"Yes. Kalau kau tidak bersedia melakukannya, maka kau akan menyesal, seluruh hidupmu akan berakhir di penjara," ucap lelaki itu.
"Keterlaluan sekali kau Gung! Bukankah waktu itu, kita sudah menyelesaikan pembayaran kita? Lalu kenapa sekarang kau menagihnya kembali? Hutangku sudah lunas, saat pekerjaanmu selesai," balas Mami.
Ceklek.
Ani tersentak kaget saat tiba tiba Irlangga masuk ke kamar. Jantungnya terasa mau copot. Bahkan HP yang di pegangnya pun kini jatuh di atas kasur.
"Mami, kenapa kau seperti ketakutan begitu?" tanya Irlangga heran.
"Apa sih judulnya, kok sampai kaget begitu?" tanya sang suami.
"Anu pa, Wanita bercadar biru, karya dari nana Shin, dia istri Muda yang menceritakan akhirnya menjadi istri satu satunya, seru Pa, tapi istri tuanya jahat," ucap Mami.
Untung Mami memang pernah baca Novel itu, sehingga dia bisa bercerita tentang isinya.
"Oooh, baiklah, aku akan ke kantor duku, nanti siang aku ada Meeting, jadi tidak pulang untuk makan siang," ucap Irlangga.
__ADS_1
"Iya Pah," sahut Mami.
Mami pun mengiringi Suaminya mengantar ke depan teras, dengan hati yang campur aduk, ingin rasanya dia tenggelam ke dasar laut, agar lelaki yang,bernama Agung itu menghilang.
Eh siapa Agung ya?
Apa yang Agung lakukan sehingga Mami sangat ketakutan?
"Mi... Tolong kau pantau Vena, jangan sampai dia menyakiti Maura, aku mulai curiga dengan Vena, kayaknya dia menyimpan misteri, aku khawatir dia mencelakai Maura, karena cemburunya, apalagi kalau dia tau, aku memberi Maura perusahaan cabang," ucap Irlangga.
"Iya Pah," sahutnya singkat.
Karena di kepalanya kini, dia sedang memutar otak untuk menyingkirkan Agung.
Bersambung...
***
Rangking bulanan yang kasih hadiah terbanyak bulan ini, akan aku kasih hadiah pulsa ya! Terima kasih udah mampir😍
Contohnya ini ya. Kasih bunga atau kopi. Akan menaikkan nilai pendukung. Vote juga boleh, Vote akan dapat otomatis tiap hari senin pagi seminggu sekali di akun kalian.
__ADS_1