
Aufan kaget saat Maura tiba tiba jinak dan duduk di pangkuan Aufan, Aufan yang memang berjiwa Casanova pun segera merasa tertantang.
"Maura... Maafkan aku," ucap Aufan, entah datang dari mana kata kata itu meluncur begitu saja.
"Untuk apa?" tanya Maura sambil membelai lembut wajah Aufan.
"Kejadian tadi siang, aku tidak menyangka, kalau sebenarnya kau juga ada di sana," ucap Aufan.
"Ah sudahlah, aku tidak penting bagimu, aku hanya wanita satu malam mu saja, kau lakukan saja apa yang kau mau di luar sana," ucapnya.
"Maura...," Suara Aufan terhenti ketika bi**rny di rebut paksa oleh Maura, Maura benar-benar berubah dan sangat agresif.
***
"Maura, apa kau butuh sesuatu?" tanya Aufan sambil memeluk wanita satu malamnya itu.
"Tidak, aku hanya ingin kau menjadi milikku saat malam tiba, dan kau bebas ke mana pun saat siang hari, bahkan, aku akan pura pura tidak mengenalmu saat siang hari kita bertemu di luar sana," ucap Maura.
"Hmmm, baiklah, aku mau ngantor dulu, nanti malam aku pasti ke mari lagi, ini untukmu," Ucap Aufan sambil memberikan se gepok uang di dalam amplop.
"Hemmm, terima kasih," ucap Maura sambil mengembangkan senyumnya. Aufan pun pergi meninggalkan Maura setelah merapikan pakaiannya yang berserakan di lantai.
"Heh, kau sangat kotor Maura, kau sangat kotor," cerca Maura sendiri ke dirinya, Air matanya pun kembali mengalir.
"Maura, hari ini kita belanja yuk!" ajak Bela teman se-profisinya.
"Boleh? Aku perlu merapikan kamarku dulu sebelum pergi ya!" ucapnya.
"Oke, aku tunggu ya!" ucap Bela.
Maura pun dengan gesit mengganti sprei yang baru, sekarang Maura harus ganti Sprie setiap hari, karena dia ingin menjerat hati lelaki langganannya itu, agar tidak pindah ke wanita satu malam lainnya.
"Hemmm, udah beres, Aufan, kau akan tau seberapa pantas aku untukmu, kau akan terjerat cinta palsuku Aufan," gumamnya.
Maura pun berjalan keluar dan pergi berbelanja bersama Bela temannya. Mereka menaiki taxi menuju sebuah Mall yang sangat besar, sesampainya di sana, mereka pun berbelanja kebutuhan harian seperti parfum dan juga bedak, hand body lainnya.
"Hey... Bela? Kau 'kan wanita yang di club itu?" sapa seorang lelaki hidung belang.
"Ih apaan sih? Aku nggak kenal sama kamu," ucap Bela.
__ADS_1
"Tapi benar ini kau, aku pernah pakai jasamu saat itu," bisik nya di telinga Bela sahabat Maura.
"Ada apa?" tanya Maura ke Bela saat Bela terlihat sewot pada lelaki itu.
"Oooh jadi kau temannya? Pasti kau juga bekerja di sana, kau sangat cantik, malam ini, aku akan ke sana dan mencari mu cantik," ucap lelaki itu, kayaknya lelaki itu sedikit agak mabuk. Dia lun memainkan tangannya memegang ******* Maura, hingga Maura kaget.
"Hey, jangan kurang ajar kau!" bentak Maura kesel.
"Heh, heiiii, wanita murahan sok bertingkah blago loe, berapa bayaran mu sekali main heh? Biar aku bayar, biar aku bisa menikmati tubuhmu ini heh? Ha ha ha," dia tertawa, sehingga orang orang yang awalnya tidak tau pun menatap bersamaan ke arah mereka.
"Tuan, maaf, aku bukan orang,seperti itu, pergi kau!" bentak Maura marah.
"Heh, kau kira aku tidak tau heh," lelaki itu mendekat dan ingin memainkan tangannya di atas bukit kembar Maura.
Kreak.
Ketika tiba tiba, tangan itu berbunyi seperti ranting patah.
"Aduuuuh," teriaknya spontan memegangi tangannya yang tadi di pelintir seseorang.
"Jangan coba coba kau menyentuh wanitaku! Kalau kau tidak ingin berakhir di neraka," ucap lelaki itu.
"Aufan?" Maura kaget saat tiba tiba Aufan sudah ada di sisinya dan merangkul pundaknya erat.
"Tapi, aku mau bayar dulu," ucap Maura.
"Aufan membiarkan Maura dan Bela bayar belanjaan mereka.
Kini Maura dan Bela sudah berada di mobil mewah milik Aufan.
"Aku akan mengantar kalian, jangan keluyuran, sebaiknya kalian belanja COD saja, biar tidak terlihat mereka," ucap Aufan.
"Hey, Tuan, kami juga butuh refresing, masa kami harus terkurung di rumah Mami Lin terus sih?" protes Bela, sementara Maura memilih diam.
"Terserah kau lah, aku tidak ada urusan dengan kalian," ucap Aufan kemudian, baru saja Maura merasa senang karena di perlakukan Aufan mesra, namun kini dia merasa di hempaskan ke dasar laut terdalam dengan kata kata Aufan, tidak ada urusan dengan mereka. Mereka pun sampai di club Mami Lin. Maura turun dan masuk tanpa pamitan atau mengucapkan terima kasih pada Aufan, hanya Bela yang mengucapkan terima kasih. Maura masuk ke kamarnya dan menangis.
"Siapa aku ini? Aku ini hanya wanita murahan, wanita satu malamnya Tuan Aufan, tak ada harganya, hiks hiks hiks, aku ini hanya wanita malam yang tak ada harganya," ucapnya berulang kali, air matanya tumpah begitu saja.
"Maura... Kau bawa...? Heh, ada apa? Kenapa kau menangis seperti itu?"
__ADS_1
Niat hati Bela ingin mengambil belanjaannya yang tadi di bawa Maura, namun dia kaget saat melihat Maura menangis sesunggukan.
" ela, apa kau tau diapa lelaki yang mengantar kita tadi?" tanyanya.
"Tidak! Ku pikir Dia pelanggan mu, benar 'kan?" tanyanya.
"Iya, Dia memang pelanggan tetap ku, namun, dia juga orang yang pertama kali mengambil kegadisanku, dan aku,? sampai saat ini tidak pernah melayani orang selain orang itu, aku terikat padanya, karena hutangku 20 juta padanya," ucap Maura.
"Hutang 20 juta? Kenapa kau berhutang sebanyak itu?" tanya Bela.
"Aku di jebak, sebelumnya, aku di jual oleh sahabatku sendiri, dan di jual pada lelaki itu, kemudian saat aku bekerja di sini, ternyata aku juga di jual oleh Bos ku yang terdahulu pada Mami Lin," ucapnya. Air matanya kembali berderai, dia menangis dengan suara yabg di tahan tahan, hatinya sangat pedih dan perih.
"Kau harus bangkit, ayo layani semua pria yang ada di sini, lalu kau akan jadi kaya, dan bisa balaskan dendam mu pada mereka yang telah menyakitimu," ucap Bela.
"Tidak bisa, aku terikat kontrak dengan lelaki bajingan itu, kecuali aku bisa menebus diriku membayar 20juta padanya,",ucap Maura merasa sangat sedih.
" Aku sudah lama bekerja di sini, namun aku tidak punya banyak tabungan, aku hanya punya 8 juta tabungan, kalau kau mau, kau bisa meminjamnya, dan pergi dari sini, apa kau punya tabungan?" tanya Bela.
"Aku hanya punya 3 juta, tentu masih kurang banyak," ucapnya.
"Ayo kita bekerja ilegal," ucap ela kemudian.
"Ilegal? Bagaimana caranya?" tanya Maura bingung.
"Kita akan pergi siang hari dan mencari pelanggan di luar dari club ini, pasti uangnya juga banyak," ucap Maura.
"Apa ada irang yang memakai jasa di,siang hari?" tanya Maura.
"Tentu saja ada? Kita akan bua kartu nama dan berjalan di daerah perkantoran besar dan membagikan itu pada lelaki berduit yang naik di mobil mewah," ucapnya.
"Apakah itu akan berhasil?" tanya Maura.
"Kita akan mencobanya, kita mulai Sabtu depan," ucap Bela.
"Oh iya, aku kalau Malam minggu libur, karena katanya dia acara keluarga," ucap Maura.
"Waaah bagus itu, kita akan beraksi sampai malam, aku akan cuti malam minggu ini,"
Mereka sepakat untuk mencari uang yang banyak dan akan menebus diri Maura dari lelaki buaya itu.
__ADS_1
Apakah Maura akan melayani laki lain? Selama ini dia hanya melayani Aufan saja.
BERSAMBUNG...