Xiu Jia Li

Xiu Jia Li
Episode 13. Pernikahan


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, sudah dua Minggu sejak kepergian Terizla dari istana. Xavier yang awalnya seakan-akan tetap menjaga kedaulatan Terizla, kini berubah dan mulai menjalankan rencananya.


Ya Xavier bahkan sudah merancang pesta pernikahannya dengan Lien di halaman istana, sekaligus acara pengangkatan dirinya sebagai raja baru pengganti Terizla.


Xin selaku sesepuh Quangzi pun diminta untuk segera melakukan penyerahan mahkota kepada Xavier, walaupun Xin selalu menolaknya karena khawatir akan membuat Terizla marah.


Namun, tekanan dari Xavier yang mengancam akan membunuhnya membuat Xin mau tidak mau terpaksa mengadakan upacara suci itu untuk kedua kalinya dalam kurun waktu yang belum terlalu lama sejak pengangkatan Terizla.


"Panglima Xavier, apa anda yakin bisa menggantikan tugas yang mulia raja Terizla?" tanya Xin seakan meragukannya.


"Mengapa kau bertanya seperti itu padaku pak tua? Apa kau meragukan ku?" geram Xavier.


"Tidak panglima. Aku hanya—"


"Cukup! Hentikan omong kosong mu itu dan lakukan saja semua prosesnya dengan cepat! Aku ini layak menjadi seorang raja, dan aku berhak mendapatkan itu semua!" potong Xavier dengan tegas.


"Ba-baik panglima...!!" ucap Xin gemetar.


Xavier tersenyum puas, lalu proses pengangkatan dirinya sebagai raja pengganti di istana pun dimulai.


Xin melakukan ritual seperti sebelumnya saat ia menyatakan Terizla sebagai raja disana, namun kali ini ini Xavier lah yang ia angkat.


Beberapa warga desa juga telah hadir di halaman istana, untuk menyaksikan proses pengangkatan raja baru mereka kali ini sekaligus acara pernikahan Xavier dengan Lien.


"Hahaha... dengan begini akan lebih mudah bagiku untuk bisa bersama-sama dengan Lien," batin Xavier merasa puas.


Tanpa berlama-lama lagi, Xin mengambil mahkota dari tempatnya, kemudian menaruh mahkota itu di atas kepala Xavier sambil meminta Xavier untuk mengucap janji bahwa dia akan berlaku adil dan menjadi sosok raja yang bijak.


Prok


Prok


Prokk...


Upacara itu diakhiri dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin, Xavier berdiri di atas singgasana nya melambaikan tangan ke arah seluruh warga yang hadir disana.


Tanpa ragu, Xavier mulai duduk di singgasana dan tersenyum merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"Hah sungguh luar biasa!" ucapnya.


❤️


Tanpa disadari oleh Xavier, rupanya Mungyi turut hadir di tengah-tengah upacara tersebut. Ia penasaran dengan undangan yang diberikan istana kepada warga-warga sebelumnya.

__ADS_1


"Ohh jadi panglima Xavier yang diangkat sebagai raja sekarang? Mengejutkan!" batin Mungyi.


Mungyi memilih menetap disana untuk beberapa saat, ia ingin menyaksikan acara kedua yakni pernikahan Xavier. Mungyi sangat penasaran siapa pengantin wanita yang akan menjadi permaisuri Xavier, karena namanya tak tertera di undangan yang diberikan oleh punggawa istana.




Sementara itu, putri Xiu tengah bermain bersama Chen di sebuah taman dekat rumahnya. Dua gadis kecil nan manis itu saling mengejar satu sama lain, dan sesekali juga menaiki perosotan atau ayunan yang kosong disana.


Lambat laun Xiu merasa heran lantaran taman bermain itu sangat kosong tak seperti biasanya, ia bingung mengapa tidak ada anak-anak yang ikut bermain dengan mereka disana.


"Chen, kenapa taman ini sepi ya? Kemana anak-anak yang lain?" tanya Xiu bingung.


"Loh kamu emang gak tau Xi Mei? Sekarang kan lagi ada acara di istana, jadi mungkin aja mereka pada disana." jawab Chen Jia.


"Oh begitu, tapi kenapa bibik gak ikut pergi kesana ya? Kan bibik kerja di istana, apa bibik udah gak mau kerja disana lagi?" tanya Xiu keheranan.


"Entahlah, aku juga gak tau. Udah, kamu gausah sibuk mikirin urusan orang dewasa! Lebih baik sekarang kita lanjut main!" ucap Chen.


"Iya deh, ayo Chen kita naik lagi!" ujar Xiu.


Chen mengangguk, lalu mengikuti Xiu menaiki perosotan untuk kesekian kalinya. Mereka juga bermain wahana lainnya disana, seperti jungkat jungkit dan masih banyak lagi tanpa rasa bosan.




Lien berusaha menutupi kesedihannya di hadapan para pelayan yang saat ini mendandaninya, ia tak mau membuat mereka ikut bersedih karena tahu kalau ratu mereka terpaksa menikah dengan Xavier.


"Ratu, apa ratu yakin dengan keputusan ini? Menikah dengan panglima Xavier itu sama saja ratu masuk dalam jebakannya," ucap pelayan bernama An Xi.


"Tentu saja aku sudah yakin, kalian semua tidak perlu mengkhawatirkan ku. Ini sudah keputusan ku, dan aku memang ingin menikah dengan Xavier saat ini. Percepatlah meriasnya, aku sudah tidak sabar ingin segera pergi ke depan menyapa rakyatku kembali!" ucap ratu Lien.


"Baiklah ratu!" ucap tiga pelayan itu bersamaan.


Tak lama kemudian, seorang prajurit muncul di kamar sang ratu. Prajurit itu menemui ratu serta beberapa pelayan untuk segera membawa Lien menuju halaman istana.


"Permisi semuanya! Maaf ratu, saya hanya ingin menyampaikan bahwa anda sudah ditunggu di halaman oleh raja Xavier!" ucap prajurit itu.


"Iya prajurit, katakan pada mereka aku sudah siap! Aku akan segera menyusul kesana!" ucap ratu Lien sambil tersenyum.


"Baik ratu!" ucap prajurit itu.

__ADS_1


Prajurit itu pun berbalik pergi, kembali menuju halaman istana dan berjaga disana.


"Semoga ini adalah pilihan yang benar buatku! Maafkan aku raja Feng, bukan maksudku berkhianat darimu, aku hanya ingin menyelamatkan istana dari para penjahat itu!" gumam ratu Lien dalam hati.


***


Singkat cerita, prosesi pernikahan antara Xavier dengan ratu Lien akan segera dimulai. Seluruh orang disana bersiap menyambut kedatangan sang ratu yang sudah siap.


"Marilah semuanya, kita sang ratu kita yang anggun, ratu Lien Hua...!!"


Prok


Prok


Prok


Riuhan tepuk tangan para hadirin disana membuat heboh seisi istana, Xavier juga tersenyum lebar sembari berdiri dari singgasananya.


Tak lama, ratu Lien muncul bersama dua orang pelayan yang menuntunnya di samping kanan dan kiri.


Xavier terbelalak lebar melihat kehadiran ratu Lien, ia sangat terpesona dengan kecantikan ratu Lien yang luar biasa. Ia seakan tak sabar ingin segera menikahi wanita itu.


"Cantik sekali!" puji Xavier spontan.


"Terimakasih yang mulia!" ucap Lien malu-malu.


"Kamu tidak perlu malu, aku akan menjadi suamimu sebentar lagi. Kita hanya perlu menjalani prosesinya, supaya kita bisa resmi menjadi suami-istri." ucap Xavier tersenyum.


"Iya yang mulia, aku tidak sabar untuk itu!" ucap ratu Lien ikut tersenyum.


"Mari, kita kesana bersama!" pinta Xavier.


Ratu Lien mengangguk disertai senyuman, lalu melangkah bersama Xavier di sampingnya.


***


Mungyi amat terkejut setelah mengetahui siapa pengantin wanita yang akan menikah dengan Xavier, ia benar-benar tak menyangka kalau ratu Lien mau menikah dengan seorang pengkhianat seperti Xavier.


"Apa-apaan ini? Mengapa ratu justru menikah dengan orang itu? Ada apa sebenarnya di istana ini?" batin Mungyi bertanya-tanya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2