Wanita Satu Malam

Wanita Satu Malam
Bertemu Mantan


__ADS_3

Kasih rating bintang 5 ya! Biar cerita ini bisa di minati banyak pembaca. Dan dapat promo di beranda lainnya😍


...****...


Alin merasa geram saat melihat Aufan menggandeng wanita lain di depan Maura. Walaupun Alin tahu kalau Maura sudah tidak memiliki rasa kepada Aufan, namun entah mengapa Alin melihat tetesan bening itu keluar dari matanya Maura, membuat Alin ikut sedih.


"Nona, apakah anda tidak apa-apa?" tanya Alin.


"Mbak, ayo kita pergi dari sini!" ajak Maura.


"Maura, tunggu!" Panggil Aufan.


"Ada apa? bukankah kita sudah tidak ada urusan lagi?" tanya Maura.


"Kenapa kau menghindari ku? bukankah kau sudah tidak memiliki rasa padaku? Oh iya, kenalkan, Ini calon istriku, Lira," ucap Aufan.


Lira yang mendengar perkataan Aufan pun kaget dan bangga saat disebut bahwa dirinya adalah calon istri Aufan.


"Aufan, Maaf, aku tidak punya waktu untuk ini, Mbak ayo kita pergi!" ajak Maura.


Maura pun berbalik dan ingin pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Tunggu!" cegat Aufan lagi, namun Alin sigap dan berdiri di tengah-tengah Aufan dan Maura.


"Tuan, tolong jangan ganggu Nona Maura lagi," ucap Alin.


Alin pun berbalik dan mengikuti Maura pergi dari tempat tersebut.


"Maura! Apakah kamu masih menyimpan perasaan padaku? Mengapa kau terlihat menangis? Kau pasti cemburu kan?" teriak Aufan, membuat beberapa orang yang ada di dekat mereka pun menoleh ke arah mereka.

__ADS_1


Sementara Maura terus berjalan tanpa menghiraukan teriakan Aufan.


"Fan, Apa benar dia Maura?" tanya Lira, tidak percaya.


"Tentu saja dia Maura, kenapa kau bertanya?"


"Aufan, Apakah sekarang dia berubah begitu?" tanya Lira lagi heran.


"Iya, sekarang dia berubah jadi begitu, Oh iya, Fan, Apa benar kau ingin menikahi ku?" tanya Lira sambil tersenyum bahagia.


Padahal niat Aufan dengan kata-katanya tadi hanya untuk memanas-manasi Maura saja. sebenarnya Aufan hingga saat ini masih menyimpan rasa di dalam dadanya itu.


"Entahlah, Ayo, sebaiknya kau belanja saja! ambil saja apa yang kau mau," ucap Aufan.


Kemudian Lira pun tidak berani bertanya lagi, dia belanja sesuka hati mengambil semua barang yang dia inginkan, sementara Aufan tampak duduk dan Masih memikirkan Maura, separuh hatinya masih dimiliki oleh Maura.


Ibrahim tampak rapi dengan setelan jas mewah yang dikenakannya, sementara Mira juga berpakaian sangat rapi.


"Mari, kau sudah,siap?" tanya Ibrahim.


"Iya sudah," sahut Mira.


"Sekarang kita berangkat!" ucap Ibrahim.


Mereka pun menuju mobilnya diiringi oleh Mira dan beberapa orang di belakangnya.


"Oh ya tuan, Mama Tuan mana?" tanya Dodi karyawan Ibrahim.


"Mama sudah diantar sopir ke sana. Jadi kita akan langsung ke sana saja," ucap Ibrahim.

__ADS_1


Ibrahim dan Mira juga beberapa karyawan lainnya pun berangkat menuju gedung. sepertinya Ibrahim akan menikah apakah Ibrahim akan menikah dengan Mira?


Sementara di gedung pernikahan, tampak Mama Ibrahim sudah menunggu kedatangan anaknya dan calon menantunya. Sambil duduk di atas kursi rodanya.


"Paman sopir, sebenarnya seperti apa wanita yang ingin dinikahi Ibrahim itu?" tanya Mama Ibrahim.


Mama Ibrahim memang tidak bisa berjalan, namun dia masih lancar berbicara kepada siapapun.


"Maaf Nyonya besar, apakah Tuan Ibrahim tidak pernah memperkenalkan wanitanya kepada Nyonya besar?" tanya pemain sopir.


"Tidak pernah Pak, karena aku tidak pernah pilih-pilih calon menantu, semuanya aku serahkan kepada Ibrahim saja, aku percaya dia pasti mencari wanita yang baik dan mendapatkan pilihan yang terbaik, karena selama ini Dia adalah anak yang sangat berbakti kepadaku," ucap Mama Ibrahim.


"Ooh, dia sangat baik dan cantik Nyonya. Nyonya tidak akan kecewa," ucap Sopir lagi.


Mereka pun dengan sabar menunggu ke datangan rombongan penganten.


Mampir yuk di karya baru aku.


Aku Istri ke Dua Bukan Pelakor


Bersambung...


Mampir yuk di karya temen aku nih, serru


Judul : Tirai Kehidupan Sang Ceo


Author : El


__ADS_1


__ADS_2