
Xavier masih berbicara dengan Luan serta Ryu di depan rumah mereka.
Xavier memang memiliki firasat bahwa di rumah itu terdapat Xiu yang sedang pihak kerajaan cari-cari selama ini.
"Luan, apa tuan putri Xiu ada disini?" tanya Xavier disertai senyum smirk nya yang membuat Luan tak berani bertatapan mata dengannya.
"Eee yang mulia ini bicara apa? Bagaimana mungkin tuan putri ada di rumah ini? Setahu saya, tuan putri itu sudah lama menghilang. Saya pun tidak tahu dia ada dimana saat ini, dan saya juga sangat mencemaskan kondisinya." jawab Luan.
"Benar yang mulia, Luan ini sudah bertahun-tahun mencari keberadaan tuan putri. Namun, kita tidak berhasil menemukan jejaknya sedikitpun." sambung Ryu.
"Kalian tidak bisa berbohong dariku. Aku tahu kalian yang menyembunyikan putri Xiu. Sebaiknya kalian segera bawa putri Xiu kemari, atau aku akan ratakan rumah ini!" ujar Xavier mengancam.
Sepasang suami-istri itu merasa ketakutan, mereka saling lirik dan tampak kebingungan.
"Kenapa diam? Benar kan kalau putri Xiu ada di rumah ini? Sudahlah Luan, ayo serahkan saja tuan putri kepadaku! Lagipun, kamu kan tahu sendiri kalau saat ini sang ratu juga berada di istana. Jadi, tuan putri akan aman disana bersama ibundanya." ucap Xavier.
"Maaf yang mulia! Tapi, kami sungguh-sungguh tidak tahu tuan putri ada dimana. Kami juga ingin sekali bertemu dengan tuan putri, tapi apa daya kami tidak bisa menemukannya." kata Luan.
"Oh ayolah! Mau sampai kapan kau membohongiku Luan? Tuan putri lebih aman tinggal di istana, daripada disini!" ujar Xavier.
"Terserah yang mulia ingin bilang apa! Yang pasti, tuan putri memang tidak ada disini. Kalau yang mulia tidak percaya, silahkan cek saja sendiri ke dalam!" ucap Luan.
Ryu spontan menatap wajah Luan saat istrinya itu berkata demikian.
"Tentu saja, aku akan cek ke dalam. Kalau sampai aku berhasil menemukan tuan putri, maka kalian berdua akan aku tangkap dan ku jebloskan ke dalam penjara!" ucap Xavier.
"Prajurit, ayo masuk dan geledah rumah ini! Cari apakah di dalam sana ada tuan putri Xiu atau tidak!" titah Xavier pada para prajurit.
"Baik yang mulia!" ucap prajurit-prajurit itu.
Sontak hampir setengah prajurit yang ikut dalam perjalanan itu langsung masuk ke dalam rumah Luan untuk mencari keberadaan Xiu.
Wingki turun dari kuda yang ia naiki, menghampiri Xavier dan berbisik di telinganya.
"Maaf yang mulia! Apa anda yakin kalau tuan putri Xiu ada di dalam sana? Bagaimana jika dia tidak disana, pastinya para warga disini akan mencap buruk tindakan yang mulia." bisik Wingki.
"Tenang saja! Firasat ku tidak pernah salah, aku yakin Xiu ada disana!" ucap Xavier.
__ADS_1
"Baiklah yang mulia!" ucap Wingki lalu mundur menjauh dari Xavier.
Sementara Luan dan Ryu juga saling berbisik, Ryu mengkhawatirkan jika prajurit istana berhasil menemukan Xiu di dalam sana.
•
•
Ratu Lien merasa heran melihat para prajurit istana yang berhamburan masuk ke dalam rumah Luan.
Sang ratu pun khawatir kalau Xavier berniat mencari Xiu dan menangkapnya.
"Mungyi, ada apa itu? Kenapa para prajurit masuk ke rumah Luan secara bersamaan? Apa yang ingin mereka lakukan?" tanya ratu Lien penasaran.
"Eee menurut yang saya dengar, sepertinya raja Xavier memerintahkan mereka untuk mencari tuan putri Xiu, ratu." jawab Mungyi.
"Apa?" ratu Lien terkejut dan menganga sedikit.
Wanita itu kembali mengarahkan pandangan ke sosok Xiu, putrinya.
Lalu, ratu Lien pun meminta pada Mungyi untuk segera pergi menemui Xiu dan menyuruh Xiu agar menjauh dari sana.
"Baik ratu! Tapi, saya mohon ratu tetap disini dan jangan keluar!" ucap Mungyi.
"Iya, aku tahu." kata ratu Lien mengangguk.
Setelahnya, Mungyi pun turun dari kereta kuda tersebut dan berjalan menemui Xiu yang masih berdiri menatap ibundanya tak jauh dari sana.
Sementara ratu Lien tetap berada disana, menatap Xiu dengan wajah cemas karena takut jika nantinya Xavier akan menyadari keberadaan Xiu disana.
"Oh Xiu... maafkan mommy! Untuk saat ini mommy belum bisa temui kamu dan peluk kamu lagi, tapi mommy selalu berharap kamu bisa selamat sayang!" ucap ratu Lien.
•
•
"Maaf tuan putri!" Mungyi mendekat dan berbicara dengan Xi Mei disana.
__ADS_1
Gadis itu terkejut, ia reflek menoleh ke arah Mungyi dan menghapus air mata yang membasahi pipinya.
"Eh paman, ada apa?" tanya Xi Mei.
"Begini tuan putri, barusan ratu meminta paman untuk membawa tuan putri pergi dari sini. Karena sekarang kondisi sedang mengkhawatirkan, tuan putri. Yang mulia raja Xavier baru saja memerintahkan prajuritnya untuk mencari tuan putri di dalam rumah bik Luan," jelas Mungyi.
"Hah? Gawat dong! Lalu, aku harus pergi kemana paman? Aku tidak tahu dimana tempat yang aman sekarang," tanya Xi Mei bingung.
"Tenang saja tuan putri! Tuan putri bisa pergi ke hutan di ujung sana, dengan begitu pasti tuan putri akan aman dari kejaran prajurit istana." kata Mungyi memberi solusi.
"Oh iya, paman benar! Kalau begitu, aku boleh gak pamit sama mommy sebentar?" ujar Xi Mei.
"Eee maaf tuan putri! Tapi, kalau tuan putri pergi menemui ratu sekarang, itu bisa membuat raja Xavier curiga." jawab Mungyi.
"Yah iya juga sih," ucap Xi Mei.
"Sabar tuan putri! Suatu hari nanti pasti tuan putri akan dapat berkumpul kembali dengan ratu di istana Quangzi, paman yakin itu!" ucap Mungyi sambil tersenyum.
"Iya paman, itu juga yang aku harapkan. Baiklah, sekarang aku akan pergi." kata Xi Mei.
"Iya tuan putri, berhati-hatilah!" ucap Mungyi.
Xi Mei mengangguk pelan disertai senyuman tipis di wajahnya, ia lalu menatap sang ratu dan melambai sekilas sebagai tanda perpisahan.
Mungyi terharu melihatnya, ia sungguh tak tega melihat anak dan ibu itu harus terpisah karena keadaan.
"Mommy, aku pergi dulu. Aku senang sekali bisa melihat mommy sekarang, walau hanya dari jarak jauh seperti ini. Aku juga senang karena ternyata mommy baik-baik saja!" batin Xi Mei.
Gadis itu bergegas pergi dari sana, ia berlari menuju ke hutan untuk bersembunyi disana.
"Tuan putri, larilah sejauh mungkin! Paman tidak ingin jika sampai Xavier si pengkhianat itu bisa menemukanmu!" batin Mungyi.
Mungyi pun juga berbalik dan kembali menuju kereta kuda, pria itu tak ingin ada yang mencurigai dirinya karena terlalu lama disana.
Akan tetapi, Wingki nampaknya sudah mencium aroma kecurigaan terhadap Mungyi. Wingki hanya tersenyum sekilas, lalu memalingkan wajahnya seolah tidak ada kejadian apapun disana.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...KALAU MAU VOTE BOLEH JUGA 🥰...