
"Masa sih? Kalau kamu gak suka, gak mungkin kamu mau terima ajakan Lao. Udah lah sayang, mommy tau kok perasaan kamu ke Lao itu kayak gimana." ucap ratu Lien.
"Mommy!" rengek Xiu.
"Hahaha, sekarang kamu mau apa? Mau turun terus pindah ke kudanya Lao? Yaudah, mommy bilang ke paman Mungyi dulu ya buat berhenti?" tanya ratu Lien.
"Enggak mom, aku gak mau gitu kok! Kita lanjut jalan aja, aku udah gak sabar pengen pulang ke istana!" ucap Xiu.
Ratu Lien senyum-senyum saja melihat tingkah putrinya saat ini.
Tak lama kemudian, mereka pun tiba di halaman istana.
Terlihat cukup banyak masyarakat dan prajurit yang sudah menyiapkan penyambutan disana.
"Mom, ramai banget ya?" ucap Xiu.
"Iya dong sayang, mereka pasti pada mau ketemu kamu. Kamu itu kan udah lama banget gak muncul di istana, jadi mereka kangen deh." ucap ratu Lien.
"Ah mommy bisa aja bikin aku ge'er!" ucap Xiu.
"Hahaha..."
"Eh mom, laki-laki itu siapa?" tanya Xiu pada sang ratu.
"Hah? Mana?" ucap ratu Lien kaget.
Ratu Lien langsung mengarahkan pandangan ke arah yang ditunjuk putrinya.
Nampak sosok An Ming tengah berdiri di depan sana sambil tersenyum.
"Ohh, itu kan adik kamu sayang. Dia An Ming, bukannya kalian sudah saling mengenal sebelumnya?" ucap ratu Lien.
"Hah? Dia An Ming? Kok penampilannya beda banget sih, mom?" ujar Xiu terkejut.
"Entahlah sayang, mungkin dia sengaja karena mau nyambut kita. Tapi, dia itu beneran An Ming kok." ucap ratu Lien.
"Ahaha, ada-ada aja.." Xiu tertawa kecil.
"Yaudah, kamu buka tirainya! Kita lambaikan tangan ke arah warga, supaya mereka bisa tahu kalau tuan putri kerajaan yang cantik jelita ini sudah kembali." ucap ratu Lien.
"Ah mommy bisa aja, aku jadi malu deh!" ujar Xiu.
Ratu Lien tersenyum lebar, lalu membuka tirai di kereta itu dan melambaikan tangan ke arah para warga yang ada di luar sana.
Putri Xiu pun melakukan hal yang sama, ia tersenyum menatap seluruh masyarakat disana sambil melambaikan tangan.
Sontak keriuhan langsung terjadi di luar sana begitu mereka melihat Xiu benar-benar sudah pulang.
"Mom, mereka kelihatannya senang sekali. Aku gak nyangka kalau mereka benar-benar cinta dan perduli sama aku! Aku pikir mereka udah pada lupain aku," ucap Xiu.
"Ya enggak dong sayang, mereka itu justru selalu berdoa supaya kamu bisa kembali lagi kesini. Mommy tahu itu, karena mereka semua memang selalu cinta sama kita." ucap ratu Lien.
"Iya mom, aku bangga punya rakyat seperti mereka!" ucap Xiu tersenyum.
"Maka dari itu, nanti kita bicara dulu sama mereka sebentar ya!" ucap ratu Lien.
"Iya mom," ucap Xiu mengangguk setuju.
Tak lama kemudian, kereta pun berhenti tepat di depan gerbang istana.
Ratu Lien dan putri Xiu turun bersamaan dari kereta dengan dikawal oleh para prajurit.
"Ratu, tuan putri, kami senang kalian sudah kembali! Kami hampa tanpa adanya seorang pemimpin di kerajaan ini!" ucap salah seorang masyarakat.
"Iya betul itu betul!" sahut yang lain.
"Terimakasih ya! Kalian semua memang benar-benar baik dan perduli pada kami, aku bangga dengan kalian!" ucap ratu Lien.
"Tentu saja ratu, kami tidak mau terjadi sesuatu pada ratu kami! Kami juga senang, karena tuan putri Xiu bisa kembali ke istana!" ucapnya.
"Iya paman, aku senang banget bisa kembali kesini dan ketemu kalian semua. Nanti kita senang-senang bareng ya di desa, aku punya kegiatan yang asyik loh!" ucap putri Xiu.
Mereka semua tersenyum lebar, lalu memberikan yel-yel kemenangan bagi kelompok pasukan Quangzi.
•
•
Setelahnya, kini ratu Lien dan putri Xiu masuk ke dalam istana menemui An Ming yang sudah berdiri tepat disana bersama beberapa pelayan.
Tampak An Ming masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, Xi Mei si gadis yang dia cintai ternyata ada di depannya.
"An Ming, mommy kangen sekali sama kamu sayang!" ucap ratu Lien.
Tanpa basa-basi, ratu Lien langsung mendekat dan memeluk tubuh An Ming yang masih terbengong menatap ke arah Xiu itu.
"An Ming kenapa ya?" batin Xiu.
"Sayang, kamu kok diam aja sih? Kamu gak senang ketemu sama mommy lagi?" tanya ratu Lien pada putranya.
"Ah eee bukan begitu mom, aku cuma kaget aja karena mom kesininya sama Xi Mei. Dia ngapain ikut kesini mom?" ucap An Ming.
"An Ming sayang, dia ini bukan pendekar Xi Mei seperti yang kamu kenal. Tapi, dia kakak kamu yang sudah lama hilang. Dia putri Xiu Jia Li, sang pewaris tahta Quangzi." jelas ratu Lien.
__ADS_1
"Apa??" An Ming terkejut bukan main mendengar penjelasan ibunya.
"Jadi, Xi Mei itu kakak ku yang namanya putri Xiu? Benar begitu mom?" tanya An Ming.
"Betul sayang, orang yang selama ini ingin kamu nikahi itu kakak kamu sendiri. Maafin mommy ya, sebelumnya mommy gak bisa kasih tau kamu mengenai itu!" jawab ratu Lien.
"Hah? Menikahi aku?" kini giliran Xiu yang terkejut.
"Iya sayang, jadi An Ming—"
"Eh mom jangan mom!" potong An Ming.
"Kenapa sayang? Mommy kan cuma mau jelasin ke kakak kamu," ucap ratu Lien.
"Jangan dijelasin mom! Aku malu!!" pinta An Ming.
"Ahaha, iya iya sayang.." ujar ratu Lien terkekeh.
"Ini ada apa sih sebenarnya? Maksud mommy tadi itu apa?" tanya Xiu keheranan.
"Gak ada kok kak, yuk kita masuk aja ke dalam! Semua jamuan udah tersedia, kalau kakak lapar tinggal makan aja!" ucap An Ming.
"Makasih An Ming!" ucap Xiu sambil tersenyum.
"Harusnya aku yang makasih sama kakak, karena kakak waktu itu udah tolong aku sewaktu di hutan. Pantas aja kakak baik banget, ternyata kakak ini anaknya mommy aku juga." ujar An Ming.
Xiu menunduk saja sambil tersenyum, An Ming tak tahan dengan itu lantaran senyum Xiu begitu menggodanya.
Lalu, tatapan An Ming mengarah pada sosok Wein Lao yang berdiri tepat di belakang putri Xiu bersama para pasukannya.
"Mom, kak, dia siapa?" tanya An Ming.
"Nah sayang, pas banget kamu tanya. Kamu harus kenalan ya sama dia, dia ini pangeran Lao alias calon kakak ipar kamu!" jawab ratu Lien.
"Maksud mommy apa?" tanya An Ming heran.
"Iya sayang, kakak kamu nantinya akan menikah sama pangeran Lao. Pesta pernikahannya bakal berlangsung di istana ini," jelas sang ratu.
"Menikah mom? Masa kakak baru sampe langsung mau nikah sih? Gak capek??" tanya An Ming.
"Hahaha, pernikahannya gak sekarang sayang. Masih beberapa hari lagi, kamu gausah gelisah gitu dong!" ucap ratu Lien.
"Oh gitu, oke deh mom. Aku kira kakak mau nikah sekarang, hehe.." ujar An Ming.
"Kamu itu ternyata lucu juga ya An Ming, pasti aku bakalan betah tinggal disini." ujar Xiu.
"Iya dong kak, kakak harus betah! Istana ini kan rumah kakak juga, jangan pergi kemana-mana lagi ya!" ucap An Ming.
"Siap!" ucap Xiu sambil tersenyum.
"Eee..." ratu Lien langsung kebingungan harus menjawab apa pada pertanyaan An Ming barusan.
Putri Xiu pun terlihat cemas, mereka saling pandang hingga membuat An Ming curiga.
•
•
"Begitu ceritanya sayang.." ucap ratu Lien seusai menceritakan semua yang terjadi mengenai Xavier.
An Ming pun tampak sedih setelah mendengar semua cerita dari ibunya, ia tak menyangka jika sang ayah ternyata adalah seorang pengkhianat dan juga pembunuh.
Xiu yang ada di sebelah An Ming, langsung bergerak memeluk dan menenangkan adiknya tersebut agar tidak sedih lagi.
"An Ming, kamu yang sabar ya!" ucap Xiu.
"Kak, aku cuma gak nyangka kalau ternyata Daddy itu yang udah bunuh Daddy nya kakak. Aku minta maaf ya kak atas nama Daddy!" ucap An Ming.
"Kamu gak perlu minta maaf! Semua itu kan udah masa lalu, aku juga gak nyalahin kamu. Justru aku ikut sedih ngeliat kamu kayak gini, jadi udah ya jangan nangis lagi!" ucap Xiu.
"Iya sayang, apa yang sudah dilakukan Daddy kamu itu bukan kesalahan kamu. Mommy tau kalau kamu berbeda dengan Daddy kamu, kamu itu anak yang baik!" sahut ratu Lien.
"Makasih mom, kak! Tapi, sekarang dimana Daddy? Apa Daddy sudah di penjara?" tanya An Ming.
"Iya sayang, Daddy kamu sudah dibawa sama para prajurit ke penjara bawah tanah. Kalau kamu mau temui Daddy, kamu bisa diantar sama pelayan ya." jawab ratu Lien.
"Gak perlu mom! Biar aku aja yang temenin An Ming, supaya aku bisa makin dekat sama dia." ucap Xiu.
"Jangan kak!" ucap An Ming menolak.
"Loh kenapa?" tanya Xiu keheranan.
"Iya kak, nanti kalau kakak ketemu Daddy yang ada kakak bisa sedih lagi dan keinget sama Daddy kakak." jawab An Ming.
"Enggak kok, aku gak akan begitu. Aku udah kuat dan ikhlas, semua ini kan takdir." ucap Xiu.
"Yaudah, kamu ditemani sama kakak kamu ya An Ming?" ucap ratu Lien.
"Iya mom," ucap An Ming menunduk lesu.
"Eee Xiu, aku ikut ya?" ucap Wein Lao.
"Mau ngapain? Kamu istirahat aja disini sama yang lain, biar aku sendiri yang temenin An Ming!" ucap Xiu pada kekasihnya.
__ADS_1
"Gapapa Xiu, sekalian aku juga ingin mengenal pangeran An Ming lebih dekat. Lagipun, aku tidak bisa berpisah jauh darimu putri." ucap Wein Lao.
"Hah?!" Xiu terkejut mendengar ucapan Wein Lao.
Sementara seluruh orang yang ada disana kompak menggoda pasangan baru itu.
"Tuh kan, kamu sih pake gombal segala!" ujar Xiu.
"Aku gak gombal, semua itu nyata adanya." ucap Wein Lao.
"Yaudah iya iya, kamu boleh ikut kok. Tapi, kamu harus izin dulu sama An Ming!" ucap Xiu.
"Gak perlu izin kak, aku bakal bolehin kak Lao buat ikut sama kita kok. Lagian kasihan kalau kak Lao ditinggal disini, nanti dia kangen berat lagi sama kakak." ujar An Ming.
"Hahaha, benar yang dikatakan pangeran! Selama di perguruan saja, Lao selalu mencari-cari keberadaan putri Xiu." ucap Ryu sambil tertawa.
"Paman ih!" cibir Xiu yang sedang tersipu.
"Yasudah, mari tuan putri kita pergi sekarang!" ucap Wein Lao mengulurkan tangannya ke arah Xiu.
"Buat apa kamu julurin tangan kayak gitu?" tanya Xiu kebingungan.
"Kita gandengan tangan, tapi kalau kamu gak mau sih gapapa." jawab Wein Lao.
Xiu melirik sekilas ke sekelilingnya, sebenarnya ia ingin meraih tangan Wein Lao. Namun, ia merasa malu karena cukup banyak orang disana.
"Jangan disini ah!" pinta Xiu.
"Kenapa Xiu? Ada yang salah?" tanya Wein Lao.
"Enggak, gak ada." elak Xiu.
"Ayo An Ming, kita temui Daddy kamu!" ucap Xiu kepada An Ming.
"Iya kak," ucap An Ming.
Mereka bertiga pun pergi setelah berpamitan kepada ratu Lien dan juga beberapa orang yang ada disana.
Setelah merasa aman, kini Xiu memberanikan diri menggandeng tangan Wein Lao secara diam-diam bahkan hingga membuat pria itu terkejut.
•
•
An Ming melihat Xavier tengah terduduk lesu di dalam penjara bawah tanah sambil memeluk kedua lututnya dan nampak bersedih.
Entah mengapa An Ming merasa kasihan melihat ayahnya berada disana, ia ingin sekali membebaskan sang ayah dan membawanya keluar dari sana.
"Kak, aku mau samperin Daddy dulu ya?" ucap An Ming pada Xiu.
"Iya An Ming, kamu temui aja Daddy kamu dan bicara sama dia sepuas kamu!" jawab Xiu.
"Makasih kak!" ucap An Ming tersenyum.
Xiu mengangguk pelan, mengusap puncak kepala An Ming secara perlahan dan membiarkan pria kecil itu pergi menemui ayahnya.
"Tuan putri, apa tidak sebaiknya kita ikuti pangeran sampai kesana?" tanya Wein Lao.
"Tidak usah Lao, biar saja An Ming yang pergi kesana dan temui ayahnya. Aku yakin dia akan baik-baik saja! Xavier juga tidak mungkin melukai putranya sendiri, lagipun dia ada di dalam penjara yang dikunci." ucap Xiu.
"Iya sih, lalu sekarang kita mau apa disini?" tanya Wein Lao.
"Umm, kita duduk-duduk aja dulu. Nanti begitu An Ming selesai bicara sama ayahnya, gantian aku yang akan temui Xavier." ucap Xiu.
"Kamu mau apa temui Xavier lagi?" tanya Wein Lao.
"Hanya ingin bicara sebentar, apa salah?" jawab Xiu.
"Tidak sih, aku cuma penasaran." ujar Wein Lao.
Xiu tersenyum tipis, lalu duduk di kursi yang ada disana sembari menunggu An Ming selesai menemui ayahnya.
"Lao, kamu kenapa berdiri aja? Ayo sini duduk samping aku!" ucap Xiu.
"Gapapa putri, aku berdiri saja. Aku tidak tahan kalau harus duduk di samping mu," ucap Wein Lao.
"Apa maksudnya?" tanya Xiu.
"Kamu begitu cantik putri, aku khawatir tidak bisa menahan rasa inginku untuk menikahi kamu sekarang ini. Kan gak mungkin kita langsung menikah tanpa persiapan," jawab Wein Lao.
"Haish, kamu ada-ada saja! Udah sini duduk, gak akan ada masalah kok!" pinta Xiu.
"Baik putri!" ucap Wein Lao menurut.
Perlahan Wein Lao mulai terduduk di samping putri Xiu, namun dengan tubuh gemetar.
Xiu tersenyum mengetahui itu, ia sengaja menggeser posisi duduknya dan menatap Wein Lao dari jarak dekat.
"Kamu lucu deh!" ucap Xiu sambil mencubit pipi Wein Lao.
Pria itu tersenyum senang, ikut memajukan wajahnya dan bersiap mencium Xiu yang juga sudah memejamkan mata.
"Tuan putri!!"
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...