Wanita Satu Malam

Wanita Satu Malam
Kebahagiaan Maura


__ADS_3

Yuk mampir di karya baru Othor.


...Aku Istri ke Dua Bukan Pelakor...


...***...


2 bulan sejak peristiwa bertemu Aufan sang mantan, kini tampak Maura terlihat rapi dan sangat cantik, dia mengenakan pakaian yang sangat indah pagi ini, begitu juga kedua anak kembarnya, mereka didandani dengan dandanan yang sangat menawan, membuat semua orang yang melihatnya pasti akan merasa gemes dan greget kepada dua bayi kembar itu.


"Mbak Alin. Apa kau sudah siap? Paman sopir di mana?" tanya Maura.


"Sudah Nona, tapi ..., apa kita menunggu Papa Nona dulu?" ucapnya.


"Oh tidak Mbak Lin, Papa sudah menunggu di sana kok," ucap Maura.


"Selamat ya, akhirnya Nona menemukan seseorang yang benar-benar bisa menerima Nona. Aku yakin, Nona pasti bahagia," ucap Alin.


"Terima kasih Mbak Alin, sekarang ayo kita berangkat! Nanti kita terlambat." ucap Maura.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun berangkat menuju gedung pernikahan, hari ini Ibrahim dan Maura akan menikah, ya akhirnya Maura bisa menerima Ibrahim, setelah berulang kali meminta petunjuk kepada Allah.


Sepanjang perjalanan, Maura tampak tersenyum bahagia, sesekali dia akan melirik putranya yang duduk di pangkuan Babu sitterny di belakangnya, dan sesekali mencandai mereka dengan penuh kebahagiaan.


"Nona Maura, mudahan kalian akan bahagia dan mempunyai anak banyak, aku yakin Tuan Ibrahim pasti sangat mencintaimu, dan menyayangimu," ucap Alin.


"Terima kasih Mbak Alin, kau adalah orang yang selalu mendukungku. Terima kasih selama ini kau selalu bersamaku, bahkan kau mengorbankan dirimu untuk tidak mencari jodohmu. Aku harap kau pun bisa mendapatkan jodoh yang terbaik," ucap Maura.


"Terima kasih Nona, tapi aku masih sangat senang bersama si kembar, mungkin aku tidak akan menikah dulu sebelum si kembar besar."


"Kenapa begitu? Kau boleh menikah dan juga kau masih bisa kok ketemu sama si kembar, atau nanti kau bekerja padaku di siang hari, dan bisa pulang dengan suami kalau sudah malam hari, kau bisa mencari jodohmu yang terbaik," ucap Maura.


"Terima kasih banyak, kau menyayangi mereka dengan penuh perhatian, sedangkan aku kadang sangat kewalahan menemani mereka, apalagi mereka kadang suka menangis barengan, sakit barengan, membuat aku tidak bisa membagi waktuku harus mendahulukan yang mana? kalau si Rayan menangis, eh si Raihan juga menangis, kan aku jadi bingung mau ngurusin yang mana dulu?" ucap Maura.


"Namanya juga kembar Nona, pastilah mereka selalu ada ikatan batin. Jadi kalau sakit satu pasti satunya pun juga sakit," ucap Alin.


Tak berapa lama, mereka pun sudah sampai di gedung pernikahan. Maura dan rombongan panti asuhan pun di sambut oleh keluarga Ibrahim dan juga papa sekaligus paman dari Maura sendiri.

__ADS_1


"Sayang, kau cantik sekali," puji Irlangga.


Ibrahim yang juga sudah menunggu di ruangan tersebut pun terkesima melihat kecantikan Maura di balut pakaian penganten yang menutupi auratnya.


Perlahan dan sangat anggun, Maura pun berjalan di atas karpet merah di ruangan itu. Semua mata memandang ke arahnya.


"Semangat Ra!" suara serak Bela terdengar di samping Maura, ternyata Nela dan teman-teman yang lainnya juga datang. Teman waktu,dia masih menjadi wanita malam.


"Terima kasih," sahut Maura.


Bersambung...


Yuk mampir di karya temen aku nih. Seru.


Judul : Bella's Script.


Author:Naya_handa

__ADS_1



__ADS_2