
"Tidak perlu merasa tidak enak padaku Lian! Kamu dan aku itu sama, kita semua disini juga sama. Jadi, panggil saja aku Xiu ya!" ucap Xiu.
"Ba-baik tuan putri!" ucap Feng Lian terbata-bata.
"Nah kan, masih aja begitu," cibir Xiu.
"Eee ma-maaf tuan putri! Aku belum terbiasa jika harus memanggil mu dengan sebutan nama, maafkan aku!" ucap Feng Lian.
"Baiklah, tidak apa. Untuk kali ini aku maafkan kamu, tapi lain kali jangan diulangi lagi ya!" ucap Xiu.
"Iya tuan putri, aku mengerti!" ucap Feng Lian.
"Kalau mengerti, ayo dong jangan panggil aku tuan putri terus!" ujar Xiu.
"Umm, iya tuan putri.. eh maksudku kak Xiu," ucap Feng Lian meralat ucapannya sendiri.
"Itu lebih baik, biasakan begitu ya!" ucap Xiu.
Feng Lian mengangguk saja, jantungnya berdegup kencang karena ini pertama kalinya dia menatap dan berinteraksi langsung dengan putri Xiu.
"Bolehkah aku bicara denganmu sebentar, Lian?" tanya Xiu mendekati gadis itu.
"Eee tentu saja tuan putri, maksudku kak Xiu.." Feng Lian menjawab dengan gugup.
__ADS_1
Xiu menggeleng pelan disertai senyum manisnya, "Kalau begitu, mari kita duduk dan bicara disana!" ajak Xiu.
"I-i-iya kak.." Feng Lian menurut saja, mengikuti langkah kaki Xiu menuju tempat duduk di depan sana.
Kedua wanita itu pun duduk berdampingan, mereka saling menatap sambil tersenyum ramah.
"Apa yang kak Xiu ingin bicarakan denganku?" Feng Lian penasaran dan coba menanyakan langsung pada putri Xiu.
"Kamu tidak perlu takut! Aku hanya mau memastikan padamu, apakah kamu memang benar-benar bersedia untuk menikah dengan adikku atau kamu hanya terpaksa?" ucap Xiu menjelaskan maksudnya.
"Eee aku..." Feng Lian terlihat bingung, dia menundukkan wajahnya sembari berpikir sejenak sebelum menjawab.
"Kenapa? Kamu katakan saja yang sejujurnya, jangan takut!" ucap Xiu.
"Kamu yakin? Kamu cinta sama An Ming?" tanya Xiu sekali lagi.
Feng Lian kembali dibuat bingung, Xiu menyadari ada yang tidak beres dengan sikap gadis itu saat ditanyakan hal tadi.
"Lian, kamu—"
"Kak Xiu!" suara teriakan lelaki itu membuyarkan semuanya, Xiu dan Feng Lian pun menatap ke arah yang sama dimana terdapat An Ming disana.
Pria kecil itu tampak tersenyum melihat kakak dan calon istrinya tengah berduaan dan terlihat akrab.
__ADS_1
"Wah ternyata kak Xiu sama Lian udah akrab ya? Sampai mau ngobrol berdua disini, bagus deh aku senang lihatnya!" ucap An Ming.
"Iya dong An Ming, masa aku gak bisa akrab sama calon ipar aku sendiri? Apalagi Lian ini orangnya asyik, pas deh buat kamu!" ujar Xiu.
"Hahaha, baguslah kalau kakak suka sama Lian! Aku jadi makin gak sabar buat nikahin dia, supaya aku sama Lian bisa makin dekat," ucap An Ming.
"Sabar dong An Ming! Pernikahan itu kan gak bisa dilakuin sembarangan, harus dipertimbangkan dulu!" ucap Xiu.
"Hehe, iya kak. Gapapa deh, yang penting kan Lian udah mau nikah sama aku," ucap An Ming.
"Ya, itu dia yang pentingnya. Kalau Lian udah mau kamu ajak nikah, kamu udah di posisi aman deh!" ucap Xiu.
Xiu melirik ke arah Feng Lian dan bertanya, "Tapi, kamu beneran kan udah mau nikah sama adik aku?"
"Umm..."
An Ming menanti jawaban dari bibir gadis itu, dia berharap-harap cemas khawatir kalau Feng Lian justru menolaknya.
"Iya tuan putri, seperti yang aku sudah katakan tadi pada tuan putri. Aku memang mencintai pangeran An Ming dan aku bersedia menikah dengannya," jawab Feng Lian.
Seketika raut wajah An Ming langsung berubah ceria, dia meloncat gembira mendengar jawaban dari sang wanita.
"Maafkan aku pangeran, sebenarnya aku tidak mencintai kamu! Ini semua aku lakukan demi membantu rencana kak Fey untuk menaklukkan Quangzi,"
__ADS_1
...~Selesai~...