Wanita Satu Malam

Wanita Satu Malam
Aufan Lupa Istri


__ADS_3

Tepat jam 11.00 siang di Indonesia. Bella sudah datang ke rumah sakit untuk menemui Maura yang sedang demam tinggi. Bella kemudian menelpon Aufan, beberapa kali Bela menelpon, namun tidak ada jawaban.


''Bagaimana Bella, apakah ada kabar?" tanya Mira.


"Tidak ada yang angkat ini, gimana ya? apa aku kirim pesan saja ya ?" ucapnya.


"Jangan! kata Maura, Aifan sudah menikah. Takutnya nanti malah yang istri yang baca," ucap Mira.


"Oh iya ya, Gimana ya? apa aku telepon Aman saja?" tanya Bela lagi.


"Siapa itu Aman?" tanya Mira.


"Aman itu kaki tangannya Aufan," sahut Bela.


"Oh begitu ya, ya terserah deh," sahut Mira.


Kemudian Bella pun mencari nomor Aman yang ada di hp-nya, HP aman berdering dan tersambung.


"Hello Aman, aku Bella, kau ada di mana sekarang?" tanya Bela.


"Aku ada di rumah ku sendiri, Emangnya ada apa?" tanya Aman.


"Aufan di mana? Kenapa dia tidak mengangkat telepon dari aku?" Tanya Bela.


"Oh Aufan kemarin pergi berlibur, bulan madu ke Jepang," sahut Aman.


"Ke Jepang? kapan dia balik?" tanya Bela.


"Mungkin satu minggu lagi," ucap Aman.


"Benarkah? ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padanya," ucap Mira.


"Apa yang ingin kau sampaikan? katakan saja padaku, nanti aku akan menyampaikannya pada Aufan," sahut Aman.


"Aku ingin bicara langsung dengan Aufan, Aku ingin mengirim pesan tapi takut yang istri yang akan membaca, jadi aku ingin bicara langsung saja sama dia, Baiklah nanti aku akan menghubunginya lagi. Terima kasih," ucap Bela seraya menutup teleponnya.


"Bagaimana? Apa katanya?" tanya Mira penasaran.


"Aufan sedang berlibur, bulan madu ke Jepang, mungkin satu minggu lagi baru kembali," ucap Bela.


"Wah... Bagaimana in?i aku sangat kasihan dengan Maura, Lihatlah perutnya! semakin membesar, semua ini dia lalui sendiri. Seandainya ada Aufan atau mungkin dia bersuami, mungkin dia tidak sakit seperti ini, mungkin dia mengidam, Dia sedang ingin dimanja oleh pasangannya," ucap Mira.


"Iya kasihan sekali Maura, apa aku telepon lagi ya, tapi walaupun Aufan tahu, tidak mungkin juga kan dia akan kembali ke sini?" tanya Bella.l bingung.


"Ya sudahlah, Biar aku saja yang merawatnya, Tidak apa-apa kok, mudahan maura cepet sembuh," ucapnya.


"Baiklah, hari ini aku ada pekerjaan, karena aku ada sesuatu deh pokoknya, aku harus pulang, nanti aku kemari lagi ya, setelah pekerjaanku selesai," ucap Bela.


"Iya... terima kasih banyak ya," uxap Mira.


Bela pun meninggalkan Rumah Sakit tersebut.


"Maura... Aku tidak tahu seperti apa perasaanmu sebenarnya, apakah kau memang bertahan dan tidak ingin mengatakan pada lelaki itu? atau kau hanya merasa takut kalau lelaki itu menolak mu? dan juga menolak bayi yang ada di kandungan mu?" gumam Mira sambil menatap wajah Maura yang tampak pucat.


***

__ADS_1


Sementara di Jepang. Tampak Aufan dan Vena masih meringkuk di atas ranjangnya. Terlihat mereka masih di dalam satu selimut yang sama, Aufan pun menggeliat dan terbangun.


"Sayang... sudah jam 09.00 ini, ayo bangun! kita harus siap-siap untuk jalan-jalan pagi ini," ucap Aufan.


"Baiklah... tapi aku masih mengantuk Sayang..." suara Fals istrinya itu sambil memeluk erat tubuhnya.


"Kita 'kan ke sini mau bulan madu, mau jalan-jalan. Masa di kamar terus sih? kalau mau di kamar terus, di Indonesia juga bisa kan?" ucap Aufan.


"Sebentar lagi aku... masih ngantuk," ucap Vina lagi.


"Baiklah, aku duluan ya, aku mandi dulu. Setelah aku mandi, kamu juga harus segera mandi, oke!" ucap Aufan.


"Iya Sayang," sahut Vena.


Aufan pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai mandi Aufan pun keluar dan membangunkan istrinya.


"Sayang... Ayo bangun! kita harus segera nih, biar hari ini tidak kesiangan. Aku juga sudah lapar kok," ucap Aufan.


"Iya sebentar... gendong..." ucap Vena manja. istrinya.


"Ih kau ini..." akhirnya.


Aufan pun mengangkat istrinya membawa ke kamar mandi, setelah ada di kamar mandi, Vena baru melek dan kemudian mandi.


Sementara Aifan sibuk merapikan tempat tidur dan memilihkan baju yang bagus untuk Vena. Vena sudah keluar dari kamar mandi.


"Sayang... kamu baju ini ya! biar kita terlihat sedikit agak mirip," ajak Aufan.


"Ya udah, Oh ya Fan, hari ini kita mau ke mana?" tanya Vena.


"Ya baiklah," sahut Vena.


Akhirnya mereka pun turun dan meninggalkan gedung hotel. Mereka memutuskan untuk ke Universal Studio Jepang. Di sana tempat biasanya para artis-artis shuting film.


"Sayang ... Lihatlah bangunan ini, sangat indah, Ayo kita masuk," ucap Vena.


"Baiklah," sahut Aufan.


Mereka pun masuk ke gedung-gedung itu Dan Melihat hiasan yang begitu indah. Tertata dengan rapi.


"Kita makan dulu yuk!" ajak Aufan.


"Baik, mau makan apa?" tanya Aufan sambil menggandeng istrinya mesra.


Mereka pun mencari tempat makanan yang ada di dekat situ. Mereka memesan makanan sesuai selera mereka. Setelah makanan tersaji, mereka pun duduk di depan makanan masing-masing.


"Sayang... Enak ya, enak banget, di Indonesia seperti ini di mana ya?" Tanya Vena.


"Mana aku tahu, mungkin ada kok di go-food, cuma kita aja yang tidak pernah nemu," jawab Aufan.


Aufan juga tampak menikmati makanannya, separuh makanan Vena telah habis.


"Aduh, kok aku sakit perut ya, aku mau ke toilet dulu deh," ucap Vina.


"Baiklah, jangan lama-lama ya! aku tunggu di sini," ucap Aufan.

__ADS_1


Vena pun pergi meninggalkan Aufan yang masih makan Aufan baru ingat pagi ini dia belum melihat hp-nya, karena mungkin merasa hp-nya tidak penting baginya. Karena sekarang orang yang sering menghubunginya ada di sampingnya.


"Panggilan masuk dari siapa ini?" kok banyak panggilan masuk? oh iya hp-ku kan tidak aku bunyiin, karena aku takut diganggu oleh asisten bawel itu(Aman)" ucapnya


"Hah Bella?"


Aufan pun kemudian menelepon balik Bella.


"Hello Bel, ada apa?" tanya Aufan.


"Aufan kau di mana?" tanya Bela basa basi.


"Aku ada di Jepang," sahut Audan.


"Oh begitu ya, aku hanya mengabarkan kalau aku sudah bertemu dengan Maura..."


"Maura? kau bertemu dengan dia, di mana Maura?"


Sahut Aufan tanpa menunggu Bela selesai bicara.


"Dia sedang sakit keras, kemarin temannya yang menghubungiku," ucao Bela.


"Sakit? sakit apa dia?"


Aufan pun tampak berdiri sambil membawa tasnya pergi dari restauran iru.


"Entahlah, mungkin karena dia sedang mengidam. Jadi kemarin Dia demam sangat tinggi, dan temannya itu menghubungi aku, jadi aku baru tahu, kalau dia sekarang berada di Rumah Sakit, tadi pagi juga aku sudah ke sana kok, menemui dia Rumah Sakit," ucao Bela.


"Dia di rumah sakit mana?" tanya Aufan.


"Di RS umum...." ucapnya.


"Baiklah kau sebutkan saja rumah sakitnya, kau kirim lokasi kepadaku, nanti aku akan ke sana," ucap Aufan.


"Apa? kau kan sekarang di Jepang?" kaget Bela.


"Ah gampang, pokoknya, kau kirim saja alamat rumah sakit tersebut," ucapnya.


Aufan bergegas berjalan cepat meninggalkan restauran itu.


"Maura... Jangan pergi lagi. Anak? Aku akan menjadi ayah?" gumamnya.


Eh ternyata Aufan lupa kalau dia sedang bersama Istrinya di restauran,itu.


Aufan menuju bandara dengan menaiki taksi yang ada di situ. Sesampai di bandara dia bergegas mencari loket tiket. setelah menemukan tiket dan kebetulan langsung berangkat walaupun harga selangit Aufan pun sudah berada di atas pesawat menuju Indonesia.


Aufan merenung dan mengingat sebentar lagi dia akan bertemu Maura. Aufan juga sudah mematikan teleponnya.


"Maura... Sebentar lagi aku akan bertemu denganmu, anakku..." gumamnya sambil tersenyum.


"Apa? Istriku... Aku melupakan istriku? Ya ampun. Bagaimana ini?"


Aufan panik dong, namun apa yang bisa dia lakukan? karena Aufan sudah meninggalkan Jepang, dan sekarang dia sudah berada di pesawat menuju indonesia.


Apa yang akan terjadi dengan Vena?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2