
"Kurang ajar!" Xiu menggeram kesal dan hendak menyerang Fey, tetapi dicegah oleh Chen.
"Sabar tuan putri! Aku mohon jangan berkelahi disini!" cegah Chen.
"Lihat kan? Kamu yang jahat tuan putri, bukan aku," kekeh Fey.
Xiu mengepalkan kedua tangannya, sungguh dia amat diliputi emosi dan ingin sekali menghabisi Fey Chu saat ini juga jika tidak ada Chen.
"Kumohon tuan putri, tenanglah!" bujuk Chen.
"Iya Chen, maaf kalau aku hampir membuat keributan di depan rumahmu! Aku hanya tidak suka melihat wanita ini, mengapa kau malah mengajak dia kesini?!" ujar Xiu emosi.
"Aku benar-benar tidak tahu jika Fey pernah mengancam dirimu, tuan putri. Kami berdua juga baru bertemu kemarin, saat itu Fey sedang dihadang oleh rombongan perampok. Aku menolongnya, lalu kami berkenalan dan aku mengajaknya untuk tinggal disini bersamaku," jelas Chen.
Xiu kembali melirik Fey dengan sinis, gadis itu hanya membalas dengan senyum smirk nya.
"Kalau begitu, sekarang kamu usir dia dan jangan pernah ajak dia untuk tinggal disini lagi!" perintah Xiu pada Chen.
"Loh, tidak bisa begitu dong tuan putri. Itu sama saja kamu membuatku kehilangan tempat tinggal, itu tindakan jahat loh," protes Fey Chu.
"Diam kamu! Aku tahu kamu bukan perempuan baik-baik, jadi aku tidak akan membiarkan kamu mendekati saudaraku!" bentak Xiu.
"Sabar tuan putri, tenanglah!" pinta Chen.
Xiu mendengus kesal dengan tatapan mata terus mengarah ke sosok Fey Chu, sedangkan Chen tampak sangat bingung saat ini.
"Tuan putri, mari duduk dulu!" ucap Chen.
"Tidak, aku pergi saja dari sini," tolak Xiu
"Mengapa begitu tuan putri?" tanya Chen heran.
Disaat Xiu hendak pergi, dia justru dikejutkan dengan kedatangan seorang pria disana.
"Xiu tunggu!" panggil si pria.
"Wein Lao?" ucap Xiu lirih saat mendapati suaminya datang kesana.
"Kamu mau apa kesini?" tanya Xiu.
Wein Lao langsung mencekal lengan Xiu untuk mencegah wanita itu agar tidak pergi.
"Ih kamu apa-apaan sih?! Lepasin aku!" Xiu coba berontak dari pegangan Wein Lao, tetapi gagal.
"Sebentar sayang, aku mau bicara dulu sama kamu! Kamu ikut aku ya, kita ngobrol berdua supaya aku bisa jelasin semuanya!" ucap Wein Lao.
"Kamu gak bisa maksa aku dong, aku kan gak mau ngobrol sama kamu," ucap Xiu lantang.
__ADS_1
"Aku tahu kamu lagi marah sama aku, gara-gara aku tolongin Xiao tadi. Makanya sekarang aku mau minta maaf sama kamu, sekalian jelasin kalau aku gak ada maksud apa-apa ke Xiao," ujar Wein Lao.
"Itu bukan masalah yang penting, jadi kamu gak perlu jelasin. Aku sekarang mau pulang ke istana, jangan halangi aku!" ucap Xiu.
"Oke, aku antar ya!" ucap Wein Lao.
Xiu menggeleng, menarik paksa tangannya hingga Wein Lao terpaksa melepaskannya.
"Aku bisa pulang sendiri," ketus Xiu.
"Janganlah sayang! Kamu sama aku aja ya, aku gak mau kamu pulang sendirian. Nanti kalau kamu kenapa-napa gimana?" ucap Wein Lao.
"Aku bakal baik-baik aja kok, aku bisa jaga diri aku sendiri!" ucap Xiu.
Xiu berbalik, hendak menaiki kudanya. Namun, lagi-lagi Wein Lao menahannya dengan memegangi dua pundaknya.
"Pokoknya aku mau antar kamu, titik!" tegas Lao.
•
•
"Tunggu!"
Langkah An Ming dan Feng Lian terhenti saat Tachi kembali berteriak menahan mereka.
"Aku belum kalah pangeran, aku akan menghabisi mu kali ini dan membawa Lian pergi dari sini!" ucap Tachi yang terlihat lemas.
"Hahaha, kasihanilah tubuhmu Tachi bodoh! Apa kau tidak lihat jika sekarang dirimu benar-benar payah?!" ledek An Ming.
"Kurang ajar! Rasakan ini!!" geram Tachi, perlahan dia maju mendekati sang pangeran.
"Tahan Tachi, hentikan!" teriak Feng Lian cukup keras membuat langkah Tachi terhenti.
Tachi melirik ke arah Feng Lian, begitu juga dengan An Ming. Mereka sama-sama heran karena Feng Lian terlihat sangat emosi.
"Jika kalian terus bertengkar, aku akan pergi dari sini dan tidak mau menemui kalian berdua lagi!" ancam Feng Lian.
"Hey! Apa yang kamu bicarakan itu Lian? Mengapa kamu bicara begitu? Kamu akan menikah denganku, jangan harap kamu bisa pergi begitu saja dariku!" ucap An Ming.
"Aku mengerti pangeran, maka dari itu berhentilah bertarung!" pinta Feng Lian.
"Bukan aku yang memulainya, tapi dia!" ucap An Ming menunjuk ke arah Tachi.
"Sial!" umpat Tachi pelan.
"Lian!!" suara teriakan seorang pria itu membuyarkan obrolan mereka.
__ADS_1
Tampak Shi Yuqi alias sang ayah dari Feng Lian muncul disana, pria itu menatap wajah putrinya serta An Ming dengan nafas tersengal-sengal.
"Lian, mengapa kamu pergi begitu saja?" tanya Shi Yuqi pada putrinya.
"Ayah, maafkan aku! Aku tadi melihat pangeran An Ming sedang bertengkar dengan Tachi disini, maka dari itu aku datang membantunya. Sekali lagi aku minta maaf ayah!" jelas Feng Lian.
"Tidak apa-apa, sekarang ayo kamu pulang! Ajak saja pangeran An Ming!" ucap Shi Yuqi.
"Baik ayah!" Feng Lian menuruti perintah ayahnya. Ia kini melirik An Ming bermaksud mengajak pangeran kecil itu pergi bersamanya, "Pangeran, kamu ikut aja sekalian ke rumah aku!" ucapnya sambil tersenyum.
An Ming mengangguk disertai senyuman, dia melirik sekilas ke arah Tachi dan menggandeng lengan Feng Lian.
"Ayo sayang, aku tidak sabar ingin segera mengenalkan kamu pada ibu!" ucap An Ming.
"Sabar ya pangeran! Aku harus siap-siap dulu sebelum bertemu ratu, aku gak mau bikin pangeran kecewa nanti," ucap Feng Lian.
"Tentu, tapi aku yakin seperti apapun tampilan mu, pasti aku tidak akan kecewa!" ucap An Ming.
"Terimakasih pangeran!" Feng Lian menunduk menahan malu, sedangkan An Ming yang gemas tampak terus mencolek dagunya.
Mereka pun melangkah sama-sama menuju rumah gadis itu, dengan Shi Yuqi berada di depan dan Zheng di belakangnya.
•
•
Sesampainya di kediaman Feng Lian, gadis itu langsung memberikan minuman kepada An Ming dan juga Zheng.
"Pangeran, silahkan diminum!" ucap Feng Lian menaruh gelas minuman di meja. "Paman Zheng, ayo diminum dulu!" sambungnya.
"Terimakasih cantik!" ucap An Ming sambil tersenyum dan mengambil gelas itu.
"Sama-sama, kalo gitu aku ke kamar dulu ya? Pangeran tunggu sebentar, aku gak akan lama kok!" ucap Feng Lian.
"Siap!" ucap An Ming singkat.
Setelahnya, gadis itu bangkit dan pergi ke kamarnya. Shi Yuqi kini muncul untuk menemani An Ming ngobrol selagi Feng Lian bersiap di dalam kamar.
"Eee pangeran, ini maaf sebelumnya! Tapi, ada alasan apa ya pangeran mau ajak putri saya ke istana?" tanya Shi Yuqi.
"Loh, paman ini bagaimana sih? Saya bawa Lian ke istana menemui ibu ratu, karena saya ingin segera menikahi dia," jawab An Ming mantap.
"Apa??!" Shi Yuqi terkejut bukan main.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1